
Mata sarah menelusuri seisi cafe, dimana di cafe itu ia dan hani sudah berjanji akan bertemu.
''hay, disini!'' hani melambaikan tangannya pada sarah.
Sarah yang melihat hani langsung menuju meja di mana hani sudah menunggunya.
''maaf aku membuatmu menunggu'' sarah berusaha tersenyum pada hani, meski sebenarnya ia tak tau harus bagaimana bersikap.
''aku juga baru sampai, oh iya kenapa kau tidak bersama jungkook kesini?''
''dia ada perjalanan keluar negeri'' jawab sarah sambil menaruh tasnya di salah satu bangku disampingnya.
''tapi tadi siang dia sudah pulang, aku bertemu dengannya di pintu masuk''
''benarkah,,? aku tidak tau dia sudah kembali'' ucap sarah sambil menunduk.
''kau membuatku penasaran'' hani mengerutkan keningnya sambil tersenyum getir.
''kenapa?''
Hani menyandarkan dagunya pada tangannya di atas meja ''bagaimana awal hubungan kalian, dan bagaimana jungkook membawamu ke jenjang pernikahan?''.
Pertanyaan hani membuat sarah terdiam, ia menatap cincin yang telah melingkar di jari manisnya ''aku juga tidak menyangka ini akan terjadi'' sambil mengelus cincinnya sarah mengingat saat jungkook mengungkapkan ia akan bertanggung jawab pada kehamilannya.
''kalian baru datang?'' ucap jungkook mengagetkan sarah dan hani. Jungkook lalu mengangkat tas sarah yang berada di kursi dan duduk sambil memangku tas sarah.
''dimana yoongi?'' hani melihat ke arah pintu masuk, ia berharap jungkook datang bersama yoongi.
''sebentar lagi dia datang'' ucap jungkook sambil mengangkat tangannya memanggil pelayan.
Mendengar yoongi akan datang sarah terdiam dengan tatapan kosong.
Melihat sarah yang sedari tadi diam jungkook menggeserkan bangkunya sedikit lebih dekat ke sarah. ''kau baik baik saja?'' tanya jungkook sedikit berbisik.
''iyaa, aku ok''
Jungkook kemudian mengambil tangan sarah dan menggenggamnya ''tenanglah, aku tau kau gugup'' sambil mengelus punggung tangannya jungkook berharap sarah bisa tenang.
Sarah menatap hani yang sedang memainkan ponselnya 'aku berharap tidak ada lagi orang yang sakit hati karena yoongi' batin sarah.
Sarah menarik tangannya dari genggaman jungkook ''aku tidak gugup''.
''sayang,,!!'' hani melambaikan tangannya setelah melihat yoongi yang baru tiba.
Jungkook pun menoleh ke belakang, karna memang jungkook dan sarah membelakangi pintu masuk, sedangkan sarah tidak ingin menoleh sedikitpun.
Yoongi mendekati mereka lalu duduk di samping Hani ''apa kalian sudah memesan?'' tanya yoongi dengan santai, meski begitu tatapannya selalu menuju sarah.
''sudah, aku juga sudah memesan untukmu'' jawab jungkook.
''awalnya hanya aku dan sarah saja yang ingin berbincang, akhirnya kita bertemu semua'' ucap hani riang, wanita itu memang sangat riang, tidak pernah sekalipun sarah melihat hani dengan raut tidak enak, hani selalu tersenyum di setiap katanya.
''sayangnya cleo tidak ikut, aku akan mengajaknya bertemu kalian nanti'' jungkook menyayangkan pertemuan mendadak itu yang tidak melibatkan cleo.
''oh iya, maaf lancang, tapi berapa usia anakmu sekarang?'' hani menatap sarah bertanya tentang cleo.
Sarah terdiam, ia menatap yoongi yang duduk bersandar pada bahu kursinya, 'apa aku harus berbohong tentang usia cleo, agar yoongi tidak berpikir itu anaknya' batin sarah.
''tidak lama lagi dia akan berusia sembilan tahun, benarkan?'' ucap jungkook, membuat sarah terkejut karna tidak jadi berbohong.
''i-iyaa'' jawab sarah gugup.
''berarti kau hamil saat usia 19 tahun?'' tanya hani terkejut setelah mengetahui usia cleo, hani berfikir jika anak sarah masih berusia tiga tahunan.
''itu sangat muda, kau menikah terlalu muda'' jawab hani tak percaya.
''aku tidak menikah'' dengan cepat sarah menyeka ucapan hani ''maksudku aku tidak sempat menikah'' ulang sarah menjelaskan dengan jelas.
''kenapa?'' tanya hani, sementara jungkook dan yoongi hanya diam menatap sarah.
''dia meninggal sebelum pernikahan'' sarah melirik tajam ke arah yoongi sambil mengaduk aduk minumannya.
Mendengar itu jungkook langsung mengelus lengan sarah dengan lembut. Merasakan sentuhan lembut jungkook sarah menatap balik mata jungkook dan tersenyum.
Melihat jungkook dan sarah saling melempar senyum yoongipun mengurungkan niatnya untuk memberitahu fakta sebenarnya 'apa yang akan terjadi pada mereka jika aku menceritakan ini' yoongi menatap hana, jungkook, dan sarah. 'tapi kau juga sangat berarti bagiku sarah' yoongi bergelut dalam pikirannya, semakin ia memikirkannyaa semakin ia merasa tidak karuan.
''aku dengar kau ke korea kemarin jung, untuk apa?'' tanya hani.
''ada sedikit urusan'' jawab jungkook jutek sambil menunduk memainkan ponselnya.
Saat masih sibuk dengan ponselnya jungkook tiba tiba teringat dengan ucapan pria yang jadi tersangka penabrak yoongi.
''apa kau ingat pria yang menabrakmu dulu kak?'' tanya jungkook pada yoongi, namun matanya menatap pada reaksi hani.
Hani pun memberikan reaksi terkejut, ia terlihat sedikit gugup melihat yoongi yang akan menjawab pertanyaan dari jungkook.
''aku tidak mengingatnya, aku koma selama persidangan, dan kalian tau itu'' yoongi akhirnya memiliki cara untuk menjelaskan pada sarah bahwa ia tidak pernah berbohong.
Jungkook yang berniat hanya ingin melihat reaksi hani pun hanya mengangguk kecil ''aku dengar pria itu sudah bebas'' ucap jungkook sengaja memancing reaksi hani.
''hukumannya ringan, setelah dia di hukum atas kesalahannya ia masih bisa bertemu orang yang di cintainya, tapi bagaimana denganku?'' yoongi menatap sarah menggunakan kata berusaha menyampaikan maksudnya.
Setelah perbincangan ringan, merekapun mengakhiri obrolan. Jungkook pun mengantar sarah untuk pulang, sama seperti biasanya tidak ada perbincangan apapun dalam mobil itu. Saat di tengah perjalanan sarah pun berniat membuka obrolan ''jungkook,?''
''kenapa?'' jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan.
''tadi kau bilang kakakmu pernah mengalami kecelakaan?''
''hmm, sekitar sembilan atau sepuluh tahun lalu''
''lalu,,?'' sarah mengulik penasaran.
''dia koma selama tiga atau empat bulan, setelah bangun ternyata ia mengalami lupa ingatan''
''dia lupa ingatan ?'' sarah merasa terkejut.
''hmm, sekarang ia sudah mengingat semuanya, awalnya ia hanya ingat aku ayah dan hani saja, tapi sekarang dia sudah mengingat semuanya'' jawab jungkook sambil tersenyum, sedangkan sarah diam membeku mendengar penjelasan jungkook.
Jungkook memperhatikan sarah yang kemudian diam ''kau baik baik saja?'' tanyanya khawatir.
''iya, aku hanya sedikit lelah'' sarah membenarkan posisi duduknya dan bersandar.
Sementara itu hani dan yoongipun sampai di rumah dami.
''mari bicara di kamar'' ucap hani sambil berjalan cepat mendahului yoongi.
Yoongi yang sadar akan kesalahannya pun hanya diam dan mengikuti langkah hani. Saat sampai di kamarnya hani langsung melempar bantal pada yoongi.
''KENAPAAA??, kenapa lagi sekarang?'' teriak hani sambil terus melempar bantal pada yoongi.
Yoongi hanya diam tak menjawab apapun, ia melepas bajunya dan berjalan menuju kamar mandi.
''katakan apa yang salah, mengeluh saja padaku, jangan pergi begitu saja'' hani menangis hingga terduduk lemas..
Yoongi yang berniat ke kamar mandi terhenti sambil membelakangi hani ''aku hanya ingin menjauh darimu sejenak'' jawabnya datar, lalu yoongi menuju kamar mandi tanpa menghiraukan hani.