
Selepas bekerja jungkook langsung menuju kediaman ayahnya untuk menemui sang kakak
''maaf aku tidak bisa makan malam bersama malam ini'' ucap jungkook pada kakaknya
''kenapa?''
''calon anak sambungku akan berulang tahun malam ini''
Hani terkekeh mendengar ucapan jungkook.
''kenapa?'' jungkook menatap iparnya heran
''tidak, aku benar benar tidak menyangka kau akan menikah dan bersedia jadi ayah sambung anak orang lain'' jawab hani.
''apa yang ingin kau bicarakan?'' yoongi menyeka ucapan istrinya dan menatapnya sinis
''bukan begitu sayang, aku hanya tidak menyangka jungkook yang dulunya manis akan langsung jadi ayah, aku hanya tertawa membayangkannya''
''tentu, oh ya kakak ipar aku ingin meminta pendapatmu?'' jungkook merogoh saku celananya mengambil sesuatu.
''apa?''
''aku ingin menghadiahkan ini pada calonku, apa menurutmu cantik?'' jungkook memperlihatkan tiruan anting yang sangat mirip dengan milik hani.
Hani terdiam sesaat melihat setiap detail anting itu.
''ini,, ini anting yang cantik, dia akan menyukainya'' ucapnya.
Jungkook tersenyum mencibir melihat tingkah hani. Ia melihat memang ada sesuatu di balik cerita anting itu.
''kak boleh kita bicara sebentar'' jungkook menatap kakaknya.
''tentu, ayo bicara di luar'' yoongi berjalan mendahului jungkook untuk keluar menuju halaman rumah orang tuanya.
Sesampainya di taman kecil rumah itu, yoongi duduk di kursi taman sembari memperhatikan jungkook.
''kau mau bicara apa, sepertinya serius''
''karna lama tidak bertemu ada banyak cerita yang ingin ceritakan''
''kalau begitu mari kita begadang mendengar ceritamu''
Jungkook tertawa melihat tingkah kakaknya yang tidak berubah, selalu ramah dan perhatian padanya.
''ada apa?'' tanya yoongi lagi dengan ramah.
''apa ingatanmu benar benar pulih sekarang?''
Yoongi terdiam mendengar ucapan jungkook.
''iya, aku mengingat semuanya'' ucap yoongi tak mau berbohong pada adiknya.
''benarkah, lalu kenapa kau merahasiakan pada semua orang'' tanya jungkook terkejut.
''entahlah, rasanya terlalu berlebihan jika mengatakannya, semuanya terasa sama juga''
Jungkook menatap dalam kakaknya, ia mengerti kakaknya tengah menyembunyikan sesuatu namun dia kembali enggan bertanya.
''aku harus ke tempat sarah dulu kak, selamat malam'' jungkook memperhatikan jam tangannya, dimana ia sudah berjanji akan menemani cleo saat ulang tahun ia pun berlalu meninggalkan kakaknya.
''sarah?'' ucap yoongi yang baru menyadari ucapan jungkook, sambil memperhatikan jungkook yang memasuki mobilnya dan berlalu pergi.
Yoongi pun masuk ke rumah karena ingin beristirahat, saat hendak memasuki kamar ia terhenti saat melihat istrinya melamun, meski punya sifat yang terlihat tak perduli ia tau betul ketika istrinya sedang merasa sedih.
''kau kenapa?'' tanya yoongi sambil berjalan menghampiri istrinya yang duduk di depan meja rias.
''kau mengejutkanku'' hani bangkit dari duduknya dan berpindah duduk di sisi kasur.
''kau memikirkan sesuatu?''
''bukan apa apa, hanya masalah pekerjaan''
''kau bisa cerita, siapa tau aku bisa membantumu'' yoongi duduk di sebelah istrinya.
''seharusnya aku senang ketika kau bicara begitu, tapi kenapa aku tidak menyukainya''
''memangnya apa lagi yang kau harapkan,? aku bisa menebaknya dan langsung membantumu tanpa bicara, begitu?''
''bukankah pernikahan kita juga karna sebuah kelancaran bisnis?''
Hani menoleh ke sembarang arah tak percaya dengan apa yang ia dengar.
''setidaknya kau harus punya perasaan untuk mengatakan itu padaku''
''kau selalu membahas perasaan, memang apa yang salah denganku, aku memukulmu? berselingkuh darimu? apa yang salah,?''
''kau tidak pernah menghargaiku, jika kau menghargaiku sebagai orang yang mencintaimu kau pasti enggan menyakitiku dengan ucapan ucapan seperti itu''
''selalu saja masalah kecil di besar besarkan, padahal kau sendiri yang memulainya''
''kenapa jadi aku,,,,''
''berhentilah mengoceh, aku akan tidur di kamar lain'' yoongi menyeka ucapan hani dan pergi meninggalkan hani sendirian di kamar itu.
Menatap langkah suaminya keluar dari kamar, hani langsung menangis ia menjepit bibirnya agar tidak bersuara.
"aku sangat takut kau pergi dariku yoongi, aku benar benar takut" ucap hani sambil menangis sesegukkan
Sedangkan di kediaman sarah, sambil merayakan ulang tahun cleo sarah menyiapkan acara barbekyu di rumahnya, hanya tersisa jungkook semua teman cleo sudah pergi setelah acara selesai.
"mari kita buka kadonya" jungkook duduk di lantai menemani cleo yang tengah membaca surat surat dari teman temannya.
"iya paman" cleo pun mulai merobek bungkusan kado bersama jungkook.
''waah apa semua teman temanmu tau kau suka karakter super hero?'' jungkook terkejut karna hampir setengah hadiah adalah ber tema super hero.
''apa kalian mau makan lagi?'' panggil sarah dari dapurnya.
''apa masih ada bu?'' cleo menghampiri ibunya.
''masih banyak, kalian habiskan saja''
Jungkook dan cleo lalu duduk dan memakan makanan itu
''apa kau tidak makan?'' tanya jungkook
''aku masih kenyang'' jawab sarah sambil tetap melanjutkan mencuci piring.
''lihat lah foto ini paman'' cleo memperlihatkan foto polaroid yang ia ambil tadi.
Jungkook tersenyum menatap fotonya bersama sarah dan cleo.
''ini akan jadi foto favoritku, aku akan memajangnya di kamar'' cleo bangkit dari kursinya dan berlari ke kamar.
''ini sudah malam, aku ingin beristirahat'' sarah menghampiri jungkook yang berada di meja makan.
''iya, beristirahatlah, aku akan pulang'' jungkook berdiri dan mengambil dua plastik besar sampah sisa acara.
''itu sampah untuk apa kau membawanya?''
''aku akan membuangnya selagi keluar, istirahatlah''
Jungkookpun keluar dari tempat sarah dengan menenteng dua kantong besar sampah.
Tidak tau bagaimana cara menjelaskan perasaan, hanya saja mereka menikmati kebersamaan mereka.
Jungkook dengan senyum lebar kembali ke apartemennya, saat masuk ia melihat kakaknya sudah tertidur di ranjang miliknya tanpa atasan.
''kak, kenapa kau bisa tidur di sini?'' jungkook menggoyang goyangkan badan kakaknya yang tertidur pulas.
''jangan menggangguku, aku sangat lelah'' ucap yoongi sambil sesekali menggeliat.
Jungkook memperhatikan bekas luka pada bahu kakanya, bekas luka yang dalam dan bekas jahitan pada dagunya.
''bagaimana kecelakaan itu bisa menimpa dirimu, kau pria yang baik, aku benar benar tidak bisa mengerti bagaimana bisa kau bertahan hidup saat kecelakaan parah itu'' batin jungkook hendak menangis melihat kakaknya.
Ia pun membaringkan badannya tepat di samping yoongi.
''aku tidak akan membiarkan orang dengan mudahnya menyakiti orang yang aku sayangi, aku akan mencari tahu dalang dari kecelakaanmu dan setelah itu aku akan membebaskan ibuku dari setiap langkah persembunyiannya'' batin jungkook.
Ia menatap sendu punggung kakaknya tanpa mengucapkan sepatah katapun, jungkook tak habis pikir bagaimana bisa dami membiarkan pelakunya pergi begitu saja.
'aku yakin, kakak ipar pasti tau sesuatu, tapi aku juga yakin ia tidak akan mengatakan apapun, karna ia pasti terlibat sesuatu dengan dami'