
"Maaf mbak Bela, ini saya siapkan obat yang harus diminum setelah makan malam nanti" ucap Mita perawat Bela yang dikirim oleh pihak rumah sakit
"Kamu_" ucap Ray terputus saat melihat Mita dan berusaha mengingat
"Ray, kamu benar Ray ya?" ucap Mita membulatkan matanya tidak menyangka kalau akan bertemu kembali dengan Ray, kekasihnya saat mereka masih merasakan yang namanya cinta monyet. Iya Ray dan Mita pernah menjadi sepasang kekasih saat mereka masih SMP.
"MasyaAlloh, ternyata yang jadi perawat istriku itu kamu?" ucap Ray seakan tak percaya
"Iya Ray, sudah berapa tahun ya kita tidak pernah bertemu?" ucap Mita
"Sudah sejak kita lulus dari SMP, karena waktu itu aku langsung ke luar negeri untuk sekolah disana" ucap Ray
"Oya Bel, Jadi Mita ini temanku saat masih SMP dulu" ucap Ray memperkenalkan
"Iya mbak Bela, dulu kita teman sekolah" sahut Mita dan Bela hanya tersenyum menanggapinya.
"Syukurlah aku lega, yang menjaga istriku kamu Mit, setidaknya aku kenal kalau kamu itu orang baik" ucap Ray
"Iya saking baiknya aku mbak, dulu itu aku sering itu diakali sama Ray, eh. . maaf aku kok jadi tidak sopan gini ya, Pak Ray maksudnya" ujar Mita
"Gak apa-apa, santai saja. Kita kan teman. Tidak perlu manggil dengan formal gitu" sahut Ray
"Tapi kamu benar ya Mit, kalau diingat-ingat sepertinya aku dulu itu sudah jahat banget ya sama kamu. Maafkan kenakalan Ray tempo dulu ya Mit" ucap Ray tersenyum
"Iya Pak Ray, Mita maafkanlah" jawab Mita tersenyum
Sementara Mita dan Ray asyik berbincang-bincang tentang masa lalu mereka, Bela lebih memilih untuk diam dan menghabiskan makannya karena tidak ingin terlalu lama berada ditengah obrolan masa lalu mereka.
"Bel mau kemana?" tanya Ray saat Bela menjalankan kursi rodanya.
"Mau kekamar Ray" jawab Bela
"Aku antar Bela ke kamar dulu ya" pamit Ray
"Tidak usah Ray, kamu disini saja. Kalian sudah lama tidak bertemu pasti banyak yang ingin dibicarakan" ucap Bela berlalu
Bela mencoba bersikap biasa, meskipun entah kenapa melihat Ray dekat dengan wanita lain ada perasaan tidak rela. Padahal dirinya sendiri yang sering menyuruh Ray untuk mencari wanita yang lebih baik dari dirinya, Dan Mita wanita berhijab yang sepertinya sudah dekat dengan Ray sebenarnya Bela akui lumayan cocok untuk Ray.
Tapi kenapa sekarang Bela justru merasa tidak rela?"
Bela merasa gelisah didalam kamarnya dan tak lama setelahnya Ray masuk kekamar
"Ray, kenapa ada disini?" tanya Bela yang badan di pinggir jendela kaca menatap keluar dan tersadar ada Ray didalam kamar
"Kenapa tanya seperti itu? ini kamar kita? kenapa heran aku ada disini?" tanya Ray mengerutkan dahinya
"Bukan, bukan seperti itu. Maksudku, kamu sepertinya sedang asyik bernostalgia, kenapa buru-buru kekamar?" ucap Bela salah tingkah
"Tapi aku ingin bersama istriku" ucap Ray tersendiri dan jongkok didepan Bela menggenggam tangan Bela.
Mendengar itu, hati Bela yang tadinya muram menjadi riang bahagia
"Kenapa senyum-senyum?" goda Ray
"Siapa juga yang senyum-senyum" jawab Bela dengan wajah tersipu malu
"Kamu tidak sedang cemburu kan?" tanya Ray
"Cemburu? aku cemburu? ya gak mungkin lah" kilah Bela
"Syukurlah kalau kamu tidak cemburu, Mita itu hanya teman SMP ku, jadi kamu tidak perlu cemburu" ucap Ray
"Kita tidur yuk, sudah malam. Besok kan kamu harus melakukan fisioterapi" ucap Ray
Ray segera ikut berbaring disamping Bela dan menatap wajah cantik istrinya.
"Ray, Apa kamu yakin aku bisa sembuh? sedangkan Dokter saja mengatakan harapanku untuk sembuh sangatlah kecil" ucap Bela mentap Ray
"Bela, Dokter hanya manusia. Dokter boleh mengatakan apapun, tapi ingat tidak ada yang tidak mungkin bagi Alloh." jawab Ray
"Ray, jika aku tidak bisa sembuh apa kamu yakin akan selamanya mengorbankan hidup kamu untukku?" tanya Bela lagi
"Mengorbankan? kenapa kamu bilang mengorbankan? aku tidak merasa berkorban apa-apa, kamu isteriku. Sudah sewajarnya aku merawat kamu disaat kamu sakit."
"Ray kamu laki-laki normal, kamu butuh istri yang bisa melayani kamu, mengurus kamu dan_" ucap Bela terhenti
"Dan apa?" tanya Ray tersenyum
"Ray, kamu tau kan maksudku? aku tidak akan bisa melakukan semua tugas seorang istri. Aku hanya akan menyusahkan kamu Ray" ujar Bela dengan mata berkaca-kaca
"Hsstttt... " ucap Ray meletakkan jari telunjuknya pada bibir Bela
"Jangan katakan lagi, siapa bilang kamu tidak bisa melakukan tugas sebagai seorang istri? Kita bisa melakukannya, tapi pertanyaan ku, apa kamu mau melakukannya?" tanya Ra
"Ray, lihat kondisiku seperti apa? aku tidak akan bisa apa-apa" ujar Bela
"Kamu tidak perlu melakukan apa-apa, karena aku yang akan melakukannya" jawab Ray tersenyum
Bela menundukkan wajahnya yang tersipu malu
"Bolehkah?" tanya Ray
Dan Bela mengantuk sebagai jawaban
Ray tersenyum dan mencium kening Bela
Ray yang sudah paham tentang cara bejimak sesuai tunangan Rosulullah segera mengambil air wudhu dan membaca doa sebelum berjimak
“Allahumma janibnasyaithana wa janibnisyathanamarazaqna.” Artinya: “Dengan nama Allah, ya Allah, jauhkanlah kami dari gangguan setan dan jauhkanlah setan dari rezeki (bayi) yang akan Engkau anugerahkan pada kami,” (HR Bukhari). Doa bersetubuh ini juga dikenal sebagai niat berhubungan suami istri dalam Islam.
Setelah membaca doa sebelum berjimak, dengan hati-hati Ray membuka pakaian Bela satu persatu, Bela yang kakinya lumpuh hanya bisa diam pasrah dengan apa yang Ray lakukan.
Bela meneteskan air matanya menahan kesedihan
"Kenapa menangis? apa kamu merasa tidak nyaman? kita hentikan saja ya?" tanya Ray
Tapi Bela menggelengkan kepala
"Tidak Ray, aku hanya sedih. Aku tidak bisa membahagiakan kamu, kamu laki-laki yang sangat baik tapi kamu harus mendapatkan aku dalam kondisi seperti ini. Saat aku sehat dan aku seharusnya bisa melayani kamu dengan baik. Justru aku tidak melakukannya. Aku menyesal. Aku menyesal pernah menyia-nyiakan laki-laki sebaik kamu" tangis Bela pecah
"Jangan pernah berkata seperti itu lagi, siapa bilang aku tidak bahagia. Aku bahagia Bela. Percayalah aku bahagia" ucap Ray
"Kamu pasti bohong, mana mungkin kamu bahagia melakukan hubungan dengan patung" ucap Bela
"Hahaha... " Ray tak kuat menahan tawanya
"Tu kan benar, kamu pasti tidak bahagia melakukannya dengan patung seperti diriku" ucap Bela
"Aku tertawa karena kamu itu lucu, mana ada patung secantik dirimu? dan aku katakan sekali lagi, aku bahagia Bela." jelas Ray
Dan malam ini untuk pertama kalinya setelah mereka menikah mereka melakukan hubungan suami istri.
^Happy Reading^