Sakitnya Berkorban

Sakitnya Berkorban
semua tersakiti


Sarah mulai membuka matanya, samar samar ia melihat langit langit ruangan itu. Ia sejenak merenung lalu dengan ragu mencoba menyentuh perutnya dengan tangan yang masih tertancap jarum infus. Tangannya bergetar takut bercampur lemas sebelum sampai menyentuh perutnya sendiri. Merasa perutnya menjadi sangat datar ia pun menyadari bahwa anaknya benar benar pergi darinya. Ia pun menyadari apa yang dokter katakan kemarin adalah kenyataan dan bukan halusinasinya. Bukan tanpa ia sadari, air matanya mengalir deras dari matanya, sarah hanya meremas kuat selimut yang menutupinya tanpa berusaha menyapu air matanya yang mengalir deras.


''maafkan aku,,,'' ucap sarah tersedu di sela sela tangisannya yang menyakitkan.


Disaat bersamaan yoongi datang dengan membawa sebuah kantung belanjaan di tangannya. Pria itu langsung melihat sarah bahkan ketika ia baru tiba, ia pun tak melepas pandangannya pada sarah seraya menutup pintu kamar rumah sakit. Yoongi berjalan mendekati sarah yang masih terbaring. Sampai akhirnya ia menyadari bahwa sarah sudah sadar dan sedang menangis.


Yoongi sangat mengerti dengan kondisi sarah. Ia pun tak kuasa menahan tangisnya saat melihat sarah menangis pilu. Yoongipun duduk di sisi ranjang sarah, ia langsung menggenggam tangan sarah dengan kedua tangannya. ''maafkan aku,,,'' lirih pria itu


''ini semua salahku,,,'' ucapnya dengan menyesal.


''aku seharusnya tidak memaksamu,,,''


Belum selesai yoongi bicara Sarah menarik tangannya dari genggaman pria itu, dan berbalik membelakanginya.


Sungguh amat menyakitkan melihat wanita yang ia cintai sedang bersedih, yoongi pun hanya bisa menunduk sedih melihat punggung sarah yang membelakanginya tanpa tau harus berbuat apa.


''mama sudah sadar?''


Sebuah suara mengejutkan sarah dan yoongi. Mereka langsung tau bahwa itu suara cleo, dan dengan sigap mereka menghapus air matanya masing masing.


Cleo berjalan mendekati sarah dan berdiri di samping yoongi. "aku sangat menghawatirkanmu ma'' ucap cleo seraya memeluk sarah yang masih terbaring di atas ranjangnya.


''mama baik baik saja'' sarah tersenyum pada cleo, ia tak ingin memperlihatkan kesedihannya pada anaknya.


''dimana bibi?'' tanya sarah, seraya melihat ke pintu mencari seorang yang membawa cleo.


''bibi di rumahnya, dia sedang sakit'' jawab cleo.


''aku yang mengajaknya kesini'' dengan cepat yoongi mengatakan bahwa ia yang membawa cleo ke rumah sakit.


''iya, paman yoongi juga yang mengantar dan menjemputku ke sekolah selama mama di rumah sakit'' jelas cleo.


''benarkah?'' tanya sarah tak percaya, sejenak ia menatap wajah tulus yoongi. Sarah pun menyadari akan satu hal bahwa yoongi tidak pernah berniat menyakiti dirinya.


Melihat sarah yang sempat menatapnya, yoongi dengan sigap mendekati sarah lebih dekap. ''apa kau membutuhkan sesuatu?'' tanya nya dengan khawatir.


''aku ingin ke toilet'' jawab sarah tak ingin menolak kebaikan pria yang pernah ia cintai dengan dalam dahulu.


Dengan sigap yoongi pun mengangkat badan sarah dan membopongnya ke kamar mandi. Ia bahkan tidak meninggalkan sarah, dan tetap berdiri di depan kamar mandi menunggu sarah selesai.


Setelah beberapa saat, suara sarah memanggil langsung terdengar olehnya, yoongipun dengan sigap membantu sarah untuk kembali ke ranjangnya. ''pelan pelan saja'' pinta yoongi, karna melihat sarah sedikit cepat berjalan. Saat akan naik ke ranjang yang lumayan tinggi yoongi pun langsung mengangkat badan sarah, dan menidurkannya dengan perlahan. Selepas memastikan posisi sarah dengan nyaman yoongi menghela nafas lega, seolah olah ia membantu sarah dari tepi jurang. Bukan tanpa sebab, tapi itulah cinta yang yoongi miliki.


''apa kau mau makan?''


''aku membuat bubur sederhana untukmu?''


Yoongi mengeluarkan sebuah rantang dan memperlihatkan makanan itu pada sarah.


Sarah hanya mengangguk setelah melihat bubur yang di bawa yoongi, ia tak ingin terus terlihat menyedihkan di depan yoongi.


Sarah hanya diam dan menerima suapan dari yoongi. Namun, karena kondisi yang kurang baik, sarah hanya memakan beberapa suap bubur saja ''sudah cukup'' ucap sarah.


''katakan padaku jika kau butuh yang lainnya!'' ucap yoongi seraya memberi minuman pada sarah.


''aku harus mengantar cleo untuk les dulu'' ucap yoongi seraya mengemasi bekal yang ia bawa.


''aku akan segera kembali'' ucap yoongi seraya pergi bersama cleo.


Sarah hanya mengangguk pelan , tak sedikitpun suara untuk menjawab ucapan yoongi. Sarah mencoba menghadap pada jendela yang tepat berada di samping ranjangnya, ia memperhatikan pemandangan jalanan yang ramai di lalui orang. Matanya kembali berlinang teringat akan rasa kehilangan.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu membuat sarah menatap pada pintu, gagang pintu itu nampak berputar menandakan seseorang tengah membukanya dan akan masuk.


''apa ada sesuatu yang ketinggalan?'' tanya sarah sigap mengira yoongi dan cleo yang kembali datang. Namun ia langsung merapatkan bibirnya saat melihat ternyata bukan yoongi atau pun cleo. Melainkan jungkook yang datang menghampirinya. Sarah terdiam, ia hanya terpaku sedih melihat jungkook yang langkah demi langkah mendekatinya.


''Bagaimana keadaanmu sekarang?'' ucap pria itu seraya menatap sarah. Tatapannya datar, dia benar benar tidak menunjukkan ekspresi apapun pada sarah.


Sarah menatapnya cukup lama tanpa menjawab apapun. Jungkook menjadi canggung dengan tatapan sarah, ia pun menoleh ke sembarang arah menghindari tatapan wanita di depannya itu. ''dimana yoongi?'' tanya jungkook berusaha mengalihkan suasana canggung itu.


Sarah tersenyum mencibir melihat tingkah jungkook ''apa kau ingin melihat hasil dari perbuatanmu?'' tanya sarah membuat jungkook terkejut lalu kembali menoleh ke arahnya.


''kau terbebas sekarang, kau tidak terikat apapun denganku, ini benar benar kebebasan yang kau harapkan bukan?'' ucap sarah kembali.


''kau mengatakan seolah olah aku mencari kebebasan darimu, tanpa kau sadari, bahwa aku berusaha membebaskanmu dari hubungan yang tak seharusnya'' jawab jungkook.


''apa?'' sarah terkejut dengan ucapan jungkook, keningnya mengkerut heran dengan ucapan yang ia pikir tak berdasar itu.


''aku tau kau wanita yang baik, karna itu kau harus mendengarkan aku!'' jelas jungkook.


Sarah menatapnya penasaran dan kurang mengerti apa yang di maksud jungkook.


"kita tidak pernah saling ingin bersama. Pernikahan yang kita rencanakan hanya karna kita terikat" Jungkook sejenak menghentikan kalimatnya.


''dan karna kau kasihan padaku kan?'' tanya sarah melanjutkan perkataan jungkook yang nampak ragu untuk melanjutkan ucapannya.


''Ya'' ucap jungkook dengan helaan nafas panjang dan dengan berat jungkook membenarkan pertanyaan sarah.


''tapi, aku kembali membuat masalah dengan membatalkan pernikahannya'' lanjutnya lagi.


"karna kebahagiaan kakak yoongi adalah yang utama bagiku" pungkasnya menjelaskan mengapa ia bersikukuh membatalkan pernikahannya dan sarah.


''kau juga harus tau tentang akibat dari keputusanmu!'' ucap sarah. Sebelum melanjutkan ucapannya sarah menarik nafasnya berat "karna keputusanmu semua orang di sekitarmu menderita, apa kau pikir dengan keputusan itu membuat yoongi mendapatkan yang ia inginkan?''


''kau salah. Aku wanita berperasaan, jika kita gagal menikah, maka aku tidak akan menikah dengan yoongi''