
''di mana sarah?'' tanya jungkook sesaat setelah memasuki ruangan tim pemasaran.
''dia sedang ke lapangan bersama danny pagi ini'' jelas nari sambil langsung berdiri menghormati bosnya.
Jungkook melihat jam tangannya ''tapi ini sudah siang, kenapa belum kembali ke kantor?'' tanya pria itu lagi.
''saya akan menanyakannya pak''
drrrtttttt ddrrrtttttt
Belum nari menelpon danny sudah menghubunginya lebih dulu.
''danny, kok belum balik ke kantor?'' tanya nari sambil gugup karna jungkook memperhatikannya.
''Apaa??'' ucap nari mengejutkan semua orang sekitarnya.
Jungkook menatap nari dengan banyak pertanyaan. Nari pun menutup teleponnya.
''sarah pingsan, sekarang mereka sedang di rumah sakit'' ucap nari pada jungkook.
Tanpa mengucap satu katapun jungkook berlari keluar menuju rumah sakit. Entah mengapa ia tiba tiba khawatir dan tanpa memperdulikan sekitarnya.
Tak berselang lama jungkook audah sampai di rumah sakit, saat baru ingin memasuki rumah sakit ia terhenti saat melihat sarah dan danny keluar bersama dari rumah sakit, ia sedikit berlari menghampiri sarah.
''kau baik baik saja?'' memegang kedua lengan sarah.
''bagaimana kau tau aku disini?'' tanya sarah panik, sesekali ia melirik danny.
''tidak penting, apa kau baik baik saja?''
''i-iyaa aku baik baik saja''
''kalau baik baik saja kenapa kau pingsan ?''
''kalau kau tau aku pingsan kenapa kau bertanya apakah aku baik baik saja?''
''maksudku bukan begitu, apa kata dokter, kenapa bisa pingsan?''
Sarah diam tak menjawab, matanya menunduk tak bisa menatap.
''sarah hanya kelelahan pak, kata dokternya kemungkinan darah rendah'' jawab danny.
''kalau begitu aku akan mengantarmu pulang'' jawab jungkook pada sarah.
''kalau begitu saya kembali ke kantor duluan pak, permisi'' ucap danny berpamitan meninggalkan sarah dan jungkook.
...****************...
''kalau masih tidak enak badan ijin saja dulu'' ucap jungkook memecahkan keheningan dalam mobilnya.
''aku akan istirahat hari ini, mungkin besok akan kembali bekerja!''
Sejenak terdiam jungkook berusaha mencari topik pembicaraan.
''kau ingin makan sesuatu?'' tanyanya tiba tiba.
Mendengar pertanyaannya sarah memandang wajah jungkook tidak percaya.
''kau mau makan sesuatu?'' tanya jungkook gugup karna di tatap.
''kenapa aku merasa kau sangat perhatian?'' pertanyaan itu tiba tiba terlontar dari mulut sarah.
''aku?? perhatian??''
''iya,, kau tidak seperti ini awalnya''
Jungkook tiba tiba menghentikan mobilnya dan menatap sarah.
Sarah masih dalam tatapan penasarannya kenapa jungkook jadi sangat perhatian padanya.
''aku,, ingin menceritakan satu hal padamu, mungkin setelah mendengarnya kau akan mengerti kenapa aku begini'' ucap jungkook.
''aku adalah anak haram, ibuku adalah orang ketiga dari rumah tangganya ayahku''
''maksudmu ayahmu berselingkuh dengan ibumu dan yang merawat mu adalah istri sah ayahmu? ''
''iya,, awalnya aku berpikir sangat buruk tentang ibuku karna jadi selingkuhan, tapi semakin dewasa aku mulai memahami bahwa ada banyak cara untuk menunjukkan cintanya meskipun kadang itu bisa terasa sangat egois.''
''apa kau pernah membicarakan tentang hal ini dengannya?''
''aku belum pernah bertemu dengannya selama 30 tahunan ini''.
''dia meninggalkanmu sejak kecil?''.
Sarah tersenyum mendengar pria itu berbicara dengan sangat santai, ia berusaha menjadi pendengar yang baik, pria itu menunjukkan keluh kesahnya bak anak kecil yang di ejek temannya.
''bagaimana dengan keluargamu?'' tiba tiba jungkook menanyakan tentang keluarga pada sarah.
''hanya aku dan cleo'' jawabnya singkat sambil sedikit tersenyum karna tidak ingin menceritakan tentang masa lalunya.
''baiklah, aku paham kau tidak ingin menceritakannya, cerita saja saat kau butuh pendengar, aku akan jadi pendengarmu yang baik''
''terima kasih'' ucap sarah lembut
''terima kasih juga mau jadi pendengarku''
''sama sama''
Merekapun sampai di gedung apartemen sarah, dimana obrolan itu berakhir saat jungkook mematikan mesin mobilnya.
''aku akan masuk, terima kasih sudah mengantarku!'' pamit sarah lalu membuka pintu mobil dan segera keluar.
Jungkook langsung memutar kemudinya menemui alex setelah mendapatkan pesan penting.
Ia langsung masuk ke kantor alex dan melihat alex tengah berbincang dengan seorang pria.
''kemarilah!'' panggil alex setelah melihat kedatangan jungkook
''jung kenalkan dia orang yang selama ini membantuku mencari ibumu!'' memperkenalkan pria itu pada jungkook
''oh ya, senang bertemu anda, apa ada kabar baik sekarang?''
Pria itu menyerahkan sebuah anting yang sangat mahal pada jungkook.
''apa ini'' memperhatikan anting yang ada di sebuah plastik clip.
''jung, ternyata benar wanita itu adalah ibumu, ia sudah mengaku kepada tuan william jika ia adalah park hara''
''benarkah? lalu anting sebelah ini apa?'' jungkook mulai terharu setelah meyakini jika ibunya masih hidup.
''dia bilang kau harus mencari tau tentang anting itu, dan kau akan menemukan fakta di balik itu yang bisa membantumu dan membebaskan ibumu dari pelariannya'' jelas tuan william
''ada apa dengan gelang ini'' tanyanya memperhatikan dengan seksama anting itu.
''sedikit yang saya ketahui anting itu salah satu produk ternama dan pembuatannya pun dari berlian berharga fantastis, kau bisa mencari tau siapa saja yang memiliki anting itu''
''kau harus mencari tahu siapa pemilik anting ini jung?'' ucap alex.
Jungkook menatap anting itu cukup lama ''aku akan mencari sebelahnya lagi'' gumam jungkook.
Jungkook lalu menuju beberapa tempat penjualan perhiasan terkenal.
''apa kau punya yang sejenis ini?'' tanya jungkook pada salah satu karyawan di sana
Karyawan itu memperhatikan anting itu dengan seksama.
''ini sepertinya produk kami, tapi desain itu sudah sangat lama dan tidak di jual lagi, kau bisa mencari model yang terbaru lagi dengan berlian yang sama!'' sahut karyawan itu
''apa aku boleh meminta bantuanmu?'' tanya jungkook
''apa?''
Jungkook pun membisikkan sesuatu pada karyawan itu.
''berlian itu sudah terjual bertahun tahun lamanya, bagaimana bisa kita mengingat siapa saja yang membelinya''
''aku tanya, apa kau bisa membantuku?'' tegas jungkook
''waktu itu produk ini hanya di buat sedikit kemungkinan kami bisa mengecek cctv siapa yang saja yang membelinya''
''kalau begitu berikan padaku informasi akuratnya''
''tapi tuan mengecek ini membutuhkan waktu yang sangat lama''
''aku mengerti'' ucap jungkook lalu memberikan sebuah cek pada karyawan itu.
''itu untuk di muka, jika sudah selesai aku akan memberi sisanya lagi''. Jungkook lalu pergi meninggalkan tempat itu.
Saat memasuki mobilnya pria itu menoleh ke belakang ia melihat sebuah sebuah paper bag.
''aku lupa memberikan padanya, aku akan menemuinya sekarang!'' gumamnya antusias, pria itu dengan cepat mengemudikan mobilnya menuju kediaman sarah.
''kenapa aku sangat bersemangat?'' batinnya bergulat sendiri.
''apa yang aku pikirkan, aku hanya ingin mengantar ini padanya'' jungkook berusaha mengelak perasaannya.