Hikmah Cinta Kita

Hikmah Cinta Kita
CH 62


Hari ini Aisyah dan Danu Berkunjung ke rumah sakit untuk menjenguk Raynan, sekaligus Aisyah ingin bertemu dengan Bela.


"Assalamu'alaikum," ucap Aisyah dan Danu membuka ruang rawat Raynan.


"Walaikumsalam," jawab Bela melihat kearah sumber suara.


"Aisyah," gumam Bela berdiri.


"Bela apa kabar?" Tanya Aisyah berjabat tangan dan mencium pipi kanan kiri Bela.


"Alhamdulillah, kamu sudah bisa berjalan lagi sekarang?" ucap Aisyah lagi dan tersenyum melihat Bela yang berdiri di depannya.


"Alhamdulilah, Bela baik. Dan Alhamdulillah juga sekarang Bela sudah bisa berjalan kembali. Tapi Kalian tau kami ada di sini dari siapa? dari Ray ya?" tanya Bela.


"Iya, Ray sudah menceritakan semuanya. tentang apa yang terjadi pada kalian selama ini, bagaimanapun kondisi Raynan?" tanya Aisyah melihat Raynan yang masih terbaring lemah dengan beberapa alat medis yang menempel di badannya.


"Alhamdulillah, Raynan sudah sadar. sekarang sedang tidur.Dokter bilang keadaannya stabil." jawab Bela.


"Alhamdulilah," ucap Bela dan Danu.


"Ternyata begitu mirip dengan Ray," gumam Danu melihat Raynan.


"Iya, mereka memang sangat mirip," jawab Bela tersenyum.


"Apa yang kamu alami selama ini pasti tidak mudah Bela, membesarkan anak seorang diri pasti berat untuk kamu," ucap Aisyah.


"Memang tidak mudah, tapi Alhamdulillah. Banyak orang yang menyayangi kami dan membantu kami selama ini, Aku tau semua orang pasti akan menghakimi aku, tapi aku punya alasan tersendiri untuk pergi saat itu," ucap Bela.


"Bel, bukan aku mau ikut campur urusan rumah tangga orang lain, hanya saja sebenarnya pergi dari rumah tanpa ijin dari suami itu dosa. Apalagi Mas Ray sangat mencintai kamu. Terkadang aku kasihan melihat Mas Ray, dia sering ke rumah bermain dengan Alka. untuk menghilangkan kesepiannya." ujar Aisyah.


"Kesepian? Kenapa kesepian? Bukankah Ray menikah lagi setelah menceraikan aku, apa Ray belum memiliki anak lagi?" tanya Bela yang selama ini mengira Ray tiba-tiba mengurus perceraian karena ingin menikah lagi.


Aisyah tersenyum dan menggelengkan kepala. "Bagaimana mungkin Mas Ray menikah lagi jika di hatinya masih ada kamu? Mas Ray bukan laki-laki yang akan mudah jatuh cinta Bel." ucap Aisyah.


"Jadi, selama lima tahun ini, Ray tidak menikah lagi?" tanya Bela membulatkan matanya tak percaya.


"Tidak, Mas Ray itu selalu mencari kamu, bahkan hingga akhirnya Mas Ray mau menceraikan kamu, karena Mas Ray takut kalau ikatan pernikahannya kalian, akan menghalangi kebahagiaan kamu, Mas Ray hanya takut kalau kamu jatuh cinta dengan laki-laki lain dan berbuat dosa," ucap Aisyah.


"Tapi sepertinya kekhawatiran Ray beralasan, buktinya kamu sekarang sudah menikah, jika Ray tidak menceraikan kamu saat itu, pasti kamu tidak bisa menikah dengan suami kamu yang sekarang," sahut Danu.


"Menikah? memang siapa yang sudah menikah?" tanya Bela tidak mengerti, melihat Danu dan Aisyah secara bergantian.


"Bukankah kamu sudah menikah lagi?" tanya Danu.


"Aku menikah? dengan siapa? aku tidak pernah menikah lagi." ucap Bela.


"Lalu yang Raynan panggil Daddy, apa itu bukan suami kamu?" sahut Aisyah.


"Humbb..." Bela mengatupkan bibirnya menahan tawa.


"Riza maksud kalian? Apa ini juga Ray yang menceritakan?" tanya Bela.


"Riza itu bukan suamiku, Tapi Riza itu anak asisten rumah tangga kami yang dulu, Mami sekolahkan, dan sekarang berhasil menjadi seorang pengusaha di Jakarta. Karena Riza sejak kecil juga hidup tanpa sosok seorang ayah, Riza tidak tega melihat Raynan tumbuh besar tanpa sosok seorang anak karena itu Riza menjadi ayah bagi Raynan." jelas Bela.


"Jadi dia bukan suami kamu?" tanya Danu.


"Bukan, dia bukan suamiku," jawab Bela.


"Apa kalian tinggal satu rumah?" tanya Aisyah.


"Riza lebih banyak mengurus perusahaan di jakarta, pulang ke desa hanya satu atau dua bulan sekali." jelas Bela.


****


"Jadi maksud kamu, Riza itu bukan suaminya Bela?" tanya Ray seakan tidak percaya.


"Iya, begitulah. Itu yang Bela katakan, Jadi sekarang kamu bisa tenang. Bela tidak pernah menikah dengan orang lain, seperti yang kamu sangkakan," ucap Danu melalui sambungan telepon seraya mengemudi mobilnya.


"Thanks ya, Dan. Kamu memang yang terbaik." ucap Ray merasa bahagia.


Karena itu berarti, masih ada kesempatan baginya untuk bersatu kembali dengan keluarga kecilnya. Dan bertambah lengkap karena hadirnya Raynan di hidup mereka.


"Itu saja yang mau aku katakan. Selebihnya tergantung usaha kamu sendiri bro," ujar Danu.


"Okey, Ray aku paham maksud kamu." jawab Ray.


"Kamu juga harus memberikan kepastian untuk Mita, biar bagaimana dia sudah menunggu kamu selama lima tahun, pasti itu tidak akan mudah baginya, menerima kenyataan jika kamu tidak jadi menikah dengan dirinya. Apalagi kalian sudah hampir melakukan lamaran." ucap Danu.


"Iya Dan, aku paham maksud kamu, tapi dari awal aku tidak pernah memberikan harapan apa-apa untuk Mita. Aku baik sama dia, hanya karena kita dulu teman sekolah. Tapi mungkin Mami ku yang memberikan harapan."


"Justru itu yang harus kamu pikirkan! PR terbesar kamu, saat ini menyakinkan Mami kamu, karena takutnya, tante Santi masih belum bisa memaafkan kesalahan Bela, Karena sekarang hati yang harus kamu jaga bukan hanya Bela melainkan Raynan. Kasihan Raynan kalau harus mendapat penolakan dari neneknya." ucap Danu memberikan nasehat, karena tidak ingin kejadian dahulu harus terulang kembali.


"Okey, aku paham. Meskipun tidak mudah, tapi aku akan berusaha untuk membujuk Mami, untuk bisa menerima Bela dan Raynan. Tapi Dan, bukankah seharusnya Mami ku senang dan bisa menerima mereka? karena selama ini Mami menginginkan seorang cucu." ucap Ray


"Semoga saja seperti itu Ray, Semoga kali ini tante Santi bisa menerima Bela dan Raynan." ucap Danu.


"Aamiin, do'akan aku ya, Dan." ucap Ray.


"Pasti, kita akan selalu berdoa yang terbaik untuk kamu, Ya sudah Ray, aku tutup dulu telponnya. ini sudah mau sampai butik Aisyah, aku juga mau kembali ke kantor. Assalamu'alaikum." ucap Danu menutup telpon.


"Walaikumsalam," jawab Ray.


"Semoga kali ini Mas Ray bisa kembali bersama dengan Bela dan Raynan ya, Mas." ucap Aisyah melihat Danu.


"Iya sayang, kalau di pikir-pikir. Kasihan juga mereka, harus terpisah seperti ini, Tapi seperti apapun alasannya bukankah Bela tetep salah. seharusnya Bela bisa berpikir dengan kepala dingin dan tidak pergi begitu saja, Okey aku tau mungkin memang tidak mudah untuk Bela, tapi biar bagaimana, seorang istri tidak boleh pergi dari rumah tanpa ijin suami kan?" ucap Danu.


"Sebenarnya apa yang Bela lakukan memang tidak bisa di benarkan, tapi semoga saja sekarang mereka bisa belajar lebih kesalahan-kesalahan di masa lalu." jawab Aisyah.


^Happy Reading^


Jangan lupa, like, coment dan Vote ya sayang 🙏 Terima kasih 😘💕