Sakitnya Berkorban

Sakitnya Berkorban
dimanakah park hara


''kau sangat sibuk kawan hingga tidak punya waktu untuk mengunjungiku?'' alex bangun dari kursinya dan menghampiri jungkook yang baru saja masuk ke ruangannya.


''bagaimana, apa kau mendapatkan kabar baik?'' tanya jungkook


''oh iya, aku mendapatkan sesuatu'' alex mengambil ponselnya dan menunjukkan pada jungkook


''apa dia orangnya'' alex menunjukkan sebuah foto


''aku tidak pernah bertemu ibuku selama 30 tahun ini, bagaimana caranya aku mengenalnya, aku hanya melihat fotonya semasa muda''


''lalu bagaimana kita mencari ibumu jika kau saja tidak mengenalnya?''


''justru karna itu aku meminta bantuanmu, aku tidak tau harus memulai dari mana, pergerakanku pasti di ketahui wanita itu''


''sepertinya ibumu sudah meninggal jung, atau bisa saja ia mengganti identitasnya, tapi mengganti identitas itu tidak semudah yang di bayangkan di film film. terkecuali ada seseorang yang membantunya.''


''ada seseorang yang memberitahuku jika ibuku masih hidup, dia selalu tau bagaimana menghubungiku, tapi aku tidak bisa melacaknya karna ia langsung mengganti nomornya setelah menghubungiku, orang itu juga mengatakan kalau ibuku mengetahui sesuatu yang penting''


''penting ?'' alex mengerutkan keningnya bingung.


''aku tidak tau tentang apa, tapi aku rasa ada kaitannya dengan kim dami, sesuatu yang besar, sesuatu yang bisa saja membebaskan aku dan ibuku dari persembunyiannya''


''jika begitu kenapa ibumu tidak langsung melakukannya, dan membebaskan dirinya''


''ibuku masih jadi tersangka atas pembunuhan seorang mahasiswa 30 tahun lalu, dan aku tau itu adalah sebuah fitnah, mungkin karna itu ia bersembunyi atau menunggu saat yang tepat untuk keluar"


"baiklah, aku akan berusaha semampuku membantumu, tapi kau tau sendiri ini akan membutuhkan waktu yang mungkin lama"


"baiklah, aku tidak bisa meminta tolong pada orang selain kau"


Alex menepuk pundak jungkook, berharap tepukan hangat itu menenangkannya.


"oh iya, bagaimana hubunganmu dengan sarah?" tiba tiba alex bertanya


"hubungan kami sekarang mulai membaik, meski awalnya ia tidak menyukai caraku dan enggan berinteraksi, tapi kini perlahan ia memaafkanku"


"baguslah kalau begitu"


"iya, aku sangat menyesal tentang perbuatanku" ucap jungkook lalu menarik nafasnya kasar.


/hhhuuuuuuffffff/


"bisa bisa kau jatuh cinta padanya nanti" ledek alex


"jatuh cinta?"


"hmmm"


Jungkook termenung, ia mengingat bagaimana perasaannya setiap kali bertemu sarah.


"setiap kali bertemu dengannya aku merasa kasihan"


"kenapa kasihan?"


"dia hidup terasingkan, dan punya anak di usia muda. Dan kita tau sendiri hal itu sangat sulit, bagaimana ia berjuang untuk hidup aku tau sendiri kesulitannya"


"kau berempati padanya'' alex terkekeh


''kenapa kau tertawa?'' jungkook menatap heran alex


''aku rasa kau mulai jatuh cinta dari rasa kasihan''


''jika ia, berarti aku tidak tulus jatuh cinta dengannya''


''memangnya menurutmu jatuh cinta yang tulus itu karna apa?''


''eummmh'' jawabnya bingung


''jatuh cinta karna kasihan menurutku itu adalah yang paling tulus. Kau tau kakakku kan, ia menikahi wanita bisu, aku sering bertanya padanya bagaimana bisa dia mencintainya, ia hanya menjawab (sepertinya hanya aku yang bisa jadi juru bicaranya, aku takut tidak ada yang mau memahami dirinya). Dan kau tau mereka sangat bahagia sampai sekarang.''


Mendengar cerita alex, jungkook termenung sesaat, lalu ia berdalih pergi dari tempat alex.


''aku harus pergi sekarang'' ucap jungkook lalu beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan alex.


''tidak, jangan memikirkannya, pikir tentang hal yang biasa saja, jangan perasaan'' jungkook menggeleng menyadarkan dirinya.


Pria itu baru tiba di sebuah cafe untuk bertemu dengan seseorang.


''hay tuan muda jungkook!'' sambut orang itu


''lama tidak bertemu paman'' jungkook memeluk pria itu yang bernama han wan joo seorang teman dekatnya yang sudah jungkook anggap sebagai keluarga.


''bagaimana kabarmu hmm?'' sambil perlahan duduk di sofa cafe itu.


''aku baik''


''apa perusahaanmu berjalan lancar''


''tentu saja paman, meskipun itu perusahaan kecil tapi aku sedikit kerepotan menanganinya''


''kau punya puluhan karyawan kau bilang kecil?''


''di bandingkan dengan perusahaan ayah punyaku tidak ada apa apanya''


''tentu saja, ayahmu membangun perusahaannya dengan bantuan mertuanya. Tapi pencapaianmu sudah sangat bagus''


''aku harus menunjukkan pada wanita itu aku mampu berdiri''


''kau tidak menerima bantuan darinya sama sekali''


''tidak, aku tidak ingin, aku mungkin mendapat keuntungan karna namanya, tapi itu adalah resikonya sendiri karna telah mengambilku dari ibuku, aku yakin dia tau sendiri''


ucap jungkook sambil mengaduk aduk minumannya yang ada di atas meja, sedangkan wan joo hanya menatap sayu jungkook


''apa paman pikir ibu masih hidup?'' tanya jungkook mengejutkan wan joo


''kenapa kau jadi bertanya begitu?''


''oh iyaa''


jungkook mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan foto yang di beri alex.


''apa dia ibu?'' tanya jungkook sambil memperlihatkan pada wan joo


wan joo mengambil ponsel jungkook dan memperhatikannya seksama


''dia sangat mirip, paman bisa mengenalinya dari raut matanya, dimana ini?'' tanya wan joo


''anak buah alex menemukannya di jerman, tapi setelah di teliti bukan dia, meskipun semua petunjuk mengarah padanya''


''jika semua petunjuk mengarah padanya tapi bukan dia, bisa saja ibumu mengganti identitasnya''


''aku juga berpikir begitu paman, dia mungkin berpikir kim dami akan mencarinya makanya ia terus bersembunyi''


kedua pria itu lalu saling diam.


''bolehkah aku meminta bantuanmu?'' ucap jungkook dengan nada pelan.


''katakan!''


''aku yakin pembunuhan mahasiswa 30 tahun lalu bukan ibu pelakunya''


''kau tidak pernah berkomunikasi dengan ibumu semenjak usia 2 tahun, bagaimana kau yakin?''


''karna ayahku meragukannya, dan paman juga meragukannya''


wan joo menatap jungkook penuh makna, ia merasa sangat bangga pada jungkook yang masih bisa mempercayai ibunya meski hampir 30 tahun tidak pernah bertemu.


''apa yang harus aku lakukan?'' tanya wan joo pada jungkook


''aku ingin mengembalikan nama baik ibu di sana, agar ia bisa kembali ke negaranya dengan kepala tegap. meskipun terlambat aku ingin paman sebisa mungkin mengusahakannya''


''paman akan mencobanya''


wan joo menyetujui permintaan jungkook