
'jangan pernah mencoba untuk menjelaskan apapun padaku, jika kau menjelaskannya aku pasti akan memaafkanmu, dan itu akan membuatku merasa sangat bodoh' dalam taksi sarah hanya melamun sambil memandang jalanan dari kaca mobil.
Sembilan tahun tanpa tau apapun menjadi mimpi buruk bagi sarah, merasa di bodohi memang ia, ia merasa dia adalah orang terbodoh yang pernah hidup, kini matanya hampir tak pernah kering karna merasa sangat tersakiti.
'padahal aku sering berdoa mendapat keajaiban kau muncul di hadapanku dan cleo. Tapi, kenapa aku langsung membencimu saat kau datang...'
''hiks,,, hikkss''
Sarah menangis sampai sesenggukan, ia tidak lagi menutup mulutnya untuk menahan suaranya.
''kita sudah sampai'' ucap supir taksi itu ketika selesai memarkirkan mobilnya di depan gedung kantor sarah.
''i-iyaa pak,,'' ucap sarah masih dalam tangisannya, sambil membuka tasnya mencari uang untuk membayar taksinya.
''anda bisa di sini sebentar untuk menenangkan diri, saya akan menunggu'' ucap supir taksi itu karna kasihan melihat sarah yang menangis pilu.
''terima kasih, maafkan saya''
''tidak masalah, tenangkan saja diri anda dulu sebelum bekerja'' supir itu memberikan minuman untuk sarah agar lebih tenang.
Beberapa menit di mobil taksi dan di tenangi oleh supir yang baik hati, sarah akhirnya merasa tenang dan siap untuk kembali ke kantor.
''berapa usia anda sekarang?'' supir itu berusaha bertanya hal yang ringan pada sarah.
''dua puluh delapan tahun''
''ooo, saya yakin di usia segitu sudah banyak hal sulit terjadi''
Sarah diam sejenak sambil memperhatikan supir itu dari kaca penumpang.
''jalani saja hari ini sampai lelah, lalu kembali ke rumah dan tertidur, jangan pikirkan besok atau masa yang sudah berlalu, pikirkan saja bagaimana membuat hari ini singkat, setelah itu waktu akan menyembuhkan kita'' nasihat supir taksi pada sarah.
''nah,,'' supir itu dengan semangat mengambil uang dari sarah ''apa lagi kalau kita menghabiskan waktu untuk mencari uang, lebih menyenangkan'' ucap supir itu dengan riang. Sarahpun tersenyum mendengar dan melihat semangat supir itu..
''iya, saya merasa tenang, terima kasih banyak pak'' ucap sarah dan ia pun keluar dari mobil taksi itu.
Sarah kembali ke kantornya untuk bekerja, saat baru mau memasuki ruangannya sarah melihat ada wanita yang nampak asing ada di tengah tengah temannya sedang berbincang.
Meski sarah hanya melihat punggung wanita itu, sarah sudah sangat tau jika wanita itu adalah wanita dengan kelas atas, terlihat bagaimana rambutnya tertata, bahkan cat di setiap kukunya menunjukkan kemewahannya.
Tas dan sepatu ber merek yang di pakainya menjadi penunjang hebat dalam penampilan wanita itu.
''itu dia orangnya!'' lisa menunjuk sarah pada wanita itu.
Wanita itu pun langsung menoleh dengan kibasan rambut indahnya menatap sarah yang berdiri si ambang pintu.
''aku?'' sarah menunjuk dirinya saat ucapan lisa dan tatapan wanita itu mengejutkannya.
''jadi ini perempuannya?'' wanita itu menghampiri sarah, yang tak lain adalah oh hani.
Oh hani memperhatikan sarah tanpa ragu daru bawah hingga ke atas ''benar benar mengejutkan'' ucap hani sambil sedikit tertawa
''ada apa ya?'' tanya sarah dengan sopan.
''oh iya, kenalkan aku oh hani, kakak ipar junhkook''
Mendengar itu sarah tertegun, ia menatap hani sedikit lebih lama 'berarti dia istrinya yoongi''
''aku sangat penasaran denganmu, namun kita berulang kali tidak jadi bertemu'' hani menyapa dengan hangat sambil menggenggam tangan sarah.