Sakitnya Berkorban

Sakitnya Berkorban
keguguran


Melihat raut menyedihkan sarah membuat jungkook langsung menyadari ucapannya. Pria itu mencoba menyentuh tangan sarah dengan perasaan menyesal.


''aku tidak bermaksud,,,,'' kalimatnya terhenti saat sarah dengan cepat menangkis tangannya. Perasaan tidak karuan sarahlah yang membuatnya reflek menangkis tangan jungkook.


Dengan derai air mata yang tidak tertahankan sarah berjalan menuju lift seraya menutup separuh wajahnya yang basah karena air mata. Tekanan perasaan yang menyakitkan membuatnya terisak, ia berulang kali memencet tombol lift namun liftnya tidak kunjung terbuka. Menunggu lift itu membuat sarah merasa sangat lelah meski hanya sedetik. Ia pun beralih menuju tangga darurat yang berada di sisi kanan lift, tidak tahan rasanya berdiam diri menunggu lift, sedangkan jungkook berada di belakangnya.


Jungkook hanya terdiam melihat punggung sarah menjauh, ia juga sangat menyesal dengan ucapannya, namun egonya masih mengendalikannya sehingga ia terlihat seperti orang yang sangat kejam.


''dimana sarah?'' tanya yoongi mengejutkan jungkook. Nampak yoongi sangat menghawatirkan sarah, ia melihat kesana kemari mencari sarah.


''dia melalui tangga darurat'' jawab jungkook dengan ekspresi sayu seraya menunjuk pintu menuju tangga darurat itu.


Tanpa basa basi yoongipun berjalan cepat meninggalkan Jungkook dan menyusul sarah. Baru saja ingin menuruni tangga yoongi menghentikan langkah kakinya saat melihat sarah sedang berjongkok menangis seraya menutup rapat wajah dengan kedua tangannya. Pria itu dengan pelan mendekati sarah, ia tidak tau apa yang di perbincangkan sarah dan jungkook, namun yang hanya ia tau perasaan sarah sedang terluka, jadi dia sangat berhati hati mendekatinya.


''sarah!'' panggil yoongi seraya mengelus pelan pucuk kepalanya.


Sama halnya kepada jungkook, sarahpun menangkis tangan yoongi dari rambutnya. ''jangan menghiburku.!'' ucap sarah tersedu seraya menghapus air matanya. Sarah kemudian berdiri dan menghadap pada yoongi, matanya menggambarkan luka, membuat yoongi juga ingin menangis melihat keadaan wanita di depannya itu bersedih. ''jangan menghiburku!,, sekalipun aku terluka parah jangan lakukan itu,,''


''aku merasa sangat buruk setiap kali kau datang untuk menenangkan ku'' lanjut sarah.


''kenapa kau berpikir hanya dirimu saja yang merasa buruk, sedih,dan kecewa?'' tanya yoongi, pasalnya ia juga sangat sedih dengan kondisinya. ''aku berpisah dari wanita yang ku cintai hampir satu dekade ini, aku sangat kesulitan menerima wanita lain karna wanita itu....'' yoongi menghentikan kalimatnya ''saat aku menemukan wanita itu dan punya kesempatan, haruskan aku membiarkannya terlepas lagi?'' lanjut yoongi seraya bertanya apa yang harus ia lakukan kepada sarah.


''aku sama menderitanya denganmu sarah, ! Tapi aku semakin menderita saat kau bersedih dan tidak ingin di hibur olehku. Apa yang harus aku lakukan jika kau terus begini?'' yoongi pun tidak tahan, tanpa sadar air matanya melewati pipinya dengan deras.


Kedua insan yang saling bertatapan itu pun saling terdiam menerima perasaan sakit mereka, meski sama sama memahami luka dalam diri mereka, mereka tetap bersikukuh pada egonya. Sampai pada akhirnya sarah berniat pergi meninggalkan yoongi yang berada di depannya.


Namun yoongi pun tetap pada perasaannya yang ingin mempertahankan sarah ''mari pergi bersamaku!'' dengan cepat yoongi memegang tangan sarah dan berusaha menariknya.


''lepaskan tanganku!'' sedikit nyaring sarah berteriak seraya menangkis tangan yoongi. Karena mereka berada di ujung tangga sarah kehilangan keseimbangannya, yoongi dengan reflek ingin menarik kembali tangan sarah, namun kemiringan tangga membuatnya tak sempat menggenggam tangan sarah. Naasnya sarahpun terjatuh dari tangga mengakibatkan badannya terguling lalu menabrak dinding pada belokan tangga dengan keras.


Mata yoongi melebar melihat sarah sudah terkulai jatuh, pria itu dengan sangat panik turun dari tangga menghampirinya ''sarahhh'' teriaknya kencang. Dengan kaki bergetar ia menuruni anak tangga yang sangat miring menghampiri sarah berusaha untuk menolongnya..


''sarah,, '' dengan cepat yoongi memangku sarah yang masih sadar tapi terlihat sangat kesakitan. Wajah sarah dengan cepat memucat. Wanita itu pun nampak terengah engah setelah jatuh.


''yoongi,,,'' ucap sarah terbata bata.


''tolong,,, ''


''tolong anakku'' terengah engah sarah meminta tolong pada yoongi seraya menyentuh perutnya.


''sarahh!'' alangkah terkejutnya jungkook melihat yoongi sedang memangku sarah yang lemas, di anak tangga.


''jungkook tolong!! Sarah baru saja jatuh'' ucap yoongi dengan isak tangisnya. Kali ini jungkook tak menghiraukan egonya lagi, ia pun bergegas turun dan menggendong badan sarah menuruni anak tangga, ia berlari cepat seraya menggendong sarah menuju parkiran mobil. Jungkook dan yoongipun mengantar sarah ke rumah sakit terdekat.


Kedua pria itu nampak khawatir melihat sarah tengah di tangani dokter. ''kenapa dengannya?'' tanya seorang dokter seraya memeriksa sarah


''dia jatuh dari tangga dok, badannya membentur dinding cukup keras'' jelas yoongi dengan panik.


Mendengar itu jungkook pun menarik tangan kakaknya menjauh dan membawanya ke sudut koridor, ''bagaimana sarah bisa jatuh?'' jungkook pun langsung bertanya perihal sarah pada yoongi.


''dia menangkis tanganku, aku berusaha menggapainya namun tidak sempat'' ucap yoongi seraya menahan air matanya, nampak sangat jika ia pun menyesali apa yang telah terjadi, bibirnya bergetar seraya memperhatikan ruangan tempat di mana sarah sedang di tangani.


Cukup lama berselang seorang dokter pun keluar dan menoleh ke arah mereka ''permisi!!'' suara dokter mengejutkan yoongi dan jungkook. Mereka pun bergegas mendekati sang dokter.


''siapa di antara kalian wali ibu sarah?'' tanya dokter itu seraya memperhatikan jungkook dan yoongi bergantian.


Mendengar ucapan sang dokter , keteganganpun mulai menyelimuti mereka, yoongi dengan berani melangkah maju. Namun saat satu langkah ia melangkah jungkook dengan cepat melewatinya.


''saya calon suaminya!'' ucap jungkook dengan lantang seraya menepuk dadanya. Hal itu pun membuat yoongi terheran dengan sikapnya.


Dokter itu pun menatap jungkook ''begini,,'' dokter itu menghela nafasnya sebelum melanjutkan kalimatnya ''kehamilan bu sarah tidak bisa kami selamatkan, janin yang ia kandung sudah meninggal''


Kalimat yang baru terlontar dari mulut dokter itu membuat yoongi dan jungkook mematung, jungkook menatap kosong ke arah dokter, wajahnya mengatakan ia tidak percaya dengan ucapan sang dokter ''apa yang baru saja kau katakan dokter?'' tanya jungkook berusaha memperjelas apa yang baru saja ia dengar.


''plasenta terlepas dari dinding rahim pasien. Di duga dari benturan keras yang di alaminya. Hal itu mengakibatkan tidak tersalurnya oksigen pada janin dan membuatnya meninggal. Tapi kita tetap akan melakukan pemeriksaan untuk kepastian meninggalnya janin'' dokter pun menjelaskan pada jungkook tentang janin sarah.


Mendengar penjelasan dokter membuat jungkook tak mampu berkutik, ia diam seribu bahasa. Tangannya mengepal kuat menahan kesedihan akan janin itu.''jadi, apa yang harus saya lakukan?'' tanya jungkook lemas, perasaannya sangat hancur, tapi ia tidak tau bagaimana cara untuk mengekspresikannya.


'''kita harus mengoperasi sang ibu dan saya butuh konfirmasi dari sang wali'' jelas dokter.


''apa yang bisa saya pertahankan jika keadaannya memang harus begitu, lakukan saja tugasmu dokter'' jungkook pun pasrah dengan takdir bahwa ia harus kehilangan anaknya.


Setelah mengatakan itu, jungkook pun pergi meninggalkan rumah sakit. Sepanjang jalan pria itu berulang kali menangisi apa yang terjadi. Ia pun menepikan mobilnya dan berhenti. Pria itu memukul kemudi mobilnya dengan kuat seraya berteriak. Suara teriakannya begitu berat di kesunyian malam dan itu terdengar sangat menyakitkan.


Merasa cukup telah melampiaskan kesedihannya, jungkook pun menaruh kepalanya pada kemudi mobil dengan lemah.


''kenapa aku harus mengalami ini?'' gumamnya ''apa aku harus menderita sebanyak ini?''