
Yoongi menemui pria yang pernah ia temui di kediamannya.
''BAJINGAAN!!!'' teriak yoongi sambil melemparkan ponsel pada orang itu.
''Ada apa tuan?'' ucap orang itu ketakutan.
''kau membohongiku selama ini, kenapa kau melakukannya?'' yoongi mencengkram erat kerah baju orang itu.
''apa yang kau maksud tuan,? saya tidak mengerti'' ucapnya benar benar ketakutan.
Mendengarnya membuat yoongi semakin marah, ia pun memukul pria itu berkali kali, namun pria itu tak melawan sedikitpun. Setelah puas melampiaskan amarahnya, yoongi berjongkok di depan orang itu yang sedang terkulai di lantai.
''dia ada di sini, dia tidak jauh, bagaimana bisa kau tidak menemukannya''
''tuan,,''
''AYOOO jelaskan padaku!'' teriak yoongi sambil mengepalkan tangannya ingin kembali memukuli pria itu
''ini perintah ibu tuan''
''apa?'' kepalan tangan yoongi melemah.
''ibumu yang memerintahkan ku untuk membohongimu''
''kau menceritakan padanya jika ingatanku kembali?''
''tidak, dia sudah tau ingatanmu kembali''
Yoongi terkulai lemas, ia berusaha merahasiakan bahwa ia sudah mengingat semuanya pada siapapun, namun ibunya sudah mengetahui rencana yoongi dan menggagalkannya diam diam.
''padahal aku membayar banyak untukmu, kenapa kau melakukannya. Karnamu aku kehilangan sarah dan anakku''
Orang itu merangkak mendekati yoongi dan memegang kaki yoongi. ''tuan, jika saya tidak melakukan ini keluarga saya juga terancam tuan, saya hanya berusaha melindungi keluarga saya'' ucap orang itu..
Yoongi tak ingin mendengarnya langsung menangkis tangan pria itu dengan kakinya dan meninggalkannya dengan wajah babak belur.
Penuh amarah yoongi mengendarai mobilnya dengan sangat cepat, ia memukul kemudinya sambil berteriak. Ia kemudian sampai di suatu perusahaan di mana ibunya menjabat sebagai pimpinan di sana.
Yoongi menerobos masuk menemui ibunya yang sedang berbincang dengan seseorang di kantornya.
''yoongi?'' ucap dami terkejut.
Yoongi mendekati ibunya dengan langkah tertatih dan tatapan kekecewaan.
Melihat kehadiran yoongi, tamu kim damipun berinisiatif untuk pergi. ''mari kita bicara lagi nanti'' ucap orang itu.
Setelah memastikan tamunya pergi, dami langsung mendekati yoongi yang sedari tadi menatapnya dingin.
''ada apa sayang?''
''bagaimana bisa kau sejahat itu.? Bagaimana bisa yang melakukan hal buruk itu ibuku''
''apa yang kau bicarakan, apa hani membuat masalah lagi. Aku lihat beberapa hari ini kau mengacuhkan hani'' ucap dami.
''kau sangat ingin punya cucu kan?''
Pertanyaan yoongi membuat dami mengerutkan keningnya.
''karnamu aku mendapatkan hukuman, dan sekarang kau juga harus menerima hukumannya'' lanjut yoongi sambil berkaca kaca.
''apa yang kau bicarakan nak?'' dami semakin tidak paham.
''kau tau aku sudah mengingat semuanya kan, kau juga tau aku mencari wanita itu. Bisa bisanya kau berpura pura tidak mengetahui tentang itu, tapi malah membayar seseorang untuk mempersulitku menemukannya. Apa yang kau harapkan dari ini semua?''
Kim dami diam mematung mendengar ucapan yoongi, matanya membelalak terkejut karena yoongi mengetahui semua.
''ayo bantah,!'' ucap yoongi lagi.
''mama melakukan ini demi pernikahanmu, kau mengingat semuanya setelah menikah, jika kau menemukannya pernikahanmu akan berantakan yoongi'' kim dami mendekati anaknya sambil berusaha menggapai tangan sang anak.
Yoongi menepis lengan dami yang ingin memegangnya ''aku tau kau tidak menyetujui hubunganku dengan wanita itu, tapi kenapa kau membiarkannya saat aku tidak sadar, kenapa kau tidak memberitahuku bahwa ada wanita yang sedang mengandung anakku tengah menungguku saat aku hilang ingatan'' yoongi menyapu air matanya yang mengalir ''kenapa kau menjadikanku orang yang jahat''
''tidak sayang, bukan itu maksud mama,,,'' dami sedikit panik melihat anaknya menangis.
''mama tau, dia melahirkan anakku, dan mama tau bagaiman rasanya di panggil orang lain dari anak sendiri, anakku sudah sangat besar, dia sangat mirip denganku, tapi dia tidak mengenalku''
Dami mematung mendengarnya ''maksudmu anakmu?, cucuku?''.
''sarah tidak bisa memaafkanku atas semua ini, itu semua karnamu''
''sarah?'' kim dami mematung.
''jika saja kau tidak melakukan ini, mungkin sekarang kau bisa bermain dengan cleo cucumu'' ucap yoongi lalu ia pun beranjak meninggalkan ibunya.
Dami kembali mengingat saat ia menelpon sarah sembilan tahun lalu untuk membohongi sarah bahwa yoongi meninggal dalam kecelakaan dan menyuruhnya untuk aborsi.'bagaiman aku sampai tidak menyadarinya jika sarah adalah,,,,' batin dami.
''pantas saja aku marasa sangat menyukai cleo'' gumam dami sambil tersenyum. Bukannya menyesal ia malah tersenyum bahagia mengetahui cleo adakah cucu kandungnya, tanpa punya perasaan bersalah terhadap sarah.