Mendadak Nikah Dengan Ustadz

Mendadak Nikah Dengan Ustadz
Part 83


"Makasih Mas," ucapnya tersenyum. Perempuan itu menggandeng tangan Aka yang terulur. Aka juga membukakan pintu untuk istrinya.


"Jangan lupa seatbelt-nya dipakai, Dek?" pesan Aka sembari memasangkan untuk istrinya. Bukannya cepat beranjak pria itu masih stay di tempat, tersenyum menatap wajahnya lalu secara sengaja menyambar bibirnya yang ranum.


"Mas, tempat umum," tegur Shali memberengut. Pria itu hanya terkekeh gemas, lalu menutup pintunya. Berjalan cepat mengitari dan duduk dengan manis di belakang kemudi.


"Bismillah ... jalan ya Dek, rasanya lebih tenang."


Aka lekas melajukan mobilnya kembali, baru berjalan beberapa menit Shali terlihat menguap dan terdiam saja. Hanya menyahuti sedikit kata jika suaminya bertanya. Benar saja pria itu mendongeng sendiri karena kini istrinya tertidur.


"Dek, tidur ya, udah mau sampai sayang," panggil Aka yang sama sekali tak ada respon.


Sekitar pukul lima sore Aka tiba di kediaman mertuanya. Mobil terparkir dengan rapih, namun Shali belum juga terbangun.


"Assalamu'alaikum ... Mom." Salam hangat Aka haturkan untuk kedua mertuanya. Pria itu menyalam takzim mertuanya.


Mommy dan Sky yang sedang santai di depan teras sembari mengobrol terlihat begitu antusias menanti kedatangan anak dan mantunya.


"Waalaikumsalam ... alhamdulillah yang ditunggu-tunggu udah sampai. Shali mana Ka?"


"Ketiduran di mobil Mom," jawab Aka sembari sibuk menurunkan buah tangan dari mobil.


"Maaf Mom, kita bawa ini, semoga mommy berkenan."


"Wah ... Aka, kamu repot-repot segala. Kalian datang aja, Mommy udah seneng, makasih Nak," ucap perempuan itu sembari menyerahkan pada asisten rumah tangganya.


"Shali bangun aja Ka, udah sampai molor aja tuh anak!" tegur Mommy gemas sendiri.


"Kasihan Mom, biar aku gendong ke kamar saja, mungkin terlalu capek," ujarnya bersiap mengangkat istrinya.


"Mas, udah sampai?" Sayup-sayup Shali merasa ada yang merusuh di bibirnya. Benar saja ternyata suaminya tengah memagut lembut, membuat tidurnya terusik.


Cara jitu membangunkan istri yang hobbynya tidur. Niat hati mau menggendong, namun melihat bibir seksinya menganggur Aka mencoba keberuntungan di sana, ternyata berhasil juga, beberapa lum@t@n ia dapatkan membuat siempunya terusik dan akhirnya membuka matanya begitu saja.


"Kamu ngapain? Bukanya bangunin aku, ini malam resek di sini, dasar mesum!" omel Shali menggerutu.


"Ya ini membangunkan versi diriku Dek, nikmatnya dapat, pahalanya double karena bikin istrinya ngambek. Hehe. Jangan cemberut aja, Dek, udah sampai ayo turun, atau beneran mau Mas gendong?" Shali tidak menjawab, namun perempuan itu melotot garang.


"Mommy ... assalamu'alaikum ... kangen ...." Shali masuk rumah begitu exited, langsung berhambur memeluk wanita yang telah melahirkannya ke dunia. Ibu dan anak itu saling memeluk, beralih ke daddy yang ikut memeluk di antara mereka berdua. Pria itu mendaratkan kecupan sayang pada pucuk kepala putrinya.


"Selamat ulang tahun sayangnya daddy, sudah besar kapan nih kira-kira membuat kejutan spesial."


"Maksudnya Dadd?"


"Sayang, Daddy mah suka gitu, katanya udah pingin main sama cucu," ujarnya yang membuat Shali dan Aka saling melirik lalu tersenyum.


"Doakan saja lekas isi Mom, Dadd, iya 'kan sayang." Aka merangkum bahunya dengan senyuman menenangkan.


Mereka berkumpul di ruang keluarga, Aka nampak asyik mengobrol dengan daddy, sedang Mommy Disya sibuk memasak di dapur membantu artnya yang mendadak sibuk.


Shali sendiri merasa bebas sekali, berjingkrak senang menuju kamarnya, lalu melempar tubuhnya di sana. Tepat, merebah, telentang, guling-guling, sambil menikmati aroma sprei yang khas parfum kesukaan dirinya.


Aka yang menyusul istrinya ke kamar, berdiri dengan tenang, senyum-senyum sendiri melihat tingkah kekasih halalnya yang cukup absurd.


Shali tak menyadari diperhatikan begitu saja, perempuan itu tetap asyik berdendam sembari melepas hijabnya. Lalu menyambar handuk dan melesat ke kamar mandi. Aka tengah mengantri kamar mandi, pria itu ingin membersihkan diri juga, lalu berencana ke masjid bareng daddy.


Cukup lama pria itu menunggu, entahlah apa saja yang istrinya lakukan di sana. Usut punya usut, ternyata perempuan itu memanjakan tubuhnya terlebih dahulu dengan memakai lulur. Pantas saja lama, bahkan Aka sampai menggedor pintunya karena waktu sudah hampir maghrib.


Pria itu terkesiap mendapati istrinya keluar dari kamar mandi dengan handuk saja. Rambutnya terbungkus handuk dengan bahu polos yang terekspos membuat Aka bergeming di depan pintu.


Shali yang cukup jail, mengalungkan kedua tangannya pada leher suaminya, lalu berjinjit mengecup bibir Aka dengan lembut. Muka kesal karena lama menunggu lenyap sudah berganti madu.


"Mandi Mas, katanya keburu telat," tegur Shali tersenyum.


"Astaghfirullah ... kamu meresahkan, Dek! Jangan mancing-mancing terus kalau belum boleh, nackal ya?" Aka mencupit hidungnya gemas. Shali hanya terkekeh saja, membiarkan suaminya sedikit menggerutu ke kamar mandi.