Sakitnya Berkorban

Sakitnya Berkorban
aku tak lagi mencintaimu


Saat tengah mabuk berat jungkook membaringkan dirinya di atas kasur. Alex menatap jungkook yang tengah berbaring. ''dia bicara apa tadi?'' maksud alex adalah yang di bicarakan sunwoo.


''aku tidak ingat'' ucap jungkook tak perduli.


''baiklah, aku akan pulang dulu'' ucap alex seraya pergi dari apartemen jungkook.


Matahari sudah menyinari seisi kamar jungkook. Namun, pria itu tak kunjung bangun karna pengaruh minumannya.


Notifikasi pesan di ponselnya terus menerus berbunyi membuat pria itu kesal.


''aaiiiissssh, aku sedang berlibur sekarang'' ucapnya kesal. Ia pun merogoh ponselnya yang ada di saku celananya. Dengan mata menyipit ia melihat banyaknya pesan yang masuk.


''apa ini?'' gumamnya seraya memperhatikan ponsel. ''siapa yang menulis artikel ini?'' mata jungkook membelalak, ia semakin terkejut karena di artikel itu ada foto sarah dan yoongi yang keluar dari mobil.


''apa sarah sudah melihat artikel ini?'' jungkook pun mulai kepikiran, ia dengan sigap bersiap dan segera menuju rumah sarah.


Saat sudah berada di depan unit gedung sarah ia malah berhenti karna melihat mobil yoongi sudah terparkir di sana.


''kak yoongi pasti sudah menenangkannya'' jungkook pun berputar dan mengurungkan niatnya menemui sarah. Namun sebelum benar benar pergi ia terkejut akan kehadiran cleo yang berada di sisi kiri mobilnya.


Cleo mengetuk kaca mobil jungkook seraya mengintip. Jungkook pun keluar untuk menyapa cleo.


''hay cleo!'' sapa jungkook sedikit canggung pada bocah delapan tahun itu. Karna setelah memutuskan untuk membatalkan pernikahannya sejak saat itu ia tak pernah menjumpai cleo.


''apa paman baru saja menemui mama?'' tanya cleo seraya memegang sebuah plastik hitam.


''belum sayang, paman tiba tiba ada urusan''


''ooohh''


Jungkook menatap wajah polos cleo, ia pun sedikit berjongkok untuk mensejajarkan tingginya dengan cleo. ''kenapa kau tampak sedih?'' tanyanya.


''paman, aku tau ini masalah orang dewasa, tapi ini selalu menggangguku''.


''apa ?'' tanya jungkooak


''apa ibuku membuat kesalahan sehingga kau membatalkan pernikahannya?''


Mendengar itu jungkook terdiam, ia menatap mata cleo dengan penuh perasaan ''ibumu tidak melakukan kesalahan sayang'' seraya mengelus bahu cleo.


''jadi, kenapa di batalkan?. Aku sangat menyukaimu paman, aku sangat tidak sabar menunggu kita menjadi keluarga, karna itulah rasa kecewanya masih di sini'' cleo menunjuk dadanya yang ia rasa sakit.


''maaf sayang, tapi kau harus mengingat ini, ada beberapa hal yang tidak perlu kita ketahui dengan cepat. Suatu saat kamu akan tau, dan saat kau tau kau tidak akan terluka''


''maksud paman, jika aku tau sekarang aku bisa sajaa terluka?''


''iya, rasanya mungkin melebihi yang kau rasakan sekarang''


Jungkook pun memeluk cleo erat, sebelum akhirnya ia pergi dari kawasan itu.


Sesampainya kembali ke rumahnya jungkook pun langsung mengambil minuman beralkohol dan langsung meneguknya. ''kenapa jadi begini,? tapi, aku sudah mundur terlalu jauh'' ucapnya dengan perasaan menyesal.


......................


Di kediaman sarah, yoongi langsung menemui sarah setelah mengetahui berita yang beredar. Ia memperhatikan sarah yang nampak tidak perduli dengan sekitarnya.


''kau terlihat pucat, kita ke rumah sakit yaa'' bujuk yoongi khawatir seraya memperhatikan sarah yang tengah membersihkan meja.


Sarah melempar lap yang di tangannya ke sembarang arah, ia lalu menatap ke arah yoongi dengan sayu ''kenapa kau menceraikannya,? dia tidak bersalah'' tanya sarah frustasi karena yoongi mengatakan ia sudah mengajukan gugatan pada hani.


''aku mencintaimu sarah, berapa kali harus ku katakan karna aku sangat mencintaimu. Kau dengar?'' tekan yoongi.


''aku kesulitan karnamu, bagaimana jika cleo mengetahui ini?''


''bagaimana pun dia akan tau''


''jangan secepat ini, tidak bisakah kau menahannya sebentar, dia baru sembuh dari penyakitnya, dia baru mulai sekolah, bagaimana bisa dia tidak terguncang jika tau tentang berita begini'' ucap sarah sedikit lantang, namun di penghujung kata ia kemudian menjadi senyap saat cleo memasuki rumah.


''ada paman yoongi ya disini?'' ucap cleo seraya membawa masuk plastik belanjaan dan menaruhnya di atas meja yang berada di samping sarah berdiri. ''ini ma'' ucap cleo.


''tadi ada paman jungkook di bawah. Apa paman yoongi di antar paman jungkook?'' ucap cleo seraya berusaha duduk di atas kursi.


''jungkook?'' sarah dan yoongi serentak terkejut.


''iya, aku memintanya mampir, tapi dia bilang ada sesuatu yang mendesak.'' lanjut cleo.


Sarah dan yoongi sejenak saling menatap, ''cleo,, sebenarnya paman datang sendiri kesini untuk menemui kalian secara pribadi'' yoongi berusaha mengatakan sesuatu pada cleo.


''untuk apa?'' dengan polos cleo bertanya


''cleo,,, sebenarnya,,,''


''hentikan!!'' dengan cepat sarah menyeka kalimat yoongi. Ia pun menarik yoongi menjauh dari cleo.


''kenapa kau sangat marah?'' yoongi berusaha menahan tangan sarah yang terus menerus menariknya.


''aku bilang ini bukan saatnya''


''tidak apa apa sarah, cleo anak yang pintar, dia akan bisa memahaminya''


''tidak, bukan begini caranya'' dengan cepat sarah membantah. ''yoongi dengarkan aku, setelah ku pikir aku terlalu banyak menarik ulur perasaanmu''


''apa maksudmu?'' yoongi menatap sarah dengan penasaran.


''aku selalu diam saat kau mengatakan mencintaiku dan ingin memperbaikinya. Aku terluka terlalu banyak hingga aku tidak bisa melukai orang lain''.


''apa yang ingin kau katakan?'' tanya yoongi sambil menatap dalam mata sarah.


Meski sedikit gugup dengan tatapan yoongi, sarah menghela nafasnya perlahan sebelum menjawabnya ''aku tidak lagi mencintaimu, aku tidak tau kapan perasaan itu hilang. Aku tidak bisa langsung menolakmu karna keraguanku sendiri, aku selalu bertanya tanya kenapa sangat sulit menerimamu, bahkan menurutku istrimu saja bukan hambatan, aku bahkan tidak lagi marah tentang apa yang terjadi. Lalu Apa yang membuatku ragu? aku selalu bertanya tanya tentang itu setiap saat'' sarah pun menjelaskannya dengan pelan di iringi air mata.


Mendengar itu yoongi seketika mematung, ia hanya menatap sarah yang menunduk menyembunyikan tangisannya.


''aku tidak mencintaimu lagi, maafkan aku'' lanjut sarah seraya menangis sesenggukan.


Yoongi langsung mendekatinya dan memeluk sarah, baginya tangisan sarah lebih menyakitinya ketimbang mengetahui sarah tidak lagi mempunyai perasaan padanya.


''maaf, maafkan aku'' yoongi mengelus pelan surai sarah seraya menahan air matanya agar tidak mengalir.


''tolong, jangan membuat dirimu menyesal dengan menceraikan istrimu'' sarah melepas pelukan yoongi, dan menatap pria itu penuh harap agar mengurungkan niatnya bercerai.


''aku akan tetap menceraikannya, bahkan jika kau tidak kembali padaku aku tetap menceraikannya''


''tapi dia sangat mencintaimu''


''aku juga sangat mencintaimu, tapi itu tidak jadi alasanmu memilihku bukan?'' ucap yoongi mampu membuat sarah terdiam menyetujui ucapan yoongi.


''dia membuat kesalahan besar, aku sangat kecewa''


Sarah hanya diam mendengarkan yoongi bicara.


Yoongi tiba tiba berbalik mendekati sarah, ''sarah, bukan tidak mungkin kau akan kembali memiliki perasaan padaku kan?''.


''aku,,,,,''


''jangan menutup hatimu padaku''


''aku tidak menutup hati pada siapapun, tapi juga tidak asal membuka hati''


''ini semua karna aku terlambat menemukanmu, seandainya aku lebih cepat, ini tidak akan terjadi pada kita'' ungkap yoongi menyesal karna baru menemukan sarah.


Sarah hanya menatap sendu raut yoongi yang sangat sedih, ia menelan salivanya dan perlahan mendekati yoongi. Dengan pelan sarah memeluk yoongi.


''mari kita jalani hidup masing masing, kau tetap ayah cleo, tidak ada yang bisa merubah kenyataannya'' ucap sarah seraya memeluk yoongi dengan tubuh mungilnya.


''tapi, aku juga perlu waktu untuk mengatakan pada cleo tentang ini'' lanjut sarah