Hikmah Cinta Kita

Hikmah Cinta Kita
CH 27


"Rasanya aku menyesal kenapa tidak dari dulu aku mengenal ajaran agama Islam yang ternyata sangat memuliakan kaum wanita?" ucap Bela


"Tidak ada kata terlambat untuk menjadi lebih baik, Karena sesungguhnya Alloh sangat senang menerima taubatan hamba-Nya." jawab Aisyah tersenyum


"Aisyah, Bela ini rencananya ingin belajar mengaji menurut kamu, siapa yang bisa menjadi guru untuk Bela ya?" tanya Ray


"Sebenarnya aku ingin sekali bisa belajar bersama mbak Bela, tapi kesibukan du butik belum lagi harus mengurus Alka, sepertinya aku tidak ada waktu lagi, bagaimana kalau dengan kak Ulya saja?" ucap Aisyah


Ulya adalah istri Niko sahabat dari Ray juga yang kebetulan kakak dari Aisyah.


"Benar juga kamu, kebetulan Ulya kan memang seorang guru. Coba deh nanti aku akan menanyakan pada Niko. Semoga saja Ulya ada waktu" ujar Ray


"Oya, dimana jagoan kecil kalian? aku kangen juga sama Alka" tanya Ray


"Alka sedang diajak eyang nya pergi tadi" jawab Danu


"Tungguin aja, sebentar lagi pasti juga pulang. Alka juga nanyain paman Ray yang udah lama tidak pernah main katanya" sahut Aisyah


"Benarkah? tu bocah makin hari makin ngangenin" ucap Ray yang memang sayang banget sama Alka.


"Alka itu siapa?" tanya Bela


"Oow.. Alka itu anak kami mbak" jawab Aisyah


"Oow.. sepertinya dekat sama Ray ya?" tanya Bela


"Iya mbak, mereka ini akan saling mencari kalau lama tidak ketemu" jawab Aisyah dan Bela tersenyum


Tak lama setelahnya benar saja Alka datang dan langsung memeluk Ray


"Paman Ray...." teriak Alka


"Hallo jagoan" ucap Ray memeluk Alka


"Paman kenapa lama tidak pernah mengunjungi Alka?" tanya Alka dengan suara lucunya anak kecil


"Maaf sayang, paman sedang banyak pekerjaan" jawab Alka


Tiba-tiba pandangan Alka beralih pada Bela


"Paman lupa mau ngenalin, Ini namanya tante Bela. Tante Bela ini istrinya om Ray" jelas Ray


"Om Ray punya Istri? kenapa Alka baru lihat?" tanya Alka


"Alka" sanggah Aisyah menggelengkan kepala memberi kode pada Alka agar tidak bertanya seperti itu.


"Jadi tante Bela ini dulunya bekerja diluar negeri jadi tidak ada disini. Tapi mulai sekarang tante Bela akan tinggal disini sama om Ray" jelas Ray


"Tidak keluar negeri lagi?" tanya Alka


"Tidak, tante Bela akan menemani Om ray disini" jawab Ray


"Tante Bela kenapa kursinya ada rodanya?" tanya Alka yang belum mengerti


"Alka" sanggah Aisyah lagi


"Haii Alka, mau tidak berteman dengan tante Bela?" ucap Bela berusaha mengambil hati Alka


"Iya tante" Jawab Alka menganggukkan kepalanya


"Mbak Bela, maafkan Alka ya. Kalau perkataan Alka menyinggung mbak Bela" ucap Aisyah


"Tidak apa-apa itu berarti Alka sangat cerdas, aku suka dengan Alka" jawab Bela


Bela memperhatikan Ray yang tampak bahagia bermain dengan Alka, tanpa disadari tiba-tiba Bela merasa hatinya sedih. Bela sadar Ray ternyata begitu menyukai anak kecil. Tapi dengan kondisi dirinya yang seperti itu, apa mungkin jika suatu saat nanti dirinya bisa memberikan Ray anak?


"Aisyah, mama pulang dulu ya! Alka nanti pulang sama kalian saja" ucap Bu Retno mamanya Danu yang tadi mengantarkan Alka ke butik


"Iya ma, lagian Alka masih asyik main sama Ray. sepertinya mereka saling merindukan karena lama tidak bertemu" ucap Aisyah


"Ya sudah mama pulang Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam" jawab semua yang ada di butik


"Aisyah" ucap Bela


"Iya ada apa Mbak?" jawab Aisyah


"Terimakasih ya, kalian pasti selalu ada buat Ray saat aku tidak ada disini ya? melihat Ray yang begitu dekat dengan anak kalian, Bela sadar pasti selama ini Ray membuang rasa sepinya dengan bermain dengan Alka" ucap Bela dengan mata berkaca-kaca


"Mbak Bela, setiap orang pernah melakukan khilaf dan dosa. Yang penting kita mau bertaubat." jawab Aisyah


"Jujur aku malu dengan kalian, kalian pasti tau bagaimana aku menyakiti Ray, tapi kalian masih bersikap baik padaku" ucap Bela


"Mas Ray orang yang sangat baik, mbak Bela beruntung menikah dengan mas Ray, karena itu jangan menyakiti hati mas Ray lagi dan yang paling penting seorang istri itu harus taat terhadap suami. Jangan pernah melangkah keluar rumah tanpa ijin dari suami lagi mbak. Karena setiap langkah istri yang pergi tanpa ijin dari suami akan dilaknat oleh Alloh" jelas Aisyah


"Iya Aisyah, terimakasih sudah mengingtkan aku" ucap Bela


***


Dirumah Ray Bela tampak merenung disamping jendela melihat luar


"Kenapa disini? sedang memikirkan apa?" tanya Ray yang baru saja masuk kamar


"Ray, aku sedang berpikir. Dengan kondisiku yang seperti ini mungkin aku tidak akan bisa memberikan anak untuk kamu, sedangkan aku lihat sepertinya kamu sangat menyukai anak-anak" ucap Bela dengan mata melihat keluar jendela


"Alka maksud kamu? kami dekat karena memang dari Alka baru lahir aku sudah sering mengunjunginya. Dan kamu memang benar, aku menyukai anak-anak. Kamu juga benar, kalau aku pun ingin memiliki anak. Tapi yang namanya anak itu juga rejeki. Kita tidak bisa memintanya juga tidak bisa menolaknya. Jika Alloh memberi kita kepercayaan untuk memiliki anak suatu saat nanti, aku akan sangat bersyukur. Tapi jika Alloh belum memberi kita kepercayaan untuk memiliki anak aku pun akan tetap bersyukur. Berarti itu yang terbaik menurut Alloh."


"Apa kamu tidak akan kecewa kalau aku tidak bisa memberi kamu anak Ray?" tanya Bela


"Bela, kita itu manusia tugas kita hanya berdoa dan berusaha selebihnya kita pasrahkan pada Alloh SWT. Sudah ya jangan terlalu banyak berpikir, kamu sudah tau kan bagiku menikah itu sekali seumur hidup, jika memang Alloh tidak mentakdirkan kita punya anak yang terlahir dari darah daging kita sendiri, bukan berarti kita tidak bisa punya anak. Kita bisa mengadopsi anak dari panti asuhan misalnya, disana banyak anak yang membutuhkan kasih sayang." jelas Ray


"Ray, aku tidak tau dan tidak mengerti entah hatimu itu terbuat dari apa. Kenapa kamu bisa begitu baik. Apa kamu tidak pernah sakit hati?" tanya Bela


"Tentu saja pernah, aku ini manusia biasa bukan robot! tentu aku pernah merasakan sakit hati. Tapi setiap aku merasa sakit hati aku akan segera beristiqhfar dan kembali mengingat Alloh. Jika perlu aku akan mengambil air wudhu untuk menjernihkan pikiranku. Jika belum tenang juga aku akan segera sholat sunah. Jadi aku tidak mau berlama-lama membiarkan hatiku berprasangka buruk. Karena aku menyakini ada Alloh yang akan selalu membantuku " Jawab Ray tersenyum


^Happy Reading^


Jangan lupa like, coment dah Vote ya, dukung kalian sangat berarti bagi Thor terimakasih 🙏