
''aku tidak bisa melakukan ini, aku tidak ingin jadi pembunuh'' tangis sarah pecah mendengar bibi tum menyuruhnya untuk aborsi
''apa kau ingin mempertahankannya, apa aku tidak salah dengar?''
''kenapa harus aborsi, ada banyak tempat yang tidak mempermasalahkan punya anak tanpa ayah, lantas apa alasan aku harus membunuhnya''
''kau tidak melihat bagaimana hidupmu berantakan karna punya anak tanpa ayah, kau tau kenapa kau hamil lagi tanpa menikah,..? itu karna kau sudah sangat kacau sarah''
''aku tidak pernah merasa hidupku hancur karna melahirkan cleo, kehadiran cleo sesuatu yang indah, mungkin ini kesalahan tanpa aku sengaja, tapi aku tidak ingin sengaja membunuh anak ini, tidak ada niat sedikitpun'' tegas sarah
''baiklah, aku hanya menyarankan padamu, jika itu keputusanmu, baiklah, lahirkan saja anak itu, aku akan berdoa, semoga kau bisa menanganinya'' ucap bibi tum lalu keluar dari kamar meninggalkan sarah yang tengah menangis.
...****************...
/aku akan menjemputmu, bersiaplah/ pesan jungkook mengejutkan sarah dalam sedihnya.
sarah bersiap dan segera keluar menemui jungkook yang sudah menunggunya di parkiran. ia langsung masuk ke mobilnya.
''pasang sabuk pengamanmu!'' ucap jungkook sesaat melihat sarah baru duduk di sampingnya
''i-iyaa'' memasang sabuk pengaman
''kenapa menjemputku secepat ini, bukankah acaranya masih belum di mulai?'' tanya sarah
''kita akan berbelanja sebentar''
''belanja?''
''iya, ada banyak orang yang akan datang di sana, aku ingin kau benar benar berkilau di sana nantinya''
''apa,,,'' tanya sarah bingung setelah mendengar penuturan pria yang ada di sebelahnya.
''jangan tersinggung, aku hanya ingin kau tampil maksimal saja, tolong bantu aku ya'' paniknya karna takut sarah tersinggung, sesekali ia melirik sarah.
Sesampainya di sebuah butik mereka memilih baju yang sesuai untuk sarah dan di rias.
''kau ingin dia di rias bagaimana'' tanya seorang penata rias pada jungkook
''aku kurang mengerti, tapi aku ingin dia di rias sederhana tapi mampu jadi pusat perhatian'' jawab jungkook
''oh begitu, dia punya badan yang bagus, dan tone kulit yang putih jadi dia akan cocok memakai warna apapun, aku pastikan dia akan jadi pusat perhatian'' ucap penata rias sedikit genit sambil mengedipkan matanya.
''baguslah''
''bayarannya bagaimana?'' tanya penata rias itu
''aku akan membayar dua kali lipat jika sangat bagus'' jawab jungkook dengan nada sombong.
''oke, mari kita mulai!''
Sementara sarah di rias jungkook menunggu di ruang tunggu khusus pelanggan vip ia di jamu dengan baik oleh pelayan di sana.
...****************...
''baik tuan lihatlah ini!'' seru penata rias itu sambil memperlihatkan sarah dalam balutan busana Maxi dress bodycon berwarna merah maroon dengan tali pasta, di sertai sedikit belahan yang memperlihatkan kakinya, Dress itu menyatu sempurna di badan sarah dengan riasan tipis tapi mampu merubah pandangan setiap orang padanya.
Melihat sarah tampil berbeda membuat jungkook berdiri dari kursinya dan diam menatapnya.
''wah, aku akan mendapatkan bayarannya dua kali lipat kali ini!'' sumringah penata rias itu karna melihat jungkook yang terpesona melihat sarah. Sedangkan sarah memeluk badannya sendiri sambil mengelus elus lengannya karna salah tingkah di tatap jungkook tanpa berkedip.
''bagaimana apa memuaskan?'' tanya penata rias pada jungkook
''apa,? oh iyaa, sangat cantik'' jawab jungkook gugup karna terkejut dari lamunannya menatap sarah.
''mari kita langsung transaksi sekaraaaanng'' sumringah penata rias itu.
Jungkookpun membayar dua kali lipat dari harga yang di janjikannya pada penata rias itu.
''terima kasih atas kunjungannya!'' ucap penata rias itu sambil mengantar jungkook dan sarah keluar.
Perjalanan yang tidak jauhpun mereka lalui tanpa suara, sarah hanya menutup badannya dengan mantel karna merasa malu berpakaian seperti itu, sedangkan jungkook sesekali tersenyum malu, ia ingin mengajak sarah bicara tapi ia tau sarah juga pasti sedang malu, jadi mereka membiarkan perjalanan mereka diam tanpa suara sedikitpun.
Sesampainya di tempat acara, jungkook dan sarah berjalan beriringan.
''bolehkah?'' ucap jungkook sambil merenggangkan sikunya meminta sarah menggandengnya.
''hah,,?'' sarah melihat jika jungkook meminta untuk menggandengnya. Ia pun melihat sekeliling banyak undangan yang bersama pasangannya bergandengan, perlahan namun pasti sarahpun menyelipkan tangannya pada sikut jungkook dan menggandengnya.
''terima kasih telah datang tuan muda jungkook dan nona,,,,''
''nona sarah aldiba, terima kasih telah datang dalam pesta kami'' ucap yutaka seorang pebisnis jepang yang membuka cabang usahanya di Singapura.
''lepaskan mantelmu sarah, dan beri pada pelayan'' pintaa jungkook
''tapi, aku merasa tidak nyaman''.
''kenapa, ini sangat cocok padamu, percaya padaku''
Jungkook melepaskan mantel yang berada di bahu sarah dan menyerahkannya pada pelayan.
''bersikaplah santai'' jungkook berusaha menenangkan sarah dan tanpa sadar ia pun merangkulnya.
Perbincangan antara orang orang pun berangsur ramai, sarah hanya diam dan sesekali tersenyum berusaha menunjukkan bahwa ia nyaman di sana.
''wanitamu sangat cantik dan manis, aku hampir saja jatuh cinta'' ucap yukata dengan nada bercanda
''jangan begitu tuan yukata, aku tidak akan mau berbisnis denganmu lagi nanti'' jawab jungkook sembari tertawa.
Sarah melihat jungkook begitu bersemangat dan ceria di acara itu.
'apa dia sehumoris ini' batin sarah sambil melirik ke jungkook yang tengah bercanda ria dengan yukata.
''lihatlah dia datang!'' yukata menunujuk ke arah belakang jungkook dan membuat mereka ikut menoleh ke arah belakangnya.
Terlihat jika maura dan ibunya datang membawa sebuah bingkisan ''selamat atas pembukaan cabang terbarunya tuan yukata'' sapa ibu maura dan maura sambil memberikan bingkisan itu.
''wah apa ini'' tuan yukata membuka sedikit paperbag yang di berikan maura.
''sedikit hadiah'' ucap maura sambil melirik ke sarah.
''aku sangat menyukai minuman ini, terima kasih maura'' ramah tuan yukata dan di angguk pelan oleh maura.
''ternyata kau membawa wanita ini kesini'' ucap maura pada jungkook
''wanita ini?, kenapa kau memanggilnya seperti itu?'' jawab jungkook dengan nada menekan.
''maaf yaa, siapa namamu kemarin aku lupa'' maura berbalik menatap sarah.
''sarah! namaku sarah''
''ma, ini yang aku bilang kekasihnya jungkook'' maura berbalik lagi menatap ibunya dan memberitahunya.
''uemm, jadi dia pacarnya jungkook,'' melihat dari kaki hingga ke atas.
''ia ma, dia tampak berbeda dari pertama aku bertemu, kau pasti menghabiskan banyak uang untuk merubah penampilannya seperti ini'' ucap maura pada jungkook. Pria itu mengeraskan rahangnya menahan amarahnya pada maura. Sedangkan ibu maura hanya diam melihat sikap anaknya, sesekali ibu dan anak itu melemparkan senyuman ejekan pada sarah membuatnya semakin tidak betah di acara itu.
''aku ingin kau mengucapkan beberapa kata untuk acaraku malam ini, boleh kan?'' pinta pak yukata pada jungkook sambil memberikan sebuah mic dan menunjuk ke arah panggung untuk jungkook.
''tunggu disini sebentar ya!'' bisik jungkook pada sarah
''iyaa''
''setelah ini kita akan pulang'' jungkook berusaha menenangkan sarah karna ia tau sarah mulai tak nyaman berada di acara itu terutama setelah penghinaan yang di lakukan maura padanya.
''apa kau percaya dia tidak akan bermain gila pada orang lain'' maura yang berdiri di belakang tiba tiba maju mendekati sarah.
Sarah hanya diam, dia tidak punya jawaban setiap dari pertanyaan pertanyaan tentang ia dan jungkook
''katanya obat orang selingkuh itu tidak ada''
''memangnya ia selingkuh dariku?'' sarah mulai berucap dan mulai berani menatap ke arah maura.
'' setiap pria punya nafsu, tapi dia bisa memilih untuk menahan tau melanjutkan birahinya, bagaimana dia bisa menahannya ketika wanita itu sendiri menawarkan'' lanjut sarah
Sedangkan maura diam mendengar ucapannya.
''aku memiliki hubungan dengannya, jika ia bermain di belakangku itu namanya selingkuh, aku akan memikirkannya nanti, sekarang dia sangat baik dan mencintaiku, untuk apa aku membuang waktu berharga ini dengan rasa khawatir karna backgroundnya. Tapi yang aku lihat kau terlihat sangat khawatir dan terlihat seperti di selingkuhi''
''apa maksudmu?'' maura dengan
''sama seperti halnya orang yang di selingkuhi, pihak pertama pasti tidak menyukai orang ketiga, seperti halnya dirimu, tapi masalahnya ini bukan cinta segitiga kan?''
Wajah maura menegang mendengar ucapan sarah, ia menarik nafasnya berusaha tenang.
''tentu saja bukan,'' jawab maura
''jika demikian maka bersikaplah biasa'' sarah berbalik membelakangi maura dan menaruh minuman yang ia pegang ke atas meja dan berlalu pergi.