Sakitnya Berkorban

Sakitnya Berkorban
hukuman untuk yoongi


''ada apa kak?'' ucap jungkook seraya menghampiri kakaknya yang duduk di ruang tamu sembari meminum alkohol.


''aku hanya ingin bicara denganmu malam ini'' wajah yoongi memerah karna mulai mabuk.


''kau bermasalah dengan kakak ipar?'' jungkook duduk di hadapan sang kakak, sambil melipat lengan kemejanya.


''bukan hanya itu'' yoongi menuang minuman ke dalam gelas dan memberikan pada jungkook.


Jungkookpun menerima gelas itu. Namun, ia hanya memegang gelas minumannya sambil memperhatikan kakaknya.


''aku punya anak'' ucap yoongi mulai tak karuan.


''selamat kak, syukurlah program hamil kalian akhirnya berhasil'' jawab jungkook.


Yoongi menatap Jungkook dengan tatapan sayu ''kau tidak meminumnya?'' sambil menunjuk gelas di tangan jungkook.


''bukan, aku hanya menguranginya''


''kau banyak berubah jung'' yoongi tersenyum tipis.


''banyak yang bilang begitu. Tapi memang seharusnya begitu, karna aku juga akan jadi ayah''


Yoongi mendongak melihat jungkook.


Melihat yoongi menatapnya jungkook sejenak terkekeh ''kak, sebenarnya sarah sedang mengandung anakku'' ucapnya.


''dia hamil?''


''hmm, itulah kenapa aku mendadak akan menikah, sekarang kandungannya sudah bulan ketiga''


Yoongi terdiam mendengar jungkook, ia menggenggam kuat botol minuman yang ada di tangannya.


''tapi perut sarah masih terlihat rata, aku berharap saat pernikahan nanti perutnya masih rata agar baju pengantinnya muat'' ucap jungkook lagi sambil tersenyum malu.


''selamat untukmu.'' yoongi menunduk lemas.


''terima kasih. Tapi kenapa aku melihat kau malah terlihat sedih? kau seharusnya senang kakak ipar hamil''


''dia tidak hamil jung'' yoongi lalu membaringkan tubuhnya di atas sofa dan menutup wajahnya dengan bantal.


Jungkook merasa aneh dengan tingkah kakaknya ''mungkin sedang ngelantur'' gumam jungkook. Ia pun membereskan meja yang berantakan karena yoongi dan mengambil gelas dan mencucinya.


Selesai membereskan meja yang berantakan jungkook berdiri di dekat yoongi ''tidurlah di kamar!'' titah jungkook.


''kak, kau benar benar sudah tertidur?'' jungkook menyentuh kecil tangan yoongi yang melipat badannya. Namun ia teralihkan dengan gelang yoongi ''dia sudah sangat lama memakai gelang ini'' jungkook kembali memperhatikan gelang itu, ''aku seperti pernah melihat di tempat lain'' gumamnya memperhatikan riasan berbentuk bunga tulip menggantung di gelang yoongi.


Karna merasa sangat lelah jungkook tidak mau memikirkannya, ia memilih untuk beristirahat di kamarnya.


Ke esokkan paginya yoongi terbangun dari tidurnya karna mendengar suara gemercik di dapur yang tak jauh dari sofa tempat ia tertidur. Ia bangun dan melihat jungkook tengah menyiapkan makanan.


''kau sedang apa?'' tanya yoongi dengan wajah sembab.


''apa lagi? tentu saja sarapan!'' jawab jungkook.


''kau akan berangkat bekerja sepagi ini?'' tanya yoongi.


''aku harus menjemput sarah lebih dulu'' jawab jungkook, ia pun lalu pergi meninggalkan yoongi sendiri di rumahnya.


Cukup lama termenung, yoongi langsung bangun dan bersiap pergi. Ia kembali ingin menemui sarah, penolakan sarah tak bisa ia terima, setidaknya ia harus menjelaskan semuanya.


Di jam makan siang yoongi menunggu sarah di depan kantor, tak butuh waktu lama ia melihat sarah berjalan keluar sendirian. Sarah yang melihat yoongi berada di depan kantornya menghentikan langkahnya. Yoongi melangkah sedikit mendekati sarah ''aku,,,,''


''mari kita minum kopi!'' ucap sarah menyeka ucapan yoongi.


Melihat sarah bersikap lembut yoongi hanya mengangguk. Mereka berduapun menuju cafe yang tidak jauh dari kantor. Tak ada kalimat apapun dari mulut mereka sampai mereka duduk di salah satu meja saling berhadapan.


"kau terlihat berantakan" ucap sarah membuka obrolan.


Yoongi merapikan rambutnya dan menarik sedikit bajunya yang nampak kusut.


"sarah, pernikahanmu sebentar lagi, sebentar lagi kita akan jadi saudara ipar. Aku tidak ingin kau selalu membenciku''


''setelah ku pikir pikir, kau memang seharusnya menjelaskan sesuatu padaku''


''setelah mengingat semuanya, aku pergi mencarimu. Tapi kau sudah tidak ada, saat itu keluargamu memakiku karna menjadi penyebab kekacauan itu. Aku semakin merasa bersalah setelah mengetahui kau mempertahankan anak kita. Aku tidak bisa tidur nyenyak, aku berpikir bagaimana kau menjalani ini semua''


''kau mencariku?'' pertanyaan sarah singkat, namun yoongi langsung terdiam.


''iya,,'' di angguknya pelan.


''pembohong'' sarah mencibir.


''aku bersungguh sungguh, aku mencarimu kemana mana sarah''


''lalu kenapa kau tidak menemukanku?''


''apa,?'' yoongi terheran.


''dengan koneksimu dan kekayaanmu ini, bagaiman bisa kau tidak menemukanku?'' tanya sarah sedikit keras ''aku tidak pergi jauh, negara ini negara pertama yang aku kunjungi, aku juga tidak berpindah pindah tempat. Bagaiman bisa kau tidak menemukanku'' suara sarah mengecil namun penuh tekanan. ''bagaiman bisa aku percaya kau mencariku atau tidak, kau juga membohongiku tentang identitasmu. Bahkan karna terlalu bodohnya aku, aku memberi nama belakang cleo namamu'' lanjutnya


''itu kesalahan sarah. Dulu, setiap kita bertemu aku ingin sekali menjelaskan tentang itu, namun pertemuan kita terlalu indah untuk di hancurkan dengan mengungkapkannya. jadi, aku memilih menyimpannya sejenak''


''kau benar benar membuatku terkejut. Kau mungkin berkata jujur, tapi bukan berarti kau tidak bersalah, kau kurang berjuang untukku, dan membohongiku. Jadi, kau harus menerima hukumannya''


''hukuman?''


''jangan pernah menceritakan apapun tentang kita pada siapapun, mari bersikap asing, setidaknya dengan begitu kau bisa bertemu cleo. Tapi jika kau memberitahu siapapun termasuk jungkook, aku pastikan kau tidak akan bisa menemui cleo''


''bagaimana bisa seperti ini, cleo harus tau ayahnya sarah'' ucap yoongi dengan suara bergetar.


''semenjak di kandungan cleo sudah tidak memiliki ayah, jadi dia tidak kehilangan apapun, kami sudah terbiasa begini, jadi jangan datang untuk mencari celah masuk ke dalamnya'' ucap sarah. Tanpa menunggu jawaban apapun sarah langsung meninggalkan yoongi sendirian.


Setelah kepergian sarah, yoongi termenung sambil memperhatikan minuman sarah yang tak tersentuh sedikitpun. Yoongi kemudian membelalakkan matanya menyadari sesuatu. Ia dengan cepat pergi dari cafe itu menuju ke suatu tempat.