
Satu minggu kemudian
"Sayang, bagaimana kamu sudah siap?" tanya Ray masuk ke kamar dan seketika terpukau melihat penampilan istrinya yang begitu cantik.
Ya, hari ini Ray dan Bela akan menghadiri pesta pernikahan Mita dan Riza.
"Sudah Mas, Raynan bagaimana?" tanya Bela karena sedari tadi belum melihat putra semata wayangnya.
"Raynan sudah siap, sekarang sudah menunggu kita di mobil bersama Papi." jawab Ray berjalan mendekat.
"Sayang, melihat kamu secantik ini rasanya aku jadi tidak ingin pergi," bisik Ray di telinga Bela.
"Kenapa?" tanya Bela tak mengerti.
"Aku lebih suka di kamar saja bersama kamu," jawab Ray tersenyum.
"Sejak kapan, kamu jadi genit seperti ini, Ray?" Bela menatap Ray dari atas sampai bawah.
"Sejak melihat bidadari di hadapanku,"
Ray mendekatkan tubuhnya pada Bela dan saat akan mencium Bela tiba-tiba rasa Raynan membuka pintu.
"Mommy, Daddy! kenapa kalian begitu lama? Raynan takut telat ke acara pernikahan Daddy Riza," ucap Raynan membuat Ray dan Bela salah tingkah.
"I-iya sayang, mommy sudah selesai. Ayo kita berangkat!" ucap Bela mencubit lembut pinggang Ray.
"Aaww.. " teriak Ray reflek.
"Daddy kenapa?" tanya Raynan terkejut dengan teriakan Ray.
"Tidak, Daddy tidak apa-apa. Ada kecoa tadi," jawab Ray bohong.
Bela melihat ke arah Ray dan membulatkan matanya.
"Kecoa? Di mana kecoa nya Ded? apa Daddy takut sama kecoa?" tanya Raynan.
"Sepertinya sudah pergi, tadi ada kok di situ," ucap Ray bohong dan menunjuk ke arah meja.
"Sudah yuk sayang, kita berangkat! cari kecoanya nanti saja!" ucap Bela menggandeng Raynan dan meninggalkan Ray.
"Eh.. kok daddy malah di tinggal," ucap Ray segera menyusul Raynan dan Bela.
***
Sesampainya di pernikahan Riza, Raynan segera berjalan menghampiri Riza dan Mita.
"Hai.. jagoan, kenapa baru datang?" tanya Riza.
"Raynan sudah siap dari tadi, tapi Daddy dan mommy lama sekali dandannya," jawab Raynan membiarkan siapapun yang mendengarnya tertawa.
Semua tamu nampak bahagia, Mita yang selalu di jadikan bahan ghibahan tetangga lantaran belum menikah di usianya yang bisa dikatakan sebagai perawan tua, kini bisa membuktikan kalau menikah di usia yang cukup matang juga bukan hal yang buruk. Yakin dan percayalah Alloh sudah menyiapkan jodoh yang terbaik untuk kita.
"Riza, Terima kasih selama ini kamu sudah menjadi Daddy terbaik untuk Raynan. Aku akan selalu mendoakan semoga kamu dan Mita selalu bahagia, Kamu orang yang baik. InsyaAlloh, Alloh akan membalas semua kebaikan kamu. Saat itu entah bagaimana jadinya aku dan Raynan jika tidak ada kamu." ucap Bela mengingat masa-masa harus berjuang sendiri membesarkan seorang anak.
"Aku juga sangat berterima kasih Pak Riza, Pak Risa sudah banyak membantu Bela dan Raynan," sahut Ray.
Setelah menghadiri acara pernikahan Mita dan Riza. Ray, Bela dan Raynan pergi ke pesantren. Karena hari ini Abah menggelar acara syukuran bersama dengan para Santri.
Ray mengenang masa-masa dirinya yang baru belajar hijrah. Pesantren ini memberikan banyak kenangan manis pada Ray dan teman-temannya. Di mana ketiga sahabat yang lumayan badung dan jauh dari agama, bisa menemukan jalan yang benar kembali dan menjadi hamba yang takwa kepada Alloh.
Ray, Danu dan Niko duduk di bangku taman yang ada di pesantren.
"Ingat gak sih awal kita ada di pesantren ini?" tanya Ray melihat sahabatnya.
"Iya, ingat banget lah. Awal mula kita hijrah karena Danu yang sering tausyiah setelah mendapatkan istri sholihah seperti Aisyah, sampai akhirnya kita berdua jadi ingin ikut belajar agama karena kita ingin masuk surga juga. Bukan hanya Danu. Itu kan awal mula kita bisa sampai pesantren ini," jawab Niko mengingat kembali kisah beberapa tahun yang lalu.
"Hahaha.. kalau di pikir lagi, cara kita hijrah konyol ya saat itu, kita hijrah dengan alasan tidak rela Danu di surga sendiri. Tapi itulah yang namanya hidayah. Jika Alloh sudah memberikan hidayah pada seseorang, kita tidak tau dan kita tidak bisa menebak bagaimana caranya hidayah itu sampai pada diri kita . Berawal dari itu kita mulai masuk pesantren dan dari sinilah kita baru paham apa itu hijrah yang sebenarnya dan apa tujuan hidup kita yang sebenarnya," ujar Ray
Ray sangat bersyukur, Alloh memberikan hidayah kepada dirinya dan Ray juga bersyukur sebelum Mama nya pergi, Alloh juga memberikan Mama nya kesempatan untuk bertaubat dan menjadi lebih dekat dengan Alloh. Mengingat perjuangan Ray untuk berhijrah bukanlah hal yang mudah. Begitu banyak ujian yang menerpa saat Ray memutuskan untuk berhijrah. Tapi Alhamdulillah, Ray mampu melewati setiap ujian dan tetep Beristiqhomah di jalan Alloh.
"Alloh begitu sayang dengan kita, kita ini dulunya hanya pemuda yang tidak mempunyai tujuan hidup. Tapi setelah kita belajar ilmu agama yang benar, Alhamdulillah sekarang kita tau maknya hidup yang sebenernya, semoga kita bisa selalu Beristiqhomah di jalan Alloh dan semoga persahabatan ini bisa kita jalin hingga surga Alloh." Sahut Danu dan semua mengaminkan.
Ray, Danu dan Niko melihat ke arah para istri yang sedang bermain bersama anak-anak. Bidadari-bidarari surga yang saat ini ada di Bumi, yaitu Aisyah, Ulya dan Bela. Ketiga perempuan sholihah sebagai penyejuk mata dalam rumah tangga mereka.
Berdoalah, Mintalah rumah tangga yang selalu di berkahi Alloh, keluarga yang Qurrotaayun. agar tercipta kesejukan di dalam suatu rumah tangga.
Kunci kebahagiaan di dalam rumah tangga yang harus selalu di jadikan pegangan
Pertama, Jangan pernah melupakan kebaikan yang pernah terjadi di antara kalian(suami/istri)
Ke dua, ingatlah pasangan adalah pakaian bagi kita. Jadi jangan pernah membuka aib pasangan kita pada orang lain.
Dan yang ke tiga, Jika dalam berumah tangga kita menemukan kekurangan pada pasangan dan kita membenci ke kurangan itu, ingatlah bisa jadi ada kebaikan di dalamnya.
Tiga kunci itu yang selalu di jadikan pedoman Ray, Danu dan Niko dalam mengarungi bahtera rumah tangga. tentu saja itu semua bersumber dari potong ayat yang ada di dalam Al-quran. karena sebagai orang muslim kita harus selalu berpatokan pada sumber yang sudah pasti kebenarannya yaitu Al-Quran dan Al-Hadis.
Ray berjalan mendekati Bela lalu menggenggam erat tangannya sembari memandang dalam matanya dengan penuh harapan, Ray berbisik lembut "Ana Uhibuki Fillah (Aku Mencintaimu Karena Allah). Semoga Allah selalu memberi naungan ridho di setiap langkah hingga bisa bersama selamanya..Sehidup..Sesurga."
THE END
^Happy Reading^
Terima kasih readers ku sayang, yang sudah mengikuti cerita ini sampai end. Bahagia, terharu dan sangat bersyukur karena memiliki readers seperti kalian, dukungan, like dan komen dari kalian semua adalah semangat bagi author untuk bisa menyelesaikan setiap cerita sampai akhir.
Jangan lupa, baca karya-karya thor yang lain ya klik Qurrotaayun, di sana kalian akan menemukan karya author yang lain. semoga apa yang thor tulis bisa menghibur dan bisa di ambil pembelajaran jika ada hal yang baik.
Mohon maaf dalam penulisan masih sering ada typo dan kesalahan lainnya, sekali lagi Terima kasih sayang ku semua 💕😍😘