Hikmah Cinta Kita

Hikmah Cinta Kita
CH 65


"Tapi laki-laki itu siapa? apa hubungan laki-laki itu dengan Bela dan anak iyu?" gumam Bu Santi saat melihat Riza yang juga ada di samping Raynan.


"Kenapa anak itu, memanggilnya Daddy?" gumam Bu Santi saat mendengar Raynan memanggil Riza dengan sebutan daddy.


Pulang dari rumah sakit Bu Santi menemui Mita di sebuah rumah makan dan menceritakan tentang Ray, yang ternyata sudah memiliki seorang anak.


"Apa tante, Ray punya anak? berarti sekarang Mbak Bela ada di sini?" tanya Mita.


"Iya, dan sepertinya tadi saya lihat, Bela juga sudah bisa berjalan. Padahal saat itu bukankah Dokter bilang kalau dia tidak akan bisa jalan lagi ya?" tanya Bu Santi.


"Setau Bela, dulu memang dokter yang menangani Mbak Bela bilang begitu sih, Tan." jawab Mita.


"Beruntung juga, dia. Alloh masih memberi kesembuhan dan jujur aku tidak menyangka kalau dia juga bisa hamil bahkan anak itu begitu mirip dengan Ray waktu kecil. Sekarang saya yakin, kalau anak itu memang anak Ray," ucap Bu Santi.


"Lalu bagaimana Tan, Apakah kira-kira Ray akan kembali sama Mbak Bela? kalau seperti itu? Lalu bagaimana dengan saya, Tan?" tanya Mita gelisah.


"Mita, saya akan tetep ada bersama kamu, karena biar bagaimana, kamu sudah lama menunggu Ray dan kamu sudah begitu baik dengan kami, walaupun tante tau ini akan lebih sulit, kamu tau kan, saat Bela tidak ada di sini saja, Ray juga selalu menghindar jika tante, membahas pernikahan dengan kamu, apalagi sekarang ada Bela ditambah ada anak di antara mereka," ucap Bu Santi.


"Tante, saya mencintai Ray. Saya tidak bisa membayangkan kalau kali ini saya harus menelan pil pahit lantaran gagal menikah dengan Ray, Tan. Semua orang sudah tau, kami akan menikah. Lima tahun saya menunggu Ray. Apa sekarang saya harus tersingkir setelah kembalinya mbak Bela?"


"Kamu tenang, Mit. Saya akan berusaha membujuk Ray, tapi tentu saja kamu harus bisa menerima anak Ray juga. Karena biar bagaimana saya ingin mendapatkan hak asuh cucu sayah." ucap Bu Santi.


"Tidak masalah jika memang saya harus mengasuh anaknya, Ray. Saya bisa menjadi ibu sambung yang baik untuk anak Ray." jelas Mita.


***


"Maaf Pak, Saya sudah mengatakan pada Bu Santi kalau bapak sedang meeting tapi, Bu Santi tetap memaksa masuk," ucap sekertaris Ray di ruang meeting dan semua karyawan yang ada di ruang meeting melihat ke arah Bu Santi.


Ray pun hanya menganggukan kepala pada sekertarisnya.


"Rapat hari ini, kita akhiri sampai di sini, kalian silakan kembali bekerja," ucap Ray.


"Apa yang sebenarnya Mami inginkan? kenapa harus membuat keributan di kantor Mi?" tanya Ray.


"Kapan kamu dan Mita akan menikah? Mami tidak ingin kamu menundanya lagi. Masalah anak kamu dari Bela, Mami sudah sampaikan pada Mita, dia tidak keberatan jika nantinya harus mengasuh anak itu," jelas Bu Santi.


"Astaghfirullah, bagaimanapun bisa Mami memiliki pikiran seperti itu, Bukankah Mami juga seorang ibu? Mami seharusnya bisa merasakan bagaimana perasaan seorang ibu jika harus dipisahkan dari anaknya." ucap Ray.


"Mami, Bela sekarang sudah menjadi wanita sholihah tidak seperti yang Mami sangkakan." ucap Ray.


"Wanita sholihah? Buka mata kamu, jelas-jelas dia sudah bersama dengan laki-laki lain dan Mami lihat sepertinya ini juga laki-laki baru lagi, bukan yang dulu," ucap Bu Santi.


"Maksud Mami Riza? Mami salah sangka, Riza itu bukan siapa-siapanya Bela. Riza adalah orang yang sudah dibantu keluarga Bela dan Riza juga Mitra kerja Ray, sudah lima tahun kami bekerja sama, jadi saya tahu siapa Riza," jelas Ray.


"Lima tahun kamu kerja sama dengan laki-laki yang sudah menyembunyikan istri kamu?" tanya Bu Santi.


"Astaghfirullah, Riza tidak menyembunyikan. memang Bela yang bersembunyi dari kita, demi Mami, Bela tidak mau, Mami terus bersedih karena Mami pernah bilang, Mami selalu teringat Papi setiap kali melihat Bela, karena itulah Bela memutuskan pergi dari rumah. Bela mengorbankan kebahagiannya demi melihat Mami bahagia dan bisa menjalani kehidupan yang normal lagi." jelas Ray.


"Jadi maksud kam, Bela menanggung semua beban sendiri dan melahirkan anak sendiri tanpa memberitahu kamu karena Mami?" tanya Bu Santi.


"Bela pernah melihat Mami menangis di depan foto Papi, dan mengatakan kalau Mami selalu teringat Papi setiap kali melihat Bela, apa Mami tau, bahkan sampai saat ini, Bela menolak untuk kembali bersama dengan Ray. Bela juga meminta Ray untuk menjalani kehidupan seperti yang Mami inginkan. Bela memang pernah berbuat salah, Mi. Tapi bukankah, Bela sudah menebusnya? Bela sudah merasakan penderitaan yang sama seperti apa yang kita rasakan," ucap Ray.


"Mi, mau samapai kapan Mami hidup dalam dendam? Alloh saja maha pengampun. Kenapa kita yang hanya seorang hamba, tidak bisa memaafkan seseorang yang sudah menyadari kesalahannya. Bahkan sudah bersedia menebus kesalahannya," ucap Ray lagi.


"Ray, sebenarnya Mami memang mengakui kalau Bela sudah banyak berubah, hanya saja hati ini masih sakit." ucap Bu Santi meletakkan tangannya di atas dada.


"Mi, buang rasa itu, jangan lagi menyimpan dendam. karena sesungguhnya hidup di dalam dendam hanya akan menggerogoti hati kita, Mi. Karena setan suka jika melihat seseorang saling membenci dan saling dendam." ucap Ray.


"Mami akan memaafkan Bela, tapi bukan berarti Mami bisa mengijinkan kamu kembali bersama dengan Bela. bagaimana kalau Mami maafkan Bela tapi kamu menikah dengan Mita?" ucap Bu Santi memberi penawaran.


"Mi," ucap Ray tak mengerti lagi dengan jalan pikir maminya.


"Kamu pikirkan lagi, jika kamu ingin Mami memaafkan Bela, menikahlah dengan Bela.!" ucap Bu Santi berlalu.


Di perjalanan, Bu Santi yang saat ini duduk di kursi penumpang memikirkan apa yang Ray katakan.


Bu Santi kembali mengingat kejadian lima tahun silam, dimana dirinya mengatakan itu di depan foto almarhum suaminya.


"Apa saat itu, Bela mendengar apa yang saya katakan di kamar? jika benar itu alasan tiba-tiba Bela pergi, berarti benar apa yang Ray katakan, Bela memang ingin menebus kesalahannya dengan pergi dan tidak ingin membuat saya sedih lagi," gumam Santi.


Bu Santi juga berpikir kalau sebenarnya Bela memang sudah tidak seperti dulu, Bela sudah menjelma menjadi wanita sholihah dan sekarang juga menutup auratnya yang mencerminkan kalau dirinya seorang muslimah. Hanya saja, Bu Santi tidak tega jika harus membiarkan Mita yang sudah begitu baik pada dirinya selama ini, kecewa."


^Happy Raeding^