Sakitnya Berkorban

Sakitnya Berkorban
ke egoisan kim dami


Melihat langkah jungkook yang semakin menjauh tanpa bisa mengucapkan sepatah kata pun membuat bibir sarah bergetar ingin menangis. Dengan tergesa ia tiba di rumahnya, sarah langsung menuju kamarnya dan berbaring, ia mengambil bantal dan menutupi mulutnya lalu berteriak sekuat tenaganya.


''apa yang telah aku lakukan di kehidupan sebelumnya,? kenapa aku selalu menderita seperti ini,?'' sambil sesenggukan sarah melampiaskan kekecewaannya dengan melempar bantal ke sembarang arah.


ddrrrrrtttt ddddrrrrtttt


Dering panggilan di ponselnya membuatnya tertegun. Sarah mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan telepon.


/iya bi?/ tanya sarah sambil menyeka air matanya.


/kau liburkan? aku tidak bisa menjemput cleo sekarang, sebaiknya kau jemput sekarang/


/baiklah/ sarah berusaha menormalkan suaranya, ia tidak ingin bibi tum tau jika ia sedang menangis.


Saat baru saja keluar dari gedung apartemennya sarah berhenti karna merasakan perutnya sakit.


''isshh'' sarah meringis, ia perlahan berjalan menuju sebuah pohon besar dan berniat bersandar sejenak di sana. ''aaahhh'' sakit perutnya kembali terulang, sarah berusaha menenangkan dirinya sambil bernafas perlahan ''ibu baik baik saja, jadi tenanglah'' gumam sarah sambil berbicara pada perutnya.


Setelah beberapa saat menunggu sarah kembali melanjutkan perjalanannya menjemput cleo.


Langkahnya terhenti saat ia melihat cleo sedang berbincang dengan kim dami di anak tangga tepat di depan pintu sekolah. Tangan kim dami mengelus lembut kepala cleo sambil tersenyum. Dengan langkah pasti sarah pun mendekati mereka. Dami yang sadar akan kehadiran sarah langsung berdiri tegak di hadapan sarah sambil menatapnya. Sarahpun sedikit menunduk memberikan hormat pada dami. ''apa yang anda lakukan disini?'' tanya sarah dengan sopan.


''aku hanya ingin menemui cleo dan memberinya hadiah''


Sarah melirik beberapa mainan mahal yang sudah ada di tangan cleo ''terima kasih, tapi ku harap ini yang terakhir kau memberinya hadiah'' ucap sarah yang sebenarnya ia kecewa pada dami karna perbincangan di telepon dulu.


''apa yang kau takutkan,? aku tidak mungkin meminta kau untuk membayarnya'' jawab dami.


''jungkook baru saja membatalkan pernikahan kami, jadi cleo tidak akan jadi cucumu'' ucap sarah dengan berani, karna sebenarnya ia yakin bahwa dami juga sudah mengetahui tentang ia dan yoongi.


''tidak ada yang berubah, cleo tetap cucuku, dan aku akan mengambilnya'' ucap dami sambil menatap cleo.


Mendengar itu sarah merasa murka, ia pun mengambil mainan dari tangan cleo dan mengembalikannya kepada kim dami. ''setelah ku pikir pikir, kau tidak pantas memberikan cleo apapun'' ucap sarah sambil membanting pelan paper bag tepat di bawah kaki kim dami.


Kim dami menggunjingkan senyum menghina pada sarah. ''jangan berbicara sembarangan, kau tau di antara kita sebenarnya aku lah yang lebih layak mengasuh cleo, kau pasti punya kesadaran tentang itu'' ucapnya.


Sarah menarik cleo, ''masuklah sebentar'' ucap sarah sambil menunjuk sekolah cleo, ia tidak ingin perdebatannya di dengar oleh cleo.


Setelah memastikan cleo sedikit menjauh sarah mulai memperhatikan dami ''kau ingin menuntutku atas cleo yang tidak ada hubungannya denganmu?..''


''aku tidak akan membiarkan cleo hidup dengan wanita sepertimu...''


plaaaakkk


Belum selesai kalimatnya Sarah langsung menampar wajah kim dami, sambil menatapnya dengan marah ''kau tidak berhak atas cleo sedikitpun, jangan mencoba mengatakan siapa dirimu pada cleo, ingat.! Kau yang tidak menginginkannya di awal dan karna perbuatanmu aku menyandang status seperti ini''


''Beraninya kauu,,'' kim dami pun langsung membalas tamparan sarah hingga membuat sarah tersungkur.


Sarah berusaha menenangkan dirinya, matanya berkaca kaca namun ia menghela nafasnya perlahan dan kembali berdiri. ''kau mengirimku uang untuk mengaborsi cleo saat itu, namun nyatanya aku mempertahankan cleo. Dan saat itu hanya aku yang menginginkan anakku lahir, jadi sebenarnya kau bahkan tidak pantas untuk sekedar hadir di hidup cleo''.


''katakan apa saja yang ingin kau katakan, hal itu tidak akan merubah keputusanku untuk merebut cleo darimu''


Yoongi tiba tiba berada di antara sarah dan dami, ia menatap ibunya penuh kekecewaan ''kau mengirimkan sarah uang untuk aborsi?'' tanya yoongi.


Sarah dan dami pun terkejut akan kehadirannya.


''apa dia juga yang mengatakan padamu bahwa aku meninggal?'' yoongi kembali bertanya pada sarah sembari menunjuk ibunya. Dan sarah pun mengangguk tak ingin berbohong.


Melihat pemandangan itu sarah sedikit sedih akan yoongi, namun kesalahan yoongi bukan hanya itu, jadi sarah berniat meninggalkan yoongi dan ibunya. Sarah menjemput cleo yang sedari tadi melihat dari balik pintu kaca dan membawa cleo pergi menjauhi mereka.


Sambil berjalan cleo menatap ibunya bingung, namun bocah itu tak bertanya sedikitpun, cleo sangat tau jika ibunya tengah mengalami masalah, jadi dia enggan bertanya masalah orang dewasa.


''cleo?'' panggil sarah saat berada di halte menunggu bus.


''iya?''


''jika mama dan paman jungkook tidak jadi menikah apa kau tidak masalah?''


Sejenak cleo terdiam, ia lalu menggenggam erat tangan ibunya ''kau tau yang terbaik untukku, jadi kau tidak mungkin mengambil keputusan yang salah untuk dirimu sendiri'' jawab cleo penuh kedewasaan.


''tapi ini bukan keputusan mama, ini keinginan paman jungkook''


''jika dia menginginkan perpisahan memang apa yang bisa kita lakukan?'' tanya balik cleo.


Sarah tertegun mendengar kalimat anaknya, ia lalu memutar sedikit badannya menghadap cleo ''apa kau tidak merasa malu punya ibu seperti mama?''


''kenapa? mamaku orang yang sangat mencintaiku, kau bahkan rela melakukan apapun untukku, kau pekerja keras, kau tidak butuh orang lain, mama hanya akan membutuhkanku karna hanya aku yang mencintaimu''


Mendengar ucapan manis dari anaknya sarahpun langsung memeluk cleo ''terima kasih tuhan sudah memberikan anak yang sangat manis ini untukku'' ucap sarah sambil mencium pucuk kepala sang anak.


''terima kasih juga tuhan atas ibu yang kau pilih untukku'' jawab cleo.


Kehangatan ibu dan anak itu mampu meluluhkan hati setiap orang yang melihatnya.


''bus nya datang, ayo kita pulang, ibu akan memasak untukmu''


''iyaa..''


Cleo dan sarahpun menaiki bus dan pulang. Hanya beberapa saat cleo dan sarah sudah sampai di apartemen mereka, sarah bersiap membuat makan siang untuk cleo.


''kau akan les hari ini?'' tanya sarah sembari memasang celemek pada badannya.


''tidak, hari ini kan gurunya libur'' jawab cleo sambil merapikan buku bukunya.


''oh iya,, mama ada simpan gelang ku gak?''


''gelang yang mana?''


''gelang yang ada gantungan bunga tulip''


Sarah teringat jika gelang itu adalah hadiah dari yoongi dulu yang kini ia beri untuk cleo ''mama tidak melihatnya, nanti mama cari'' jawab sarah.


''hmm'' angguk cleo


Sarah tersenyum pada cleo, ia menatap jam di dinding yang menunjukkan jam dua siang hari ''ini belum seharian penuh, tapi aku sudah mengalami berbagai hal'' gumam sarah sambil mengocok telur untuk makan siang anaknya. Karna memang benar, di pagi harinya jungkook membatalkan pernikahan mereka sepihak, dan di tengah harinya sarah kembali berdebat dengan kim dami atas cleo. Sarah mencoba tegar, karna ia berpikir ini bukan yang pertama kali ia mengalami cobaan seperti ini. Namun di tengah kesibukkannya memasak, sarah kembali merasakan sakit pada perutnya ''ahh,,,'' sarah meringis, meski begitu tangannya masih mengaduk masakan yang ada di wajan. Ia mengatur nafasnya perlahan namun perutnya merasakan nyeri kembali ''iissshhh'' erangnya kesakitan.


''mama kenapa?'' panik cleo sembari menghampiri sarah. Cleo pun dengan sigap mematikan kompor. ''ada apa?'' cleo terlihat panin melihat ibunya meringis kesakitan.


Sarah menarik nafasnya pelan, saat itu perutnya terasa membaik ''tidak apa apa sayang''..


''benarkah?'' tanya cleo


''hmm'' sarah mengangguk, ia kemudian kembali menyalakan kompornya dan melanjutkan memasak.