Sakitnya Berkorban

Sakitnya Berkorban
berbohong demi uang


''bapak terlihat tidak konsentrasi,,'' rebecca menatap jungkook yang berada di sampingnya saat dalam mobil.


''bukan aku yang mengemudi, untuk apa aku konsentrasi?'' jawab jungkook judes.


Rebecca menghela nafasnya perlahan dan mulai menatap ke jalan ''hari ini kita akan bertemu seseorang, aku harap bapak tetap konsentrasi pada setiap kata orang tersebut''


''kau sudah merencanakan semuanya, jadi mari kita lakukan sesuai keinginanmu!'' jawab jungkook tanpa menoleh


''awalnya kau bersemangat ingin memperbaiki nama ibumu, kenapa jadi lesu begini?'' rebecca menggunjingkan senyum sinisnya, ia tidak suka jungkook tidak memprioritaskan masalah ibunya.


''apa yang harus aku lakukan?'' tanya jungkook dengan tatapan datar.


''kita akan menemui salah satu keluarga korban''


Perjalanan itupun membawa jungkook dan rebecca pada sebuah rumah tua yang berada di pinggiran kota, rumah itu tak memiliki tetangga, jaraknya dan rumah lain berkisar 500 meter.


Jungkook dan rebecca pun keluar mengetuk pintu rumah itu, sampai akhirnya seorang nenek yang sangat tua membuka pintu rubah tersebut.


''siapa?'' tanya nenek itu dengan suara bergetar.


''saya rebecca, dan ini kim jungkook, anak park hara''


Mendengar nama park hara nenek itu memberi ekspresi terkejut, namun ia dengan cepat mengembalikan ekspresinya jadi datar seperti semula.


''tapi saya tidak mengenal kalian ?'' jawab nenek itu, dan dengan tergesa menutup pintu rumahnya. Jungkook yang menyadari tingkah nenek itu dengan cepat menahan pintu yang hampir tertutup dengan tangannya.


''kalau begitu mari kita saling mengenal lebih dulu!'' jungkook langsung menatap tajam ke arah nenek itu.


Tatapan tajam jungkook mampu melemahkan sikap nenek itu dan ia pun mengijinkan jungkook dan rebecca masuk ke rumahnya.


Jungkook dan rebecca duduk di lantai tanpa beralaskan apapun, terlihat jika nenek itu orang yang kurang mampu, bahkan bangku kayu pun tidak di milikinya.


''apa yang kalian inginkan?'' tanya nenek itu.


''pertanyaanmu bukan seperti orang yang mengidap alzheimer'' rebecca mulai memancing nenek itu.


''apa kau gadis yang mengikutiku dua tahun lalu saat di bazar?'' nenek itu mengerutkan dahinya sambil menatap rebecca.


''kau mengingatku,! jadi jujurlah!'' rebecca tersenyum sinis, jungkook pun sedikit bingung menatap rebecca, ia hampir tidak percaya rebecca telah merencanakan hal ini jauh jauh.


''aku tidak akan berbohong padamu, aku sudah tua tapi aku mengingat semua dalam hidupku''. Nenek itu meminum minuman yang ada di depannya.


Rebecca memperhatikan jungkook yang mulai bingung, ia menutup matanya dan menghela nafasnya perlahan ''jadi kau ingat apa yang terjadi 30 tahun lalu saat cucumu meninggal dunia?''tanya rebecca dengan tegas.


Nenek itu menatap jungkook dengan tatapan kasihan ''jadi kau jungkook,, bagaimana hidupmu sekarang?''


''bagaimana menurutmu?'' jungkook balik bertanya.


''aku ingat tentang pertengkaran lee sung woo dan park hara, pertengkaran bahwa sung woo siap menjadi ayahmu, namun di tolak oleh hara.'' mara nenek itu mulai berkaca kaca, ia mengedipkan matanya dan menarik nafasnya agar rasa sedihnya tidak kembali melampaui batas ''sung woo sangat mencintai hara, ia rela mati demi ibumu, namun sayang ibumu tanpa membunuh jiwanya''


''maksudmu?'' jungkook kembali bertanya dengan sangat penasaran.


''tapi ibumu sangat mencintai kim young do, sampai sampai ia rela jadi wanita simpanannya. Tapi hara menjadi berurusan panjang dengan dami, dami selalu berusaha membuat ibumu menderita. Karna sangat mencintai park hara lee sung woo pun ingin menikahinya dan menjadi ayah bagimu, namun hal itu di tolak mentah mentah olehnya''olehnya''


Jungkook memandang nenek tua itu, ia mendengar dengan seksama setiap ucapan dari nenek itu ''lalu kenapa dia menolaknya?'' dengan suara pelan jungkook bertanya.


''bagaimana bisa kau masuk ke dalam rumah bersih dengan kaki kotormu?'' nenek itu menatap jungkook dengan pertanyaan yang bermakna sangat dalam.


''orang yang tidak berhati pasti akan masuk tanpa mempedulikan lantai rumah itu!''


''itu lah, meski park hara tidak ingin mengotori nama baik sung woo, namun tanpa ia sadari penolakannya menghancurkan hati sung woo''


''apa karna itu sung woo melakukan bunuh diri?'' rebecca memotong penjelasan nenek itu.


Nenek itu menatap rebecca, sambil bersilah kaki ia menegakkan badannya dan mengangguk akan pernyataan rebecca.


''jadi ia bunuh diri, bukan di bunuh?'' jungkook membelalakkan matanya, ia memang berpikir sung woo di bunuh oleh seseorang selain ibunya.


''sung woo sudah mengirim pesan untuk ibumu namun ibumu merasa tidak menerima pesannya, karna itulah ia sedikit terlambat untuk mencegah sung woo bunuh diri''


''tapi kenapa pernyataan kalian saat itu membenarkan jika sarah yang mendorongnya dari jendela'' rebecca bertanya dengan tatapan mengintimidasi, sedangkan jungkook meremas bajunya mendengar semua cerita tentang ibunya dan sung woo.


''aku tidak pernah memberi pernyataan seperti itu, aku menyayangi sung woo tapi hara tidak bersalah. Karna perbedaan pendapatku ini membuat aku harus pergi dari mereka dan hidup sebatang kara disini''


Jungkook tertunduk sedih dan juga bingung, ''kenapa kau tidak angkat suara saat itu,? kenapa kau hanya diam,? kau tau, diammu ini membuat dia hidup tak bebas, ia hidup dengan julukan pembunuh''


''apa yang bisa di lakukan wanita tua tak beruang sepertiku ini?'' nenek tua itu menunduk malu sambil memainkan ujung kain pada lengannya.


''apa semua keluargamu tau bahwa sung woo bunuh diri?'' ucap rebecca


''hmm, mereka tau itu''


''lalu kenapa mereka berbohong?'' dengan suara lantang jungkook bertanya sambil berusaha menahan emosinya.


''karna uang, kematian sung woo menjadi berkah bagi mereka, mereka hanya menangis saat pemakaman saja, setelah menerima uang mereka mengusap air matanya tanpa rasa bersalah''


''siapa yang memberi mereka uang atas kematian bunuh diri?'' jungkook menggebu gebu dengan pertanyaannya sendiri.


Nenek itu menatap jungkook tanpa mengatakan apapun, ia lalu berdiri mengambil sesuatu dalam sebuah kotak kayu tua. Lalu ia memberikan sebuah map pada jungkook.


Pandangan jungkook pada nenek itu teralihkan, ia lalu membuka map itu dan membacanya. Melihat isi dari map itu jungkook sudah mengerti bahwa sung woo bukan di bunuh melainkan bunuh diri, namun seseorang memanfaatkan kematiannya untuk memfitnah park hara, orang itu tak lain adalah dami.


Kesulitan ekonomi dan hutang yang mencekik membuat keluarga sung woo menerima tawaran dami, mereka berpikir setidaknya kematian sung woo menyisakan berkah untuk mereka. Nenek sung woo terkejut karena tanah gadaiannya telah di kembalikkan, dan orang tua sung woo hidup nyaman setelah kematian anaknya. Karna pernah berpura pura mengidap penyakit alzheimer ia tidak bisa melakukan apapun, dan terpaksa menerima takdir itu, mereka menghancurkan perempuan yang tidak bersalah demi uang.