Sakitnya Berkorban

Sakitnya Berkorban
keputusan jungkook


Dalam gelap jungkook melihat kakaknya menangis pilu. Pria itu terdiam dalam balutan kegelapan, ia mendengar semua ucapan sarah dan yoongi dari awal. 'apa yang terjadi?' batin jungkook mengepalkan tangannya sambil menangkup dagunya erat.


Tidak bisa melakukan apapun ia hanya tetap diam memperhatikan yoongi, hingga akhirnya yoongi pergi dari tempat itu. Jungkook melangkah pada tempat dimana yoongi dan sarah sempat berbincang, bayang bayang saat yoongi mencium sarah membuatnya merasa sesak. 'jadi yoongi adalah ayah cleo?' batinnya, ia pun mendongak menatap balkon apartemen sarah dari bawah ''kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya padaku?'' gumam jungkook.


Pria itu pun lantas pergi tanpa di ketahui siapapun kehadirannya di sana. Ia mengemudikan mobilnya dengan cepat penuh amarah, sampai fokusnya hilang ia hampir saja menabrak bokong mobil lain yang sedang menepi.


''siaaalll!!'' umpatnya sambil memukul kemudi mobilnya ''sialll, kenapa aku jadi merasa tidak bisa terima begini?'' jungkook merasa kesal dengan dirinya, karna mengapa ia menjadi sangat kesal antara hubungan ini. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk memutar balik mobilnya dan mengejar yoongi. Namun ia malah melihat mobil yoongi sedang terparkir di pinggir jalan, ia pun menghentikan mobilnya dan beranjak keluar mencari yoongi. Awalnya jungkook berpikir yoongi berada di sebuah kedai minum, namun saat mencari ia tidak menemukan kakaknya. Jungkook pun mencoba memperhatikan dalam mobil yoongi, alangkah terkejutnya ia melihat yoongi sedang tertidur dengan botol minuman di tangannya.


''kak buka pintunya!'' panggil jungkook sambil mencoba membuka pintu mobil yoongi yang terkunci.


''kak yoongi.!!'' teriak jungkook sambil memukul mukul kaca mobilnya.


Yoongi yang setengah sadar sedikit membuka matanya, ia melihat di balik pintu mobil jungkook tengah mengetuk pintu mobilnya berulang ulang. Sedikit sempoyongan yoongi pun membuka mobilnya dan jungkook pun langsung masuk ke dalam mobilnya.


Sedikit panik jungkook bergegas mengambil minuman yoongi dan membuangnya ''kau seharusnya tidak boleh minum jika akan mengemudi'' ucap jungkook. Ia pun mencoba memindahkan badan yoongi ke kursi penumpang di sebelahnya, lalu jungkook memasang seat belt pada kakaknya ''aku akan mengantarmu pulang!'' Jungkook mengurungkan niatnya untuk membahas sarah karna kondisi kakaknya yang tidak sadar.


Jungkook pun mengemudikan mobil yoongi berniat mengantar yoongi ke rumah ibunya.


''jung!'' panggil yoongi sambil menatap lemas jungkook.''aku sangat mencintai sarah, di sini terasa sangat sakit'' yoongi menepuk nepuk dadanya sambil menangis, namun selang beberapa saat ia pun kembali memejamkan matanya.


Jungkook diam tak menjawab apapun, ia tau jika menjawab pun yoongi tidak akan mengingatnya.


Saat tiba di rumah ibunya, jungkook membopong yoongi untuk masuk, saat akan menaiki tangga hani terkejut melihat yoongi yang tidak sadarkan diri ''astaga!, apa yang terjadi?'' hani berlari mendekat dan langsung ikut membopong badan yoongi.


''dia mabuk berat'' jawab jungkook singkat.


Hani dan jungkook pun membaringkan badan yoongi di kasur, hani dengan sigap melepaskan sepatu yoongi.


''ada apa dengannya jung? kenapa dia seperti ini akhir akhir ini?'' sambil menatap yoongi hani bertanya pada jungkook.


''aku juga tidak tau'' jungkook membohongi hani, padahal ia tau apa yang membuat yoongi menjadi seperti itu. Jungkook menghela nafasnya perlahan, ''aku harus pulang'' ucap jungkook lalu berbalik.


''jungkook!!'' teriak hani sambil menyusul jungkook yang sudah menuruni tangga.


''ada apa?''


''apa yoongi berselingkuh?'' hani bertanya dengan nada interogasi.


''aku tidak tau'' jawab jungkook sedikit kesal.


''jungkook jangan berbohong, aku tau kamu pasti tau sesuatu hingga yoongi jadi begini'' hani menahan lengan jungkook.


''kau pasti tau kenapa dia begini, dan kau juga pasti tau kenapa kalian bisa dalam hubungan yang tidak sehat ini''


''kenapa kau bertele tele begini, katakan padaku!'' ucap hani sedikit lantang


''biarku perjelas!'' jungkook menaiki satu anak tangga lagi agar lebih dekat dengan hani ''kau tau pernikahan yang di paksakan jarang berakhir baik, kau tau kan?'' jungkook mengangkat sedikit alisnya.


Hani terdiam sesaat mendengarnya, ''kami berjanji dalam ikrar pernikahan, itu adalah awal yang baik, aku hanya berusaha membawa yoongi di jalan pernikahan kami''


''kau pertama kali memulainya dengan kebohongan, bagaimana bisa kau seyakin itu. Bahkan saat melihat yoongi begini, matamu sudah menunjukkan bahwa kau ketakutan''


''aku berbohong?, apa maksudmu?''


''kecelakaan yoongi sembilan tahun silam,? katakan bagaimana kronologinya!''


''sudah ku bilang kau pembohong'' jungkook mencibir mendengar jawaban hani, ia seperti sudah sangat yakin jika hani adalah pelaku utama yang menabrak yoongi sembilan tahun silam. Tanpa menunggu jawaban apapun jungkook pun langsung meninggalkan hani dan pergi dari rumah itu.


Di pagi harinya jungkook terbangun karna getaran ponselnya yang berada di sampingnya. Ia melihat beberapa panggilan tak terjawab dari sarah dan sebuah pesan."aku akan berangkat sekarang menggunakan taksi"


Jungkook segera bersiap dan menemui sarah yang berada di sebuah aula di mana mereka akan menikah nantinya di sana.


''maaf terlambat'' ucap jungkook seraya menghampiri sarah dan seorang yang bertugas mendekorasi aula itu.


''bagaimana pendapatmu tuan,?'' ucap agen wo.


''pendapatku tentang apa?''


''apa ingin melakukan perubahan pada dekorasinya,? sebelum hari persiapan''


Jungkook menatap sarah yang hanya diam.


''bisa kau tinggalkan kami sebentar?'' ucap jungkook pada agen wo, dan membuat sarah langsung menoleh kepadanya.


''ada apa?'' tanya sarah setelah memperhatikan agen wo itu menjauh.


''apa kau ingin melakukan perubahan pada dekorasinya?'' tanya jungkook dengan tatapan dingin.


''aku rasa tidak ada, kau ingin menambahkan sesuatu?''


''kau terlihat tidak bersemangat sarah. Haruskan kita batalkan pernikahan ini?''


Ucapan jungkook membuat sarah terdiam mematung, mata mereka saling menatap cukup lama, sarah bingung dengan pertanyaan jungkook yang tiba tiba, dan jungkook dengan perasaan ragunya.


''apa yang baru saja kau katakan?'' tanya sarah berusaha memastikan apa yang ia dengar salah.


''haruskah kita batalkan?''


''k-kau ragu?''


''tidak'' jawab jungkook tegas


''lalu kenapa?''


''aku tau kau akan bicara begini, jadi biarku tanyakan dengan jelas'' ucap jungkook dan menarik nafasnya perlahan sambil memperhatikan sekitarnya agar tidak ada yang mendengar mereka ''aku tau pernikahan kita ini bukan keinginan kita, kita hanya orang yang kebingungan dengan jalan hidup dan memilih mengikuti takdir tuhan. Kau mengandung anakku, jadi aku ingin bertanggung jawab, dan kau setuju. Begitukan?'' ucap jungkook sambil sedikit mengangkat alisnya. ''tapi bagaimana jika salah satu dari kita tiba tiba menemukan tujuannya selama ini?'' lanjutnya.


''kau menemukan tujuan hidupmu?'' tanya sarah dengan raut bingung dan tatapan sayu.


''tidak, tapi kau yang menemukan jalanmu kembali''


''a-apa maksudmu''


''sampai kapan kau akan menyembunyikan tentangmu dan yoongi padaku?''


Sarah diam tak berkutik, ia terkejut mengetahui jungkook sudah mengetahui tentang dia dan yoongi.


''kau berniat tetap menikahiku agar bisa membalas sakit hatimu pada yoongi karna telah meninggalkanmu, kau berniat menyiksa yoongi karna kau tau ia masih mencintaimu, dan membuat ia kehilangan anaknya juga?'' ucap jungkook pelan, namun tatapannya sangat marah dan berapi api.


''aku tidak bisa menyakiti kakakku seperti itu, jadi mari kita batalkan pernikahan ini. Dan tentang anak ini, aku tetap ayahnya, tapi aku juga yakin yoongi bisa merawatnya dengan baik'' Tanpa menunggu jawaban dari sarah, jungkook pun pergi meninggalkan sarah yang sedari tadi terdiam mendengarnya.