Sakitnya Berkorban

Sakitnya Berkorban
pengunduran diri sarah


Yoongi kembali ke korea untuk menemui hani. Saat ia tiba di rumah mewahnya, yoongi terkejut dengan kehadiran ayah dan ibu mertuanya. Mengetahui hani pasti sudah menceritakan segalanya tak membuat yoongi menundukkan kepalanya, seakan akan ia sudah sangat yakin dengan keputusannya.


''kau datang tepat waktu'' ucap ayah hani pada yoongi.


Yoongi hanya diam, ia berjalan mendekati mertuanya dan duduk berhadapan dengan mertuanya.


''anakku bilang kau ingin menceraikannya demi wanita yang baru kau temui. Apa itu benar?''


''maaf ayah. Aku akan berterus terang bahwa aku ingin bercerai dengan hani. Tapi, karna dia telah melakukan kesalahan fatal''


''sefatal apa,? apa kau pikir kau tidak pernah melakukan kesalahan?'' ucap ayahnya menahan emosi ''seharusnya aku tidak menikahkan kalian jika seperti ini''


''ini lah kesalahannya, kalian tau aku tidak mencintai hani, tapi kalian tetap menikahkan kami, kalian punya kesempatan saat aku tidak mengingat apapun. Kalian bahkan tidak tau bahwa ada anak dan wanita yang menderita karna aku''


''apa maksudmu?'' tanya min kyu penasaran dengan ucapan yoongi.


''saat aku membatalkan perjodohan dulu, itu karna aku mencintai wanita lain, dan wanita itu tengah mengandung. Bisa kalian bayangkan jika wanita itu adalah hani. Dia tetap melahirkan anakku seorang diri, mengorbankan semua mimpinya hanya agar anakku tetap hidup, tak terbesit dalam pikirannya untuk menghilangkan anakku walau harga dirinya jadi korban'' ucap yoongi seraya bersedih membayangkan kesulitan sarah.


''aku tidak ingin mendengar penderitaan orang lain, yang kami pedulikan hanya hani'' sahut ibu hani yang duduk di samping suaminya.


Yoongi mengangkat kepalanya dan menatap ibu mertuanya ''sekarang aku tau dari mana sifat hani di turunkan''


''JAGA BICARAMU KIM YOONGI...!!!'' teriak oh min kyu padanya ''apa kesalahan hani sampai kau tega menyakitinya seperti ini, selama ini dialah yang selalu berada di sisimu dia bahkan tidak pernah membantah setiap perkataanmu, dia selalu membuatmu menjadi yang pertama. Bagaimana bisa perasaan itu terbalas semenyakitkan ini'' lanjut min kyu dengan suara menekan.


''maaf ayah..'' tunduk yoongi


''jadi, keputusanmu bulat?'' tanya hani mengejutkan mereka yang duduk di sana. Semua orang lantas menoleh pada hani. Hani mendekati yoongi dan langsung menamparnya.


Plaaakkkk


Yoongi hanya diam menerima sakit dari tamparan hani. Melihat itu, oh min kyu dan istrinya sedikit menggunjingkan senyumnya.


''jangan pernah datang ke pengadilan untuk mengajukan gugatan, jika kau melakukannya aku akan memberi pelajaran pada sarah'' lanjut hani mengancam.


Yoongi berdiri dari duduknya, ''kau kehilangan kesabaran dan memperlihatkan sifat aslimu'' ucap yoongi singkat, ia pun melangkah ingin menjauh dari mereka.


''bahkan orang baik pun akan melakukan hal yang sama jika di sakiti seperti ini!'' suara hani melemah sambil melihat punggung suaminya.


Yoongi terhenti mendengar ucapan hani, ia menoleh kembali pada hani ''tidakkah kau lihat kebaikan itu ada pada sarah, jangan mencoba mengelak kenyataannya, kau sendiri melihat bagaimana sifat tulusnya'' jawab yoongi sebelum akhirnya ia pergi dari rumah itu.


...****************...


Di rumahnya sarah sedang menemani cleo untuk tidur. Malam itu juga seseorang mengetuk pintu unit rumah sarah, ia bergegas melihat siapa yang datang di waktu itu, ia pun membuka pintunya saat melihat orang yang mengetuk pintu rumahnya adalah kim young do.


''apa cleo sudah tidur?'' tanya young do sesaat setelah pintu di buka.


''belum'' sarah sedikit menggeleng. ''kenapa anda datang malam malam begini?'' sarah bertanya.


''ini,,, aku sudah mengurus semuanya, kau bisa pergi dalam waktu dekat'' menyerahkan beberapa berkas dan sejumlah uang.


''kenapa kau memberiku uang sebanyak ini?'' kaget sarah melihat uang cash yang terisi satu tas penuh.


''aku sudah membayar penalti tentang lepas kontrakmu secara diam diam dari jungkook, aku juga sudah membelimu rumah. Dan ini uang untukmu, karna kau sedang hamil sebaiknya tidak usah bekerja, pakai uang ini saja. Hidup saja dengan tenang, jika ada sesuatu hubungi aku saja''


''tapi, ini sangat banyak, aku merasa tidak bisa menerima banyak bantuan seperti ini'' tolak sarah karna ia sangat tidak merasa enak menerima bantuan sebanyak itu.


''apa yang kau bicarakan nak,,? kau mengorbankan segalanya demi melahirkan cucuku, dan kau ingin aku berdiam diri tak melakukan apapun?''


''aku melahirkan cleo karna dia adalah anakku. Jadi, kehidupannya adalah tanggung jawabku. Maaf, aku akan berterima kasih tentang kontrak ini'' sarah mengambil berkas yang di beri young do dan mengembalikan tas yang berisi uang tersebut. ''tapi aku tidak akan menerima uang dan rumah ini''


''kenapa nak? bukankah waktu itu kau setuju''


''setelah ku pikir pikir, sebaiknya aku tidak perlu terlalu jahat seperti itu. Mereka boleh menemui anak mereka kapanpun. Tapi, untuk sementara aku akan menjauh dari kalian dan berdamai dengan diri sendiri dulu. Ini hanya tentang waktu''


Sarah tersenyum kecil, ia melihat surat yang ada di tangannya ''aku akan pergi untuk menenangkan diri secepatnya'' ucap sarah. ''oh iya. Apa anda ingin bertemu cleo?''


''tidak, lain kali saja, kalian istirahat saja'' tolak young do.


''baiklah''


Young do pun pergi meninggalkan tempat sarah. Namun saat ingin kembali ke kamarnya sarah merasakan perutnya keram.


''aahh.'' ia meringis sambil memegang perutnya ''kenapa akhir akhir ini sering begini'' gumamnya sambil perlahan masuk ke dalam kamar.


Ke esokkan paginya sarah kembali ke kantor, tapi kali ini bukan untuk bekerja, melainkan untuk membereskan barang barangnya.


''sarah!'' panggil lisa saat sarah ingin masuk ke dalam lift.


Sarah diam tak menjawab, ia hanya menoleh ke arah lisa, rasa kesalnya akan lisa masih melekat di hatinya. Ia hanya melihat lisa yang semakin mendekat. Saat lift terbuka sarah lebih dulu masuk dan di susul oleh lisa.


''sarah maaf atas kelakuanku.. tapi,, aku tidak berniat begitu, hal itu hanya tiba tiba keluar dari mulutku'' ucap lisa menjelaskan bahwa ia tidak berniat menjadikan sarah sebagai bahan gosippan.


Sarah hanya diam tak menjawab.


Melihat sarah diam lisa mengambil ponselnya dari tas ''sarah apa kau ada melihat artikel tentang perusahaan hari ini''


''apa?''


Sarah kemudian membuka ponselnya dan membaca berita seputar perusahaannya.


''anak kedua dari pengusaha kim young do membatalkan pernikahannya karna perselingkuhan kekasih dengan kakakknya'' ucap sarah kecil. ''berikut foto foto meraka berselingkuh'' sarah semakin terkejut memikirkan bahwa wajahnya akan terpampang jelas di artikel itu. Ia melihat beberapa fotonya dan yoongi yang tersebar.


''siapa yang melakukan ini,,'' sarah mencengkram kuat ponselnya. Ia kemudian ingin menemui jungkook. Saat tiba di depan ruangannya, sarah langsung mendobrak akan masuk.


''apa yang kau lakukan?'' rebecca menghentikan sarah yang ingin masuk dengan paksa.


''aku ingin bicara dengannya''


''dia tidak di kantor sekarang''


Sarah pun menghentikan dirinya, ia merapikan bajunya yang sedikit kusut. ''kalau begitu katakan padaku dimana dia sekarang?'' ucap sarah dengan nada tidak hormat.


''ada apa denganmu, sopanlah sedikit, ini sedang di kantor''


''kau pasti tau kan tentang artikel yang beredar hari ini''


''owhhh,, jadi kau marah karna artikel hari ini'' tawa rebecca menggambarkan ia menertawakan sarah. ''maaf, maaf'' ucap rebecca.


''apa yang membuatmu tertawa?" sarah menatap tajam rebecca.


"tidak, kau terlihat sangat marah, padahal kenyataannya kan memang seperti itu"


"kau tidak tau apapun tentang hidup orang, bagaimana bisa mulutmu menggunjingkan tawa busuk itu"


"tawa busuk kau bilang?" rebecca mendorong sarah dengan telunjuknya. "aku tidak tau apapun? apa kau pikir aku tidak tau kau menjual tubuhmu untuk jungkook, dan menjebaknya dalam kehamilanmu ini"


Sarah terdiam mendengar hinaan rebecca, matanya memerah saat kata itu menembus pendengarannya. Karna merasa sangat malu, sarah pun pergi tanpa suara dari tempat itu, ia kemudian kembali ke ruangannya dan membereskan barang barangnya.


"sarah apa yang kau lakukan'' ucap danny yang kebingungan melihat sarah mengemasi barang barangnya.


''dia sudah memutuskan kontrak kerjanya'' jawab pak chen pada danny.


''apa,,?'' sontak ucapan pak chen mengejutkan semua rekan kerja sarah. Sarah yang merasa sedih akan hinaan rebecca dan berita yang tersebar membuatnya diam tak menjawab sepatah katapun setiap pertanyaan rekannya. Setelah cukup lama diam, sarah menarik nafasnya perlahan dan ia pun memandang semua rekan yang menatapnya


''untuk semuanya, maaf jika aku merepotkan kalian selama ini. Aku sudah mengajukan pengunduran diriku beberapa waktu lalu, karena sistem kerja kontrak, aku tidak berani mengatakan apapun sampai akhirnya semua selesai. Maaf kepada kalian semua yaa'' ucap sarah sedikit menunduk menghormati semua rekannya.