
"Bela lumpuh? dan kamu bilang apa tadi? tidak bisa menceraikan Bela karena lumpuh? dimana otak kamu Ray? jika Bela lumpuh pun itu karena dosa-dosa dia sama kita, lalu kenapa kamu harus repot-repot mengorbankan diri kamu untuk wanita lumpuh yang sudah menghancurkan keluarga kita?" teriak Bu Santi
"Istigfar Mi, kendalikan diri Mami! Bela itu istri Ray. Ray akan merasa sangat berdosa jika Ray meninggal istri Ray disaat dia sedang sakit. Bela butuh dukungan agar bisa melanjutkan hidupnya" terang Ray
"Itu bukan urusan kita Ray, buka mata kamu. Okay Mami tau, kamu itu orang baik tapi Bela? Bela tidak pantas mendapatkan kebaikan dari kamu" tegas Bu Santi
Ray kembali menghela nafas berusaha untuk tetap tenang dan menyakinkan Mami nya agar bisa kembali memaafkan Bela.
"Mi Bela adalah wanita yang Mami pilih untuk mendampingi hidup Ray, Sebagai anak Ray anak Ray ingin membuktikannya kalau pilihan Mami adalah yang terbaik"
"Okay saat itu Mami sudah dibutakan olehnya, Mami tidak menyangka kalau wanita yang Mami pilih itu wanita ular yang berkedok manusia. Tolong Ray jangan ungkit kesalahan Mami terus, Mami sangat menyesal pernah menjodohkan kamu dengan wanita seperti itu, andai bisa memutar waktu tentu Mami akan menjodohkan kamu dengan wanita sholihah seperti istri Danu atau istri Niko. Tapi Mami rasa sekarang belum terlambat, kamu masih ada kesempatan mendapatkan wanita seperti itu, kamu ceraikan Bela, Mami akan minta Abah atau Umi mencarikan wanita baik-baik yang pantas mendampingi kamu dan paham agama " ucap Bu Santi
"Astaghfirullah Mi, kalau istri Ray salah. Bukankah sudah sewajarnya kalau Ray sebagai suaminya harus bisa menasehati dan meluruskan istri Ray yang saat ini sedang kehilangan arah agar kembali kejalan yang benar, Bukankah jika kita tidak menyukai sesuatu lebih baik kita memperbaikinya agar bukan langsung membuangnya dan menggantikan dengan yang baru? Mi.. perceraian memang tidak dilarang dalam agama kita, tapi Alloh juga tidak menyukai perceraian."
"Tapi wanita seperti Bela tidak akan bisa berubah, percuma kamu pertahanakan" ucap Bu Santi
"Tapi Ray yakin Mi, Bela pasti bisa berubah. Tidak ada yang tidak mungkin atas kehendak Alloh, Ray yakin semua itu. Bela berhak untuk mendapatkan kesempatan kedua. Mi kenapa kita tidak ambil hikmah dibalik semua ini? bukankah dengan apa yang sudah dilakukan Bela, membuat Mami menemukan kembali jalan yang benar, dan bukankah karena Bela Mami kembali mengingat Alloh serta mendapat hidayah dari Alloh?"
"Mi.. Ray yakin, didunia ini tidak ada yang kebetulan. Semua ada maksud dan tujuan."
"Ray, Mami sudah tidak tau lagi mau bicara apa. Sudahlah, biarkan Mami disini dulu untuk sementara waktu. Sampai Mami bisa menerimanya semua ini" ucap bu Santi tanpa melihat Ray
"Mi, maafkan Ray mi. Ray hanya ingin menjadi suami yang baik tapi Ray juga ingin menjadi anak yang berbakti. Tolong Ray Mi!"
"Baiklah terserah kamu, tapi jangan paksa Mami untuk tinggal satu atap dengan wanita itu"
"Lalu bagaimana Mi? Ray harus menjaga kalian berdua, Ray tidak ingin mengabaikanmu salah satu diantara kalian" ujar Ray
"Untuk saat ini, biarkan Mami disini. Nanti kita pikiran lagi kedepannya, tapi yang jelas Mami tidak mau satu atap dengan wanita yang sudah membuat Papi meninggal" jelas Bu Santi
Ray kembali menghela nafas, karena lagi-lagi Bu Santi masih menganggap kalau kematian pak Yudha karena Bela, padahal semua itu adalah Takdir. Dan tidak ada satu orang pun yang mampu merubah takdir kematian.
"Baiklah jika memang itu keputusan Mami. Ray tidak akan memaksa, tapi Ray sangat berharap Mami akan berubah pikiran" ucap Ray
"Ray, Mami tau kematian Papi adalah takdir, tapi saat ini Mami masih teringat bagaimana Papi harus mengalami serang jantung setelah Bela dan pak Bobby menghancurkan bisnis kami. Dan ini semua tidak mudah bagi Mami" jelas Bu Santi
"Ray paham Mi, maafkan Ray Mi, Ray bukan anak yang baik dan tolong maafkan istri Raya" ucap Ray terisak bersimpuh dikaki Bu Santi
"Mi Ray minta maaf kalau Ray mengecewakan Mami dengan tidak menceraikan Bela, Ray punya tanggungjawab harus Ray pertanggungjawaban dihadapan Alloh. Ray yakin Bela pasti bisa berubah, kasih Ray kesempatan untuk membimbing Bela berubah" ujar Ray mendongak keatas
"Bangunlah nak" ucap Bu Santi dan Ray menurut
"Ray, kamu tidak salah. Mami yang salah dengan memaksamu untuk menikahi Bela. Pulanglah, Mami tidak akan memaksamu lagi untuk menceraikan Bela, Semoga saja apa yang kamu katakan benar. Semoga Bela benar-benar bisa berubah. Tapi untuk sementara waktu biarkan Mami disini. Mami merasa lebih tenang ada disini" ujar Bu Santi
"Baiklah Mi, Ray pamit pulang. Jika Mami butuh sesuatu atau Mami berubah pikiran tolong kabari Ray. Ray pasti akan segera datang" ucap Ray
"Iya Ray, pasti Mami lakukan" Jawab Bu Santi
"Ray pamit Mi, Assalamu'alaikum" ucap Ray mencium tangan Bu Santi
"Walaikumsalam"
Sebelum pulang Ray kembali ke kediaman Abah dan Umi, Ray menceritakan apa yang baru saja dibicarakan dengan Mami nya.
"Karena itu Umi, Ray mau minta tolong sama Umi untuk menghibur Mami dan menyakinkan Mami, Ray sangat berharap Mami dan Bela bisa kembali baik seperti dulu" pinta Ray.
"InsyaAlloh, Mami akan coba bicara sama Bu Santi. Tapi tentu saja mungkin butuh waktu Ray, karena perasaan seorang wanita itu sangat sensitif. Umi tidak ingin Bu Santi merasa Umi terlalu ikut campur dalam masalah pribadi kalian" jelas Umi
"Seperti yang sudah Abah katakan, semua ini tidak mudah, tapi kamu harus tetap berusaha dan berdoa. Karena hanya dengan doa hal yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin."
"Iya Abah, Ray juga memahami kondisi Mami saat ini. Ray pun tidak memaksa Mami bisa langsung menerima dan memaafkan Bela. Ray paham Mami butuh waktu. Karena itu Ray sangat berharap Abah dan Umi bisa membantu Ray untuk menyakinkan Mami" ucap Ray
"InsyaAlloh, kami akan berusaha berbicara dengan Bu Santi" jawab Abah
"Iya Ray, kami juga sangat berharap Ray dan Bu Santi serta Bela bisa kembali bersama dan hidup bahagia. Jangan pernah berhenti berdoa" ucap Umi
Dan Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina." (QS. Al-Mu'min: 60). Doa memiliki kekuatan yang dahsyat.
^Happy Reading^
Jangan lupa, like, coment dan Vote ya terimakasih 🙏