Sakitnya Berkorban

Sakitnya Berkorban
amarah sarah


''cleoo,,!'' panggil sarah.


Cleo dan yoongipun menoleh ke arah sarah, awalnya sarah merasa baik baik saja, namun perasaannya langsung berubah saat melihat pria yang di samping cleo adalah yoongi. Dengan perasaan marah sarah langsung menghampiri cleo dan menarik tangan putranya ''cepat pulang!'' ucap sarah sambil berjalan cepat berusaha mengikis kedekatan cleo dan yoongi.


''kenapa ibu disini?'' raut wajah cleo menjadi bingung, ia merasa sikap ibunya berbeda.


Tanpa menjawab sarah menggandeng tangan cleo untuk pergi dari sekolah itu dan menjauhi yoongi.


Sementara yoongi hanya diam. Melihat kekesalan sarah membuatnya tak bisa berkutik, rasa penyesalan tentang melewatkan masa kecil cleo saja sudah membuat merasa hancur, kini kekesalan sarahpun jadi sesuatu yang menyakitinya.


''saraahh'' panggil yoongi lembut namun masih terdengar oleh sarah.


Sejenak langkah kaki sarah terhenti namun ia tak mau menoleh dan tetap melanjutkan langkah kakinya menjauh.


''ku mohon berhentilah, mari kita bicara!'' yoongi sedikit mempercepat langkahnya menuju sarah dan cleo yang sudah berjalan di trotoar.


''sarah,,, sarah ku mohon dengarkan aku!'' ucap yoongi dengan suara tertekan menahan air matanya.


Mendengar suara kepedihan itu sarah menghentikan langkahnya, ia menarik nafasnya perlahan dan memejamkan matanya sejenak.


''sayang kau pulang dulu ya bersama bibi!'' sarah menunjuk bibi tum yang baru saja tiba ingin menjemput cleo.


Cleo melihat ke arah yoongi yang berada di belakang mereka, namun tak ada sepatah katapun dari cleo meski kebingungan melanda pikirannya, ia hanya mengangguk menuruti ucapan sarah dan mendekati bibi tum.


Setelah memastikan cleo benar benar jauh, sarah lalu berbalik mendekati yoongi yang semenjak tadi berdiri menunggunya.


''aku tidak tau harus di mulai dari mana. Tapi, aku tidak pernah berniat meninggalkanmu''


''stop,,!! jangan menjelaskan apapun, waktumu menjelaskan sudah habis. Jadi, katakan apa yang ingin kau ketahui saja'' ucap sarah dengan tegas, sambil menatap pria yang ia cintai sembilan tahun lalu itu''


''tidak bisa begini sarah, kau harus mendengarkan penjelasanku!''


''apa yang bisa berubah,? apa penjelasanmu bisa memperbaiki segalanya, kau tau bagaimana hancurnya aku sembilan tahun ini, jadi jangan membuat hancurku sia sia tuan yoongi''


''aku benar benar kecelakaan waktu itu, aku,,,''


''kau baru sadar setelah sembilan tahun,,?'' ucap sarah menyeka penjelasan yoongi.


''kau banyak berubah sarah,,''


''apa yang kau harapkan dari sembilan tahun ini, aku masih bodoh menyerahkan badanku dan hamil, lalu kau berpura pura meninggal untuk mengelabui ku, dan bahkan aku sangat bodoh waktu itu karna tertipu dengan identitas palsumu''


''aku terlalu banyak bersalah, jadi aku ingin meluruskannya, ini terjadi begitu saja sarah,''


''sudah ku bilang waktu menjelaskannya sudah habis,,, saat kemarin kita kembali bertemu, kau tau, aku sangat berharap kau datang padaku dan menjelaskan semuanya, tapi kau tidak datang sama sekali, kau membuatku pusing dengan banyak pertanyaan dalam benakku'' Sarah mulai menangis, air matanya mengalir dari matanya, namun dengan cepat ia menghapus jejak air mata dari pipinya. ''jadi jangan mencoba menjelaskan apapun padaku, aku lebih baik membencimu seperti ini, dari pada harus memaafkanmu atas apa yang terjadi. Jadi, jangan membuat dirimu pantas di hadapanku'' tanpa menunggu jawaban dari yoongi sarah berbalik melangkah untuk menjauhi yoongi. Sementara yoongi hanya terdiam menahan sesak di hatinya mendengar ucapan sarah.


Pria gagah itu akhirnya meneteskan air matanya tanpa bersuara, ia menutup matanya dengan tangannya mencoba agar air matanya tak keluar melebihi batas, namun sebagaimana ia menahannya rasa sakitnya tetap tergambar dari setiap tetesan air matanya.