Sakitnya Berkorban

Sakitnya Berkorban
tentang apakah pernikahan ini


''apa enak?'' dari meja dapur sarah bertanya pada cleo yang tengah sarapan di meja makan...


''enak,,'' sambil mengunyah makanannya


''ini sangat banyak'' gumam sarah melihat masakannya yang terlalu banyak.


''kasih ke paman jungkook saja bu'' jawab cleo yang mendengar ucapan sarah.


''benar, ibu akan membawakan untuknya nanti''


''paman pasti suka''


''kenapa kau sangat yakin begitu?'' melirik jahil pada cleo


''tentu saja, masakan ibu kan enak''


''hmmmm, terima kasih sayang pujiannya pagi ini'' sarah berlari kecil menghampiri cleo dan menciumnya.


''jangan di cium bu, cleo sudah wangi'' mendorong pelan wajah sarah yang menciumnya


''ibu kan sudah sikat gigi''


''tetap saja jangan''


Sambil tertawa mereka bercanda di ruang makan, suasana terasa hangat, sarah dan cleo terlihat benar benar bahagia saat itu.


Selesai mengurus semuanya sarahpun pergi mengantar cleo dan juga berangkat bekerja.


Di tengah perjalanan sarah mengambil ponselnya yang bergetar.


/hallo/ jawab sarah


/kau dimana?/ tanya jungkook


/aku sudah hampir sampai kantor/


/kenapa tidak menungguku?/


/kau menjemputku?/


/sudah aku katakan jangan berangkat sendiri, biar aku yang menjemputmu!/ ucap jungkook sedikit marah dan langsung mematikan teleponnya.


'dia tidak bilang jika akan terus menjemput' gumam sarah lalu tetap melanjutkan langkahnya ke kantor.


Baru saja masuk ke ruangannya semua rekannya memperhatikannya, membuat sarah semakin bingung.


''apa ada yang aneh denganku?'' tanya sarah pada lisa, sesekali ia memperhatikan pakaiannya.


''memang aneh, kau memang aneh''


''apa?'' sarah kebingungan


''kau akan menikah bukan, kenapa tidak memberitahu kami sama sekali''


''bukan begitu, !'' sarah menggeleng sambil tersenyum melihat tingkah lisa yang cemberut.


''kau takut ya kami akan menghabiskan makanan di acara pernikahanmu?'' jawab danny


''tidak bukan begitu''


''bohong'' lisa menyeka ucapan sarah.


''dengar, pernikahannya masih di rencanakan bulan depan, aku tidak ingin buru buru menyebarkan berita ini'' dengan cepat sarah menjelaskan pada semua temannya.


''wah kau sangat beruntung sarah bisa masuk ke keluarga mereka'' lisa memeluk sarah dengan hangat


''semoga pernikahanmu langgeng ya''


''terima kasih'' jawab sarah dengan mata yang sedikit berbinar.


''kau bawa bekal?'' tanya lisa melihat tas bekal yang di bawa sarah.


''tidak, aku ingin memberikan untuknya hari ini''


''cieee, calon pengantin memang begitu ya, aura bahagianya bersinar'' ucap lisa dengan wajah meledek


''aku akan keluar sebentar'' ucap sarah menghindar dan membawa makanan itu.


...****************...


Saat jungkook baru tiba di kantornya seseorang menghampiri jungkook yang tak lain ialah alex.


''apa ponselmu rusak?'' ucap alex


''tidak, kenapa?''


''aku pikir rusak, karna aku mendengar kabar pernikahanmu dari orang lain bukan darimu''


''aku sedikit sibuk''


''kau berbohong''


''apa yang kau bawa?'' jungkook menatap sebuah bungkusan yang di bawa alex


''ini hadiah untukmu''


''aku sedang bekerja jadi jangan menyuruhku meminum alkohol'' tebak jungkook


''kalau begitu nanti malam kau harus meminumnya''


''baiklah'' jawab jungkook tersenyum sambil tetap melangkah menuju ruangannya.


Setelah sampai jungkook langsung menyuruh alex untuk duduk terlebih dahulu.


''tunggu sebentar'' ucapnya sambil membuka laptopnya


''ayolah, mari bicara sebentar, kau akan lebih sibuk lagi nanti jika sudah menikah''


''sebentar''


''kau sedang melihat apa?'' alex mendekati jungkook dan mulai memperhatikan apa yang jungkook lihat.


''pemilik antingnya mertua kakakmu?'' kaget alex saat melihat apa yang ada di laptop jungkook


Saat tengah dalam pemikiran yang sedikit kacau jungkook menerima sebuah pesan.


(kecelakaan sembilan tahun yang lalu) isi pesan itu membuat jungkook dan alex menganga.


''lihat orang itu kembali mengirimkan pesan'' ucap jungkook kaget, dengan cepat ia menghubungi nomor itu, namun sudah tidak bisa di hubungi.


''sial, kenapa selalu seperti itu'' umpat jungkook kesal


''kecelakaan apa maksudnya?'' alex bertanya tanya


''kecelakaan sembilan tahun lalu?''.


Jungkook dan alexpun saling diam memikirkan sesuatu.


''bukankah kakakmu kecelakaan sembilan tahun yang lalu?'' tanya alex.


Jungkook termenung sejenak ''kau benar sembilan tahun lalu ia kecelakaan, tapi apa hubungannya?''


''kau bisa mencari tahu dengan orang yang menabraknya''


''kau benar, tapi aku tidak bisa cepat karna sedang mengurus pernikahanku''


''baiklah,, oh ya kenapa kau memutuskan menikahinya?''


''dia sedang hamil''


''wah, kau bercanda?'' alex menutup mulutnya karna benar benar terkejut.


''untuk apa, dia mengatakan padaku dia hamil, aku tanpa pikir panjang mengatakan bersedia menikahinya''


''apa kau menyukainya?''


Mendengar pertanyaan alex jungkook terdiam ''aku menikahinya hanya karna anak yang ia kandung, dan juga salah satu caraku menebus kesalahan kemarin''


''kalau begitu bagaimana pernikahan ini akan berlanjut jika tidak ada perasaan apapun?''


Jungkook kembali terdiam merenungi keputusanya.


''aku akan mencintainya, aku yakin akan mencintainya'' jawab jungkook setelah cukup lama terdiam.


Setelah cukup lama saling diam jungkook akhirnya menarik nafasnya perlahan.


''apa kau tidak sibuk, aku akan ada pertemuan sebentar lagi'' ucap jungkook


''kau bohong, bilang saja ingin mengusirku !''


''aku benar benar akan bertemu seseorang sebentar lagi''


''baiklah baiklah, aku akan pergi'' jawab alex sembari berjalan keluar ruangannya.


ting ting ting


Sebuah pesan masuk ke ponsel pria itu, ia pun mengambil ponselnya.


/paman ibu memasak enak hari ini, dia sudah membawakan untukmu/ pesan cleo


/kau serius?/


/iya, aku sudah meriasnya untukmu tadi, tapi jika ibu memberinya paman berpura pura tidak tau ya/


/hehehe baiklah/


Jungkook tersenyum melihat pesan dari cleo.


''aku akan menemuinya sekarang!'' ucap nya lalu bergegas keluar.


Saat sudah berada di tempat kerjanya sarah, jungkook mencarinya di antara para pegawai.


''apa bapak mencari sarah?'' tanya danny yang baru masuk ke ruang kerjanya.


''dimana dia?''


''dia sedang di pantry''


Jungkook menatap makanan dalam box berwarna biru yang di pegang danny.


''kau membawa bekal?'' tanya jungkook pada danny


''ini?, tidak pak, ini sarah yang memberikan pada saya tadi, dia bilang lebihan di rumahnya''


''benarkah?''


''iya pak''


Jungkook pun menuju pantry mencari sarah. Ia menghampiri sarah yang tengah minum.


''apa yang kau lakukan disini?'' tanya jungkook sambil memperhatikan sekeliling pantry itu.


''aku hanya ingin minum'' jawab sarah sedikit jutek


mendengar nada bicara sarah yang sedikit jutek membuat jungkook merasa canggung ''oh ya'' jawab jungkook seadanya.


''aku harus kembali bekerja'' sarahpun meninggalkan jungkook sendiri di sana.


'apa dia tidak akan memberiku makanan itu, kenapa malah pria lain yang ia beri' gumam jungkook kebingungan.


Tak terasa waktu berselang, hari sudah sore, semua karyawan sudah berjalan memenuhi koridor untuk pulang. Jungkook dengan santai menunggu sarah dalam mobilnya sambil menjentik jentikkan jarinya pada kemudi mobil.


Sarah yang menyadari sudah di tunggu langsung masuk ke mobilnya..


Namun perjalanan kali ini tiba tiba tanpa ada suara sama sekali seperti halnya kuburan, dalam mobil itu tak ada suara sedikitpun selain bunyi mesin mobil ''apa kau ingin makan sesuatu?'' tanya jungkook memecahkan keheningan.


''tidak perlu''


''apa kau melupakan sesuatu?'' tanya jungkook mulai memancing tentang bekal yang di maksud cleo.


''apa,?''


''bukan apa apa, aku takut kau hanya melupakan sesuatu'' jawab jungkook sedikit kecewa, pasalnya ia menunda makan siangnya berpikir jika sarah akan memberinya makanan, namun hingga sore hari yang di tunggunya tidak datang juga.