
Jungkook yang berada di atas panggung dengan cepat menyelesaikan kata katanya setelah melihat sarah berjalan menjauhi kerumunan.
''kemana dia?'' pria itu menoleh ke kanan dan ke kiri mencari Sarah di balik banyak orang di acara itu.
''permisi,,!'' jungkook menahan salah satu lengan pelayan pesta disana.
''iya tuan?''
''apa kau lihat wanita yang bersamaku tadi?''
''dia baru saja keluar tuan lewat pintu staf di sana setelah mengambil mantelnya''
''baiklah, terimakasih''
Jungkook berlari dengan kaki jenjangnya berharap langkahnya bisa menyusul sarah.
Karna sarah keluar melalui pintu staf ia harus menuruni tangga bukan lift.
Dengan terengah jungkook terhenti di tangga terakhir ia melihat sarah mematung sebelum membuka pintu keluar.
''kenapa tidak menungguku hm?'' menghampiri sarah.
sarahpun menoleh ke belakang memperhatikan pria itu.
''aku berniat menunggumu di luar'' menundukkan pandangannya
''sarah,? kau menangis?'' sedikit menundukkan kepalanya memperhatikan mata sarah.
''tidak, aku merasa lelah saja''
''ada apa dengan bajumu?'' terkejut jungkook melihat salah satu tali baju sarah putus.
''talinya terlalu kecil jadi menyangkut dan putus''
''benarkah?, kalau begitu pakai mantelmu dan mari kita pulang!'' membuka pintu dan mempersilakan sarah keluar lebih dulu .
Setengah perjalanan mereka lalui tanpa suara.
''kue beras!'' ucap sarah tanpa sadar sambil melihat keluar mobil.
''kue beras?, apa kau ingin?''
''mau kah kau berputar sebentar?'' tanya sarah.
Tanpa menjawab jungkookpun memutar balikkan kendaraannya dan berhenti di kedai kue beras.
''tunggu di sini biar aku yang membelikannya'' ucap jungkook lalu turun dan membelikannya.
Dari balik kaca mobil sarah melihat jungkook yang sedang membelinya sebuah kue beras termenung untuk beberapa saat.
'apa harus ku beritahu' batin sarah sambil mengelus perutnya.
'aku sangat takut dengan jawabannya' gumamnya lagi
''ini !'' menyerahkan bungkusan kue yang baru saja ia beli
''terima kasih''
''iya''
''kau mau?'' tanya sarah menawarkan sambil menadahkan kue yang masih terbungkus itu.
Mereka berdua memutuskan untuk berhenti di salah satu jalan yang bersampingan dengan laut, dan duduk di salah satu kursi yang ada di sana sambil memakan kue beras itu.
''apa maura mengatakan sesuatu lagi padamu tadi?'' tanya jungkook pada sarah
''hanya beberapa ucapan''
''apa?''
''dia bilang bahwa orang yang berselingkuh tidak ada obatnya''
''kau menjawab apa?'' jungkook menatap sarah penasaran.
''aku harus menjawab apa menurutmu?, sebenarnya tidak ada jawaban untuk itu''
''i-iyaa kau benar'' ucap pria itu tampak kecewa
''maura?''
''hmm, jika memang dia tidak perduli denganmu, dia tidak seharusnnya menggangguku''
''apa menurutmu begitu?''
''iya,, aku sangat mengerti sikap perempuan jika cemburu''
''bagaimana denganku,?''
Sarah menatap jungkook
''maksudku apa aku akan terlihat jika sedang cemburu?''
''aku tidak tau, gen kita berbeda, jadi aku kurang yakin untuk mengetahui hal itu'' jawab sarah sambil sedikit tersenyum.
Melihat senyum yang terukir di wajah sarah membuat jungkook ikut tersenyum.
''maaf ya sarah atas yang telah aku lakukan padamu''
''hmm''
''kenapa jawabanmu hanya itu?'' jungkook bertanya.
''sebenarnya aku,,,,''. ucap sarah ragu
''kau kenapa?'' jungkook berusaha memperjelas.
''aku senang kau menyukai cleo, itu saja''
''oh itu!, aku sebenarnya tidak menyukai anak kecil!''
Sarah terkejut dan terdiam mendengar kata kata yang terucap dari mulut pria di sampingnya itu.
''tapi aku hanya merasa dekat saja dengan cleo, aromanya terasa cocok dekat denganku''
''aroma?''
''iya, aku menyukai aroma badan cleo terasa sangat mirip denganku''
Sarah tersenyum sambil menggeleng tidak paham maksud jungkook.
uuueeeeekkk ueeeeekkkk
Sarah kembali muntah di pagi harinya. Bibi tum yang baru saja tiba mendengar suara sarah dari balik kamar mandi. Beberapa saat kemudian sarah keluar sambil mengelap mulutnya.
''kenapa tidak kau katakan saja padanya tentang anak ini?''
Sarah terkejut, baru saja merasakan tenang dalam perutnya sehabis mual ia malah mendengar ucapan itu sehabis membuka pintu kamar mandi.
''aku akan memikirkannya nanti saja'' sarah meninggalkan bibi tum dan kembali ke kamarnya bersiap untuk bekerja.
Tak berselang lama sarah sudah sampai ke kantor.
''hey sarah bagaimana menurutmu desain ini?'' lisa menunjukkan sebuah contoh gambar untuk pengemasan produk.
''bukankah terlalu banyak tulisan untuk bagian depannya?'' sarah menatap lisa
''apa menurutmu itu mengganggu?''
''jangan hanya bertanya padaku, tanya yang lain sana'' jawab sarah lalu kembali menghadap ke komputernya. Lisa memanyunkan bibirnya mendengar jawaban sarah.
''sarah apa kau renggang?'' tanya danny tiba tiba menghampiri sarah
''memangnya kenapa?''
''risa tidak bisa ikut denganku ke lapangan hari ini, sedangkan lisa tengah sibuk apa kau mau menemaniku ?''
Sarah sejenak terdiam, ia yang masih merasa lemas akibat kehamilannya ragu untuk ikut, tapi ia bingung untuk menolak.
''apa hari ini akan lama?'' tanya sarah meyakinkan dirinya
''seperti tidak biasa saja,? cuma sebentar!''
''baiklah, tunggu sebentar!'' sarah kembali mematikan komputernya dan bersiap untuk pergi dengan danny.