
Hari ini Saat Bela dan Ray sedang tidak dirumah Mita bertanya pada bik Siti kenapa dirumah ini hanya ada mereka dan tidak terlihat orang tua Ray, saat Bik Siti menceritakan tentang Bu Santi yang saat ini dipesantren dan belum mau kembali lantaran belum bisa tinggal satu rumah dengan Bela, hal ini membuktikan Bela berpikir hubungan yang terlihat begitu baik tapi kenapa sepertinya tidak sebaik itu?
"Alhamdulillah mbak Mita sekarang, sekarang Non Mita mau kembali, walaupun saat kembali kondisinya seperti itu. Bibik ini suka kasian dengan den Ray, Selama dua tahun di tinggal pergi oleh istrinya sehari setelah pernikahan mereka, Den Ray itu jadi muram setiap harinya.
"Tapi apa yang membuat tega meninggalkan Ray bik? apa benar hanya masalah pekerjaan saja? bukan apa-apa bik, tapi melihat Ray yang sudah sebaik itu rasanya kasian kalau dengar ceritanya yang mengenaskan seperti itu" ujar Mita
"Iya Mbak Mita, bibik juga tidak menyangka kalau den Ray akan kembali lagi sama non Bela setelah apa yang sudah dilakukannya. Tapi ya sudah bibik hanya bisa mendoakan. Semoga kali ini non Bela benar-benar berubah dan bisa menyayangi Den Ray dengan tulus" ucap bibik
"Ya pasti kali ini mbak Bela akan berubah bik, dengan keadaan seperti itu siapa yang bisa menerima mbak Bela kalau bukan mas Ray" ucap Mita
"Kasihan Ray, sekarang giliran susah mbak Bela baru mengakui Ray sebagai suami. Menyusahkan Ray saja" batin Mita
"Mbak Mita, mikirin apa? kok malah bengong gitu? tanya bik Siti membuyarkan lamunan Mita
"Eh.. bik Siti, tidak kok tidak mikir apa-apa" jawab Mita gugup
"Jadi mbak Mita ini dulu pernah pacaran sama den Ray?" tanya bik Siti
"Iya pernah bik, tapi ya pacarannya anak SMP yang baru mengenal cinta monyet tidak ada perasaan yang mendalam hehehe.. " Jawab Mita tersenyum
"Ray itu kan dulunya bandel dan memang playboy" tambahnya
"Sebenarnya bukan tanpa sebab den Ray menjadi seperti itu, itu semua karena dari kecil den Ray kesepian. Mungkin itu yang membuatnya melampiaskan kesepiannya dengan cara seperti itu" jelas bik Siti
"Kalau dipikir-pikir Ray itu kasihan juga ya bik" ucap Mita menghela nafas
***
"Ray, Mami masih marah ya sama aku?" tanya Bela
"Kenapa berkata seperti itu? Mami tidak marah kok, hanya saja saat ini masih ingin tinggal dipesantren" jawab Ray bohong
"Kamu bohong Ray, aku tau Mami pasti masih marah sama aku, karena aku yang telah menjadi penyebab Papi pergi. Seandainya aku jadi Mami aku juga pasti akan marah"
"Bela, beri Mami waktu. Aku yakin suatu saat nanti Mami pasti bisa menerima kamu lagi" ucap Ray
"Ray, aku sedih karena aku hubungan kamu dan Mami saat ini pasti sedang tidak baik"
"Jangan terlalu banyak berpikir" ucap Ray tersebut
Bela tau kalau sebenarnya Ray berbohong dan saat ini mertuanya pasti sangatlah membencinya. Dan itu sebenarnya juga hal yang wajar mengingat apa yang telah dilakukannya pada keluarga ini.
"Ray mau kah kamu mengantarkan aku bertemu dengan Mami dipesantren?" tanya Bela penuh harap
"Menemui Mami? Bela sekarang ini aku masih sibuk dengan pekerjaan kantor, nanti jika aku sudah tidak lagi sibuk, aku akan ajak kamu bertemu dengan Mami" jelas Ray
"Bela maafkan aku karena berbohong, bukan aku tidak mau mempertemukan kamu dengan Mami. Tapi untuk saat ini lebih baik seperti ini dulu. Biar kalian sama-sama tenang dan berbicara tanpa ada emosi lagi" Batin Ray
"Aku tau kamu pasti sengaja mengatakan itu agar aku tidak bertemu dengan Mami Ray, aku tau Mami pasti masih sangat marah padaku. Dan aku tau kamu pasti sengaja melakukan ini untuk menjaga perasaanku" Batin Bela
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam, tumben muncul kirain sudah hilang tidak pernah kelihatan batang hidungnya" ucap Niko yang juga sahabat Ray, saat Ray datang kekantor nya
"Banyak yang terjadi akhir-akhir ini dalam hidupku Nik, karena itu aku tidak punya waktu untuk main-main" Jawab Ray
"Aku sudah mendengarnya dari Danu tentang kembalinya istrimu, jujur aku akui kamu hebat. Bisa menerima Bela kembali, apalagi keadaan Bela yang sekarang. Aku tidak menyangka kalau kamu akan mengambil keputusan sebesar ini. Aku kita kamu akan menyerah denu pernikahan kamu, tapi diluar dugaan kami" ucap Niko
"Aku hanya berusaha menjaga apa yang sudah Alloh takdirkan untuk ku dan aku berharap akan ada keajaiban untuk orang-orang yang aku sayang. Alhamdulillah Alloh kabulkan doa-doaku, dan memberikan hidayah untuk Bela dan juga Mami. Hanya saja saat ini Mami Belum mau satu rumah dengan Bela" ucap Ray
"Kasih Tante waktu Ray, ini juga tidak mudah untuk tante Santi. Tapi aku yakin suatu saat tante Santi pasti bisa mengerti dengan keputusan kamu ini" ucap Niko
"Aamiin" ucap Ray
"Ngomong-ngomong, ini ada apa-apa siang-siang sampai datang ke kantor? bukan sekedar Kangen aku kan?" tanya Niko
"Iya sebenarnya aku kesini karena ada perlu sama kamu, bukan kamu juga sih. Tapi lebih tepatnya sama Ulya istri kamu" jawab Ray
"Istriku? ada apa mencari istriku?" Niko mengerutkan dahinya
"Kalau boleh, aku berharap Ulya bisa mengajari Bela mengaji dan mengajari tentang bagaimana caranya menjadi seorang muslimah yang sesuai dengan tuntunan Rosulullah. Apa kira-kira Ulya bisa?"
"Coba aku tanyakan dulu nya, karena Ulya juga mengajar dipesantren dan waktu luang sepertinya hanya weekend saja." ucap Niko dan mengambil ponsel disaku nya dan menghubungi istrinya
"Assalamu'alaikum sayang"
"Walaikumsalam mas" jawab Ulya dary sebrang telpon
"Sayang ini Ray main ke kantor, dan Ray bertanya apakah kamu bisa mengajar untuk Bela, kerana Bela kan baru berhijrah jadi Bela perlu bimbingan agar bisa belajar menjadi seorang muslimah sesuai dengan tuntunan Rosulullah" ucap Niko
"Ulya saat ini ada waktu senggang hanya akir pekan, Kalau Ulya pribadi tidak ada masalah, bagaimana dengan mas Niko? kalau mas Niko memberi ijin buat Ulya mengajar saat weekend, Ulya tidak ada masalah" jawab Ulya
"Okey, tidak apa-apa sayang. Nanti tiap akhir pekan, aku akan mengantarkan kamu kerumah Ray sekalian biar aku bisa main sama Ray hehe" ucap Niko tertawa
"Okay baiklah suamiku. Mulai sabtu besok kita akan kerumah mas Ray" jawab Ulya
"Baiklah, aku tutup dulu telpon nya sayang, love you Assalamu'alaikum" ucap Niko
"Walaikumsalam love you too mas" jawab Ulya menutup telpon
"Okey Ray, InsyaAlloh sabtu aku dan Ulya akan kerumah kamu" jawab Niko
"Alhamdulillah, terimkasih Niko." Ray merasa bahagia
^Happy Reading^