
''hey,, apa kau mendengarku?'' suara lembut jungkook terdengar asing di telinga siapapun. Pria itu menggenggam tangan sarah, sambil memperhatikan raut lemas sarah yang perlahan mendapatkan kesadarannya.
''akuu,,,,''
''apa kau memerlukan sesuatu?'' jungkook mengambil air minum yang berada di nakas tepat di samping sarah berbaring. ''ini minumlah.!''
Sarah bangun dan bersandar pada dipan dan meminum air yang di suguhkan jungkook padanya.
''bagaimana rasanya,?'' tanya jungkook setelah mengembalikan gelas minuman ke atas meja nakas.
''hanya rasa air tawar''
''bukan itu, maksudku bagaimana kondisimu, apa kau baik baik saja?
''maaf'' jawab sarah sedikit terpaku. ''aku baik baik saja''
Jungkook menghela nafasnya lega ''kenapa kau keluar saat panas terik begini,? apa tadi kau pusing?''
Mendengar pertanyaan jungkook sarah mengingat kembali tentang yoongi. Sarah menatap jungkook sayu ingin bertanya tentang yoongi.
''kenapa?, ada apa?'' jungkook keheranan dengan tatapan sarah.
''apa ini di rumahmu?'' sarah mengurungkan niatnya untuk bertanya.
''iya, ini apartemenku, aku melihatmu pingsan di jalan tadi, dari pada membawamu ke rumah sakit lebih baik aku membawamu kesini dan menyuruh dokter saja yang kesini''
''maaf merepotkanmu, aku tadi ingin membeli sesuatu jadinya keluar. Tapi panasnya membuatku pusing''
''sebaiknya apa apa pesan saja, kau tidak perlu keluar'' ucap jungkook khawatir dengan keadaan sarah.
''jam berapa sekarang'' sarah melihat ke mana mana untuk mencari jam, sampai akhirnya ia melihat jam berada di salah satu dinding kamar itu. ''ini sudah sore, aku harus pulang!'' sarah mengibaskan selimut yang menutupinya dan bangun dari kasur milik jungkook.
''pelan pelan! aku akan mengantarmu!'' jungkook menggandeng tangan sarah namun di tolak oleh wanita itu.
''aku bisa sendiri, tenanglah!''
''baiklah,,'' jungkook melepaskan tangannya dari badan sarah dan membiarkannya berjalan sendiri keluar.
Dalam perjalanan jungkook selalu melihat ke arah sarah, berusaha memastikan apakah sarah baik baik saja atau tidak. ''apa kau bisa pergi makan malam nanti?'' tanya jungkook ragu ragu.
Sarah menoleh menatap jungkook karna mengingat ia akan bertemu dengan kakak jungkook yaitu yoongi.
''apa pria yang ada di kantor tadi kakakmu?''
''kau bertemu dengannya,?''
Sarah hanya diam
''ia dia ada ke kantor hari ini, apa kalian ada mengobrol?'' jungkook kembali bertanya.
''dia sudah menikah?'' sarah tak perduli pada pertanyaan jungkook ia hanya mengucapkan apa yanga ada di benaknya.
''ia dia sudah menikah lima tahunan ini, istrinya seorang model kau bisa melihatnya di sosial medianya!''
Sarah menghela nafasnya berat, jantungnya terasa sesak mendengar secuil fakta yoongi. ''aku merasa masih pusing, aku tidak bisa untuk malam ini''
''aku hanya perlu beristirahat di rumah saja''
''baiklah''
Sesampainya di kediaman sarah, jungkook mengantarnya hingga masuk ke dalam kamar ''istirahatlah, hubungi aku jika merasa semakin tidak nyaman! mengerti?''
''pulanglah!, aku ingin istirahat'' sarah menutupi badannya dengan selimut dan membelakangi jungkook.
Jungkook pun pulang dengan keadaan yang sebenarnya ia juga sedikit khawatir dengan sarah, entah mengapa ia merasa sarah sedang tidak baik saja.
''sebaiknya aku menghubungi kak yoongi!'' jungkook mengangkat ponselnya dan menelpon yoongi.
''kenapa tidak di angkat ya,? sebaiknya aku ke rumah saja'' pria itu buru buru masuk ke mobilnya menuju ke kediaman orang tuanya dimana yoongi tinggal.
Tak butuh waktu lama jungkook langsung tiba di rumah itu dan bergegas mencari kakaknya. Namun langkahnya terhenti saat ia mendengar suara oh hani dan kim dami berdebat dengan suara kecil di sebuah ruangan.
Jungkook mendekati sumber suara dan membuka perlahan pintu ruangan itu,
''kenapa mama tidak memberitahuku tentang ini?, apa yang akan yoongi lakukan jika ia tau?''
''dia sedang diam diam memperhatikan kita jadi aku tidak ingin kau salah tingkah, aku ingin kau bersikap biasa makanya aku tidak memberitahumu, aku juga berusaha agar bersikap biasa padanya''
''tapi dia pasti sedang mencari tau sesuatu kan ma?''
''dia tidak akan mendapatkannya''
''baguslah!'' hani bernafas lega.
''Tapi kau harus melakukan sesuatu untukku!'' dami memanfaatkan kesempatan.
''apa ma?'' raut hani mulai khawatir, ia tau jika mertuanya meminta sesuatu itu hal yang sangat sulit di lakukan.
''kasus yang menghebohkan puluhan tahun lalu di buka kembali di sana, aku tau park hara pasti di balik ini''
''lalu,?''
''aku ingin park hara tetap bersembunyi dan ketakutan, jadi jika kasusnya harus diselidiki ulang maka aku ingin hasilnya tetap sama''
''jadi apa yang harus aku lakukan?''
''temui kepala polisi choi yang pensiun lima tahun lalu, dan minta ia melakukan sesuatu''
''tapi itu sangat beresiko untukku, aku tidak ingin yoongi tau jika aku menemui kepala polisi itu lagi, yoongi bisa saja mengingat kejadiannya''
''lakukan diam diam menantu kesayanganku,,!''
''kau benar benar ingin tanganmu bersih'' hani menatap sinis ibu mertuanya, namun meski begitu ia harus tetap menuruti kemauan ibu mertuanya.
Jungkook yang sedari tadi mendengar percakapan mereka semakin yakin jika dami pelaku utama dalam pembunuhan itu, dan dami bersama hani juga melakukan kebohongan pada yoongi, namun kebohongan apa yang mereka lakukan pada yoongi.
'''aku akan mendapatkan jawabannya besok, dan akan membuat kalian berakhir'' batin jungkook lalu menjauh dari ruangan itu.