Sakitnya Berkorban

Sakitnya Berkorban
tersenyum bersama


Seharian bekerja di kantor dengan perasaan tak karuan membuat sarah pusing dan merasakan mual, pak chen berulang kali memintanya untuk istirahat, namun sarah tak mau, ia tetap bekerja seperti biasa, ia tak mau dengan ia pulang lebih awal membuat orang semakin memperhatikannya. Rumor jungkook yang membatalkan pernikahannya masih simpang siur membuat ia menjadi bulan bulanan gosip karyawan kantor.


''ini sudah jam pulang, ayo kita pulang bersama!'' ucap lisa seraya menyiapkan tasnya ingin segera beranjak pergi.


''kau pulang saja dulu'' tolak sarah.


Lisa menghela nafasnya menghadapi sikap sarah ''sampai kapan kau akan begini sar, kau harus berani menghadapi semua orang'' lisa berusaha menyemangati sarah agar tidak terkecoh omongan orang lain.


''semua orang!!,'' sarah tersenyum kecut mendengar ucapan lisa, ia pun menoleh ke arah lisa dan menatapnya ''aku sendirian, dan kau berharap aku menghadapi semua orang dengan aku yang hanya sendiri?'' ucap sarah sedikit kasar.


Lisa sempat terkejut mendengar nada sarah, tapi ia berusaha memakluminya ''aku ada, jangan takut,,,''


''apa maksudmu kau ada?'' sarah memotong ucapan lisa, entah kenapa ia menjadi sangat sensitif.


''kenapa kau begitu sensitif sarah, aku hanya berusaha membantu. Lagi pula, orang orang hanya bergosip di belakang, tidak akan ada yang berani mengolok olokmu di depan''


''itu kan dirimu, kau hanya mengolok olok di belakangku, dan di depanku kau berusaha nampak dekat agar bisa mendapatkan bahan gosip dan menceritakan pada semua orang di kantor'' Sarah kembali berucap dengan nada pelan namun sangat menekan, hal itu pun membuat semua rekan sarah memperhatikan mereka, sedangkan lisa terdiam membeku mendengar ucapan sarah. Ia tak mampu berucap sepatah katapun setelah sarah mengatakan itu.


Melihat lisa yang diam tak berkutik, sarah kembali menghadap komputernya, ia mengingat saat di toilet ia mendengar lisa menceritakan pada orang orang bahwa ia sudah mengandung, dan pernikahannya di batalkan sepihak oleh jungkook tanpa alasan yang jelas. Hal itu membuat sarah sangat kecewa.


Setelah itu, keadaan menjadi sangat canggung, pak chen meminta lisa agar segera pergi keluar karna suasana yang semakin canggung. Pak chen berdiri di belakang sarah ''yakinlah kau cukup sabar menghadapi ini'' ucap pak chen berusaha menyemangati sarah, ia pun pergi meninggalkan sarah sendiri di ruangan itu.


Setelah cukup lama memperhatikan komputernya tanpa melakukan apapun, sarah akhirnya berdiri dan berniat pulang, ia berjalan sendiri melewati lorong lorong kantor, karna semua orang sudah pulang lebih dahulu. Sesampainya di depan ia melihat mobil yoongi yang tengah terparkir di depan kantor, sarah paham jika yoongi sedang menunggunya. Melihat sarah yang sudah berada di depan kantor membuat yoongi bergegas keluar dan menunggunya di depan mobil.


''kenapa kau disini?'' tanya sarah sembari berjalan pelan mendekati yoongi.


''aku ingin membicarakan sesuatu padamu''


''kita sudah banyak bicara semenjak bertemu, seharusnya kau punya jawaban sendiri''


Yoongi terdiam, namun ia tak pantang, ia pun membuka pintu untuk sarah dan tersenyum ''masuklah aku akan mengantarmu'' pintanya.


Sarah yang merasa lemas tak ingin menolak dan menyetujui untuk di antar oleh yoongi.


''tolong jangan menjemputku lagi mulai besok'' ucap sarah setelah cukup lama diam di perjalanan.


''dari kantor menuju halte itu lumayan jauh, kau kan sedang hamil''


''jika kau terus muncul di sekitar kantor untuk menemuiku gosip gosip tidak akan redup.. Tolong jangan lagi menjemputku, kau menyulitkanku yoongi''


Mendengar itu perasaan yoongi sangat sakit, ia mengerti situasi sangat sulit bagi sarah, tapi ia juga tak bisa menghentikan keinginannya yang ingin terus menemui sarah.


''tolong hadapi sulit ini dulu, ini hanya masalah waktu, aku akan membuat keadaan baik baik saja, ku mohon bersabarlah'' yoongi menggapai tangan sarah.


''keadaan baik baik saja yang bagaimana menurutmu?''


Yoongi memikirkan ucapan sarah sejenak, ''saat aku bisa bersamamu dan cleo, saat kita bersama mengantarnya sekolah, dan kau tidak lagi bekerja, aku akan pulang kerja larut malam dan melihatmu tertidur lelap. Meski lelah bekerja seharian aku akan memelukmu dan mencium keningmu. Itu adalah keadaan terbaik yang aku inginkan''


Mendengar itu sarah menjadi terharu, matanya berkaca kaca mendengar keinginan tulus yoongi. Namun di saat yang sama ia menjadi bingung dengan dirinya, sarah menatap ke arah jendela mobil, tanpa sengaja ia melihat pemandangan dimana kedua orang tua tengah menggandeng tangan anaknya yang masih kecil. 'aku pernah memimpikan hal itu bersamamu suga, tapi kenapa saat kau bisa mengabulkannya aku malah ragu' batin sarah.


Yoongi menatap sarah yang sedang melamun, ia menggapai tangan sarah dan menggenggamnya. Sarah sedikit terkejut ketika yoongi menggenggam tangannya, lalu ia menatap yoongi dengan sayu.


''mari hidup denganku, kita lanjutkan mimpi kita dulu'' ucap yoongi seraya fokus memperhatikan jalanan.


Sarah diam tak menjawab apapun, ia membiarkan tangannya tetap pada genggaman yoongi namun ia merasa tidak ada kehangatan di dalamnya.


''beri aku kesempatan, kau mau kan?'' ucap yoongi lagi.


''aku tidak bisa menjawabmu sekarang, aku sangat pusing dengan semuanya''


Mendengar sarah yang tidak menerimanya langsung namun juga tidak menolak membuat yoongi merasa usaha terbayar, ia tersenyum manis menatap sarah ''aku tau kau masih sangat terkejut dengan semua ini, kau bisa memberi dirimu waktu luang lebih dulu, dan berpikir. Aku akan menunggu itu'' ucap yoongi.


Tak terasa perjalanan mereka telah sampai di kediaman sarah, yoongi dan sarah berdiri di depan gedung apartemennya sebelum masuk.


''aku akan pelan pelan menjelaskan pada cleo tentang dirimu, aku harap kau sedikit bersabar.'' ucap sarah


''aku mengerti, tidak mudah menjelaskan tentangku pada cleo yang selama ini berpikir ayahnya sudah tiada, tapi aku akan menunggu'' jawab yoongi.


''kalau begitu aku masuk dulu ya''


Mendengar yoongi tidak akan menjemputnya membuat sarah tersenyum, ia berpikir akhirnya yoongi mengerti bahwa semua harus di tenangkan lebih dulu.


Yoongi sangat senang melihat sarah tersenyum padanya, mereka pun akhirnya tersenyum bersama.


Namun ada seseorang yang tengah memperhatikan mereka dari kejauhan, sarah dan yoongi pun berpisah, sarah yang masuk ke dalam apartemennya meninggalkan yoongi yang juga akan pergi dari tempat itu. Saat masuk ke dalam rumahnya sarah memperhatikan ada sepasang sepatu mahal di lantai rumahnya, ia pun dengan penasaran melihat ke dalam, dimana di ruang tv ada seorang wanita yang tengah bermain dengan cleo. Sarah berjalan mendekat memperhatikan siapa wanita yang tengah tertawa riang bersama cleo.


''mama!!'' teriak cleo saat melihat ibunya berdiri tak jauh darinya.


''ma, nenek membawa pizza untuk kita makan bersama'' ucap cleo sembari menunjuk sebuah kotak pizza.


''nenek?'' ucap sarah bingung.


''iya'' angguk cleo polos


Sarah kembali menatap wanita itu, yang tak lain adalah kim dami. Kim dami berdiri dan mendekat ''memang seharusnya ia memanggilku nenek kan?'' ucap dami.


Sarah diam tak mengatakan apapun, ia hanya menatap lekat mata dami, ia kembali teringat di mana dami mengirimnya uang memintanya untuk aborsi, namun sekarang menjadi sangat tidak malu untuk datang dan meminta cleo memanggilnya nenek.


''nenek hanya sebentar disini, mari kita berjumpa lagi besok ya'' dami beralih bicara pada cleo.


''baiklah'' ucap cleo.


Saat dami hendak pergi sarah menghentikannya ''kenapa tidak makan dulu, kau sudah membeli pizzanya bukan'' ucap sarah.


Dami pun menghentikan keinginannya untuk pergi. Sarah menyiapkan semua makanan dan minuman di meja makan, setelah semua siap sarah meminta cleo dan dami untuk datang ke meja makan.


Cukup tenang saat mereka tengah menyantap makanan, sampai akhirnya sarah membuka suara ''kau sepertinya sangat menyukai cleo'' ucap sarah berpura pura. kim dami hanya tersenyum.


''aku dengar menantumu belum memiliki anak. Kenapa? apa dia child free, atau,,''


''atau apa?'' jawab dami judes.


''bersabar saja, memang banyak ujian dalam pernikahan, kadang saat kita tidak menginginkan anak kita mendapatkannya, tapi ada juga saat kita sangat menginginkan anak malah tidak kunjung di berikan. Kenapa bisa begitu ya,?'' ucap sarah


''apa nenek belum mempunyai cucu?'' potong cleo dengan polos


''iya sayang, nenek ini belum punya cucu'' jawab sarah cepat


''kamu kan cucu nenek'' dami mengelus pipi cleo.


''tapikan hanya anggapan saja, bukan kandung, yang cleo tanga cucu kandung nenek'' ucap cleo.


Sarah tersenyum mendengar anaknya mengatakan itu ''kau tau sayang, dulu temen mamah sedang hamil, dan ibu mertuanya meminta dia menggugurkan anak itu''


''kenapa ma?''


''ibu mertuanya bilang, anak itu tidak pantas menjadi penerusnya, karna ibu mertuanya ingin menantu yang derajatnya tinggi''


''bukankah semua manusia sama derajatnya mah?'' tanya cleo dengan polos.


''tentu. Tapi tidak semua orang sadar akan itu sayang'' jawab sarah seraya melirik kim dami


''lalu bagaimana dengan teman mama itu?''


''dia tidak aborsi sayang, namun suaminya menceraikannya karna permintaan ibunya''


''sangat jahat, ibu itu sangat jahat pada menantu dan cucunya''


''nah, tapi tuhan tidak tidur sayang, akhirnya ibu itu sangat ingin seorang cucu, tapi sampai sekarang keinginannya belum terkabulkan''


''meskipun begitu, ia tetap punya cucu kan ma, kan temen mama tidak jadi aborsi''


''dalam biologisnya ia sayang, namun anak temen mama sangat kecewa, jadi dia tidak mau menganggap neneknya itu''


''tentu saja, jika itu cleo, cleo pun pasti sangat kecewa'' jawab cleo.


Jawaban cleo membuat dami diam, ia menjadi was was dan takut cleo akan membencinya.