
Saat terdengar sayup-sayup suara adzan, Ray membuka matanya dan tersenyum melihat Bela yang masih tertidur pulas disampingnya dan hanya menggunakannya selimut untuk menutupi tubuhnya. Ray mencium kening Bela
"Bel, bangun sayang. Kita mandi junub dulu" ajak Ray membangunkan Bela
"Emm.. aku ngantuk Ray" ucap Bela
"Tapi kita harus mandi junub dulu" ucap Ray
"Mandi kan tinggal mandi Ray" jawab Bela yang masih ngantuk
"Wajib hukumnya mandi junub setelah melakukan hubungan suami istri Bel, Dan semalam kan kita melakukannya. Jadi sekarang kita harus mendi junub" ucap Ray yang sudah mempelajari tentang tata cara melakukannya hubungan suami istri bahkan cara mensucikan diri setelah melakukan suami istri .
“Apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah,”. Kemudian dalam Surah An-Nisa ayat 43, Allah juga berfiman: “Wa laa junuban illa aabiri sabilin,”
"Dari tadi kamu bilang mandi junub, sebenarnya apa sih Ray yang kamu maksud. Bikin mandi tinggal mandi saja ya kenapa harus mandi apa tadi namanya?"
"Mandi junub Bela"
"Iya itulah pkoknya, kenapa harus mandi junub? itu mandi apa maksdnya? aku tidak paham Ray?" cerca Bela
"Mandi wajib atau mandi junub adalah proses membersihkan diri dari hadas besar dan sifatnya wajib bagi seorang muslim ketika ingin beribadah. Hal ini untuk membersihkan dan mensucikan diri dari hadas besar. Jadi sekarang ayo kita mandi junub" ajak Ray
"Tapi aku tidak tau caranya, aku belum pernah melakukannya" ucap Bela
"Aku akan mengajari kamu" jawab Ray membopong tubuh Bela ke kamar mandi dan mulai mengajari Bela tata cara mandi wajib yang benar seusia dengan tuntunan Rosulullah.
Dan Ray juga mengajarkan cara bersuci yang bener
Setelah mandi dan bersuci Ray mengangkat Tubuh Bela di tepi ranjang dan Ray menggelar sajadahnya
Sebelum mulai shalat Ray bertanya pada Bela
"Apakah kamu mau ikut sholat berjamaah denganku? jujur aku sudah sangat lama menanti untuk bisa melakukan sholat berjamaah dengan kamu" ujar Ray
"Ray jujur aku ingin sholat, tapi aku tidak bisa dan aku tidak punya pakaian untuk sholat" jawab Bela dan Ray tersenyum
"Mukena maksud kamu?" tanya Ray dan Bela mengangguk sebagai jawaban
Ray mengambil mukena yang ada dilemari. Dan memakainya pada Bela
"MasyaAlloh kamu cantik sekali" ucap Ray
"Ini punya siapa?" tanya Bela melihat mukena nya
"Punya kamu" jawab Ray
"Punya Bela? kapan Bela punya ini? perasaan Bela tidak pernah membeli ini?" tanya Bela
"Kamu lupa? ini kan mas kawin yang aku berikan untuk kamu. Seperangkat alat sholat. Ada Al-Quran juga. Dan aku akan sangat senang jika suatu saat nanti kamu mau menggunakan Al-Quran itu, aku ingin sekali mendengar kamu melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran" ucap Ray
"Ray, kamu kan tau aku tidak bisa membaca Al-Quran. Bagaimana bisa aku mengabulkan keinginan kamu itu?" tanya Bela sedih
"Kamu bukan tidak bisa Bela, tapi belum bisa. Aku yakin jika kamu mau belajar pasti kamu bisa" ucap Ray berusaha memberi semangat untuk Bela
"InsyaAlloh, aku sangat yakin kamu bisa. Semua bisa dipelajari asal ada kemauan." jawab Ray
"Baiklah aku ingin belajar, aku ingin bisa membaca Al-Quran demi kamu" ujar Bela
"Rubahlah niat kamu, jangan lakukan ini demi aku! tapi lakukanlah ini semua demi Alloh. Raihan cinta Alloh. Jika kamu melakukan ini semua demi seseorang, maka kamu akan kecewa. Berbeda jika kamu melakukannya demi Alloh."
"Maksudnya?" Tanya Bela tak mengerti
"Cintailah aku karena Alloh, Jika kamu mencintai aku bukan karena Alloh mungkin suatu saat kamu akan kecewa karena aku hanya manusia biasa yang pasti melakukan kesalahan. Tapi berbeda jika kamu mencintai aku karena Alloh, Karena Alloh pemilik hati yang sejati dan Alloh tidak akan pernah mengecewakan hamba-Nya.
"Asy-Syaikh Abdul Qadir Al-Munawwir dalam kitab 'al jami’ al Kabir 'beliau menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan mencintai karena Allah , artinya mencintai seseorang karena ketaatan dia kepada Allah, karena agama. Semakin seorang dekat kepada Allah, semakin agamanya bagus, semakin ia shaleh, semakin ia mengikuti Rasulullah dan para sahabatnya, semakin ia menjauhi perbuatan maksiat kepada Allah, semakin kita cintai karena Allah. Sebaliknya, semakin ia memaksiati Allah, semakin ia berbuat maksiat kepada Allah, maka semakin kita benci dia karena Allah." ujarnya
"Sebaiknya kita sholat subuh sekarang,takutnya kalau kelamaan ngobrol nanti malah kesiangan sholatnya. Untuk saat ini kamu cukup ikuti gerakkan ku" ajak Ray
Bela pun mengiyakan. Ray kembali membopong Bela ke kursi rodanya dan Bela melakukan sholat dengan duduk diatas kursi rodanya.
Setelah sholat subuh Ray mengajak Bela jalan-jalan diluar rumah untuk menghirup udara segar
"Ray" ucap Bela memegang tangan Ray yang sedang mendorong kursi rodanya dan Ray pun menghentikan langkahnya
"Ada apa Bel?" tanya Ray
"Ray, terimakasih sudah mengenalkan aku tentang ajaran agama. Jujur setelah sholat tadi aku merasa menemukan kedamaian yang selama ini tidak pernah aku rasakan. Aku seperti menemukan sesuatu yang selama ini aku rindukan tapi aku tidak tau itu apa? sesuatu yang seperti hilang, seakan kembali hadir dihidupku" ujar Bela
"Alhamdulillah jika kamu bisa merasakan semua itu, itu berarti didalam hati kamu masih ada keimanan. Dan Ray do'akan semoga Bela selalu istiqomah dijalan Alloh. Apapun yang terjadi pada hidup kita, satu yang perlu kita ingat dan kita jadikan pedoman, jangan sampai meninggalkan Alloh. Karena sesungguhnya kita bukan siapa-siapa tanpa Alloh. Apa yang kita miliki semua ini hanya titipan Alloh." terang Ray
"Sekarang aku mengerti kenapa Alloh memberikan kita cobaan, itu semua karena Alloh menyanyangi kita. Dan ternyata dengan adanya cobaan dan ujian itu justru membuat kita sadar dan mau mendekatkan diri pada Alloh. Mungkin jika kemarin aku tidak diuji dengan keadaan aku yang sekarang, belum tentu saat ini aku disini berasama sekarang laki-laki yang memang seharusnya aku dampingi." ujar Bela
"Karena itu kita sebagai manusia seharusnya selalu berbaik sangka dengan ketetapan Alloh, yakinlah takdir Alloh pasti yang terbaik" jelas Ray
"Selamat pagi mbak Bela, mas Ray. Sarapan sudah siap. Mbak Bela harus segera sarapan agar bisa minum obatnya" ucap Mita menghampiri
"Baiklah nanti kita kesana, tapi kita akan mandi dulu" jawab Ray
"Baik mas Ray, mbak Bela. Saya kembali dulu" ucap Mita
"Sejak kapan kamu jadi formal gitu manggil aku?" tanya Ray
"Hehehe.. biar bagaimana kalian kan sekarang orang yang menggaji aku, rasanya tidak sopan kalau manggilnya hanya nama" ucap Mita
"Ya sudah senyamannya kamu saja" jawab Ray
"Oya, nanti siang tolong temani Bela kerumah sakit ya, nanti biar diantar pak Diman" ucap Ray
"Baik Pak Ray" jawab Mita menganggukan kepalanya
"Bel, nanti siang kamu kerumah sakit sama Mita biar diantar sopir dulu gak apa-apa ya? karena aku ada meeting penting dengan klien. Tidak enak kalau aku batalkan" ucap Ray
"Iya, Kamu meeting saja. Dan tidak usah mengkhawatirkan aku, kan sudah ada Mita dah pak Diman" ucap Bela tersenyum
^Happy Reading^