Hikmah Cinta Kita

Hikmah Cinta Kita
CH 60


Setelah Riza pergi, Ray masuk ke dalam ruang rawat Raynan.


"Za, tolong ambilkan saya a_" ucap Bela terputus dan kembali menarik baskom yang semula akan di berikan pada Riza untuk di isi air.


"Biar saya ambilkan," jawab Ray menarik baskom dari tanggan Bela.


Ray ke kamar mandi mengisi baskom dengan air hangat dan kambali memberikan baskom berisi air hangat pada Bela.


Bela mengusap tubuh putra kecilnya dengan waslap dengan sangat hati-hati, sementara Ray duduk di sofa memandangi Bela yang tampak telaten merawat Raynan.


Setelah Bela selesai memandikan Raynan dan merapikan pakaiannya kembali, Ray menarik tangan Bela dan menatap tajam mata Bela.


"Ray, apa yang sedang kamu lakukan? lepaskan!" ucap Bela.


"Kamu tidak lupa kan, kalau kamu punya hutang penjelasan sama aku?" tanya Ray.


"Iya, aku ingat," jawab Bela.


"Sekarang katakan, Apa Raynan anakku?" tanya Ray tanpa basa-basi.


"Dia.. Dia..," Ucap Bela gugup.


"Dia apa? katakan Raynan anakku kan?" tanya Ray lagi.


"I-iya, Raynan anak kamu," jawab Bela menundukkan kepala.


"MasyaAlloh, Kenapa kamu lakukan ini Bel?" ucap Ray mengusap wajahnya, tidak tau harus berbuat apa, di sisi lain, Ray senang mengetahui dirinya punya anak, tapi di sisi lain, Ray merasa bersalah lantaran tidak pernah mengetahui keberadaan putranya selama ini.


"Ma-Maaf, Ray." ucap Bela tak kuasa menahan air mata.


"Kenapa kamu tega, Bel? kenapa kamu tega memisahkan aku dari anakku, bahkan aku tidak pernah tau, kalau ternyata aku memiliki seorang anak? mau sampai kapan kamu memisahkan kami? Aku yakin, jika bukan karena musibah ini, kamu tidak akan pernah memberitahu aku, kalau Raynan ini adalah anakku," cerca Ray seraya menyeka air matanya.


Bela menggelengkan kepalanya terisak menahan tangis.


"Kenapa kamu setega ini, Bel?" gumam Ray terisak, hatinya hancur harus mengetahui keberadaan anaknya dalam kondisi seperti ini.


"Ray, aku tidak bermaksud memisahkan kalian. Saat aku pergi dari rumah kamu. Aku bahkan tidak menyadari kalau ternyata aku hamil." ujar Bela.


"Lalu setelah kamu mengetahui ternyata saat itu kamu hamil, kenapa kamu tidak kembali?" tanya Ray.


"A-aku, aku tidak bisa kembali, Ray. A-Aku_" ucap Bela terputus.


"Kamu egois, Bel. Kamu orang egois yang pernah aku temui. Kamu tega memisahkan seorang anak dan ayah." timpal Ray.


"Ray, aku tidak bermaksud seperti itu! A-aku hanya_" ucap Bela kembali terputus.


"Kamu, hanya memikirkan diri kamu sendiri, bahkan kamu tidak memikirkan bagaimana gilanya aku kehilangan istri untuk ke dua kalinya. Apa kamu pernah berpikir, bagaimana hari-hariku setelah kamu pergi, sampai akhirnya aku memutuskan untuk menceraikan kamu, agar kamu tidak mengulangi kesalahan yang sama seperti saat kamu pergi dengan Brian." ucap Ray.


"Ray, apa kamu berpikir. Aku akan mengulangi dosa itu lagi?" Tanya Bela dengan tatapan tak percaya melihat Ray.


"Masalah itu, aku tidak tau. Itu urusan kamu dan Alloh, hanya saja. Aku kecewa dengan kamu Bel." ucap Ray menatap wajah Raynan yang masih terbaring lemah.


"Ray, Aku salah. Aku sudah meninggalkan kamu begitu saja. Tapi asal kamu tau, aku melakukan itu semua demi kamu dan Mami Santi. Aku tidak ingin Mami terus bersedih karena melihatku. Kamu tau kan? Mami akan bersedih setiap kali Mami melihatku?" ucap Bela dengan mata berkaca-kaca.


"Bukankah sejak awal kita sudah membahas masalah itu?" ucap Ray.


"Ray, aku bukan orang yang tidak punya hati. Aku tau, kamu sering bingung antara aku dan Mami, aku tidak ingin kamu bingung karena kami, karena itu. Aku memutuskan untuk pergi, aku hanya ingin kamu dan Mami bahagia, menjalani kehidupan yang normal." ucap Bela.


"Riza, Kamu sudah mendengar semuanya?" tanya Bela menoleh kearah Riza.


"Jadi benar, Pak Ray ini mantan suami kamu, Bel?" tanya Riza meyakinkan.


"Iya, Ray adalah mantan suamiku. Ayahnya Raynan," jawab Bela.


"Ternyata dunia ini sempit, bagaimana bisa kebetulan seperti ini? padahal kami bekerja sama sudah lima tahun, tapi saya sama sekali tidak tau kalau ternyata Pak Ray adalah ayah dari Raynan." ujar Riza.


"Apa Raynan tau, kalau Riza bukan ayah kandungnya?" tanya Ray.


"Tidak, Raynan tidak tau. Karena sejak Raynan lahir, Riza yang ada di sampingnya dan menjadi ayah untuknya. Jadi aku harap untuk saat ini biarkan Raynan tetep menganggap Riza adalah Daddy nya. jangan membuat Raynan bingung dengan semua ini." ucap Bela menjelaskan karena Bela takut, Ray akan mengatakan kalau dirinya adalah ayah kandung Raynan.


"Aku paham maksud kamu, aku pun tidak ingin membuat Raynan bingung, tapi jika sudah waktunya. Aku harap kamu sendiri yang akan mengatakan pada Raynan, siapa ayah kandungnya." ucap Ray berlalu


Ray meninggalkan ruang rawat Raynan meskipun sebenarnya, belum ingin pergi dari sana. Namun melihat Riza dan Bela, hatinya merasa kesal.


"Astaghfirullah, seharusnya aku bisa menahan amarah ini, Kenapa aku malah pergi," gumam Ray di dalam mobil.


"Sudahlah nanti siang aku akan ke sini lagi," ucapnya lagi.


***


"Ray mendonorkan darahnya untuk anak kecil dan Mita mengira itu anak kita?" ucap Danu tercengang mendengar cerita dari Aisyah.


"Iya, tadi pagi Mita mencari Ray, karena masalah itu. Mita pikir Ray meninggalkan acara lamaran mereka karena anak kita, Mas." ucap Aisyah.


"Kenapa tiba-tiba Ray mau melamar Mita? sebelumnya tidak pernah cerita apa-apa padahal," ucap Danu.


"Kalau menurut Aisyah, mungkin ini permintaan tante Santi, Mas." jawab Aisyah.


"Bisa jadi," timpal Danu.


"Assalamualaikum,"


"Walaikumsalam, panjang umur ini orang. Baru juga kita omongin udah nongol aja kamu Ray," goda Danu yang sedang duduk di ruang keluarga.


"Memang kenapa kalian ngomongin aku?" tanya Ray.


"Itu si Mita mantan kamu, tadi pagi datang ke butik Aisyah, mencari keberadaan kamu, katanya kamu meninggalkan acara lamaran karena seorang anak yang membutuhkan donor darah dari kamu," ujar Danu.


"Terus apa hubungannya, Mita mencari aku ke butik Aisyah, aneh itu orang," gerutu Ray kesal.


"Dia pikir, itu anak kita atau kalau tidak anak Niko. jadi Mita mau tau alamat rumah sakitnya. Katanya, kamu tadi pagi nekat menemui anak itu lagi padahal kamu lagi sakit, apa itu benar?" tanya Danu.


"Iya benar, tadi pagi aku ke rumah sakit." Jawab Ray.


"Lalu soal lamaran kamu dan Mita, apa itu juga benar?" tanya Danu lagi.


"Benar juga, biasalah Mami kalau udah punya kehendak, tau sendiri kan? aku hanya bisa pasrah," jawab Ray lesu.


"Lalu anak kecil itu sebenarnya siapa? kenapa kamu sampai nekat datang ke sana padahal lagi sakit?" tanya Danu penasaran.


"Anakku, Raynan namanya," Jawab Ray tersenyum.


^Happy Reading^