
"ini kan anaknya Ray dan Mbak Bela, kenapa ada sama kamu?" tanya Mita melihat Riza datang dengan Raynan pasalnya mereka hari ini seharusnya kencang berdua.
"Hehehe.. maaf Mita, tapi sepertinya hari ini kita kencannya sama Raynan juga, tidak apa-apa kan?" tanya Riza.
"Terserah kamu," jawab Mita singkat dan segera masuk ke mobil tanpa menunggu Riza dan Raynan.
Sepanjang perjalanan mereka hanya diam dan Hari ini Riza membawa Mita dan Raynan di kebun binatang.
"Kenapa berhenti di sini?" tanya Mita heran melihat Riza memarkirkan mobilnya di area kubun binatang.
"Em.. hari ini kita kencannya di sini dulu ya? gak apa-apa ya? Raynan ingin banget ke sini," ucap Riza.
"Ini namanya bukan kencan, tapi mau cari kembaran," ucap Mita dengan mode juteknya.
"Hahaha.. kamu ada-ada saja, sudah dong jangan cemberut gitu, nanti cantiknya hilang lho," goda Riza melihat Mita yang terlihat tidak senang.
Di kebun binatang, Raynan sangat bahagia dan terlihat antusias melihat binatang-binatang yang selama ini hanya di lihatnya melalui gambar atau video. ini kali pertamanya Raynan datang ke kebun binatang.
"Daddy itu jarapah, Raynan mo ke sana, " ucap Raynan antusias.
"Okay! Jangan lari, nanti jatuh, " teriak Riza melihat Raynan berlari karena tidak sabar ingin melihat jerapah dari jarak dekat.
"Sepertinya kamu sayang banget ya sama Raynan?" tanya Mita.
"Iya, aku memang sangat menyayangi Raynan. sejak pertama dia lahir, aku sudah menjadi ayah baginya. begitu juga sebaliknya. Karena itu aku minta mulai sekarang, tolong kamu juga belajar menyayangi Raynan. Apapun masalah kamu dan Ray, bukankah Raynan tidak tau apa-apa? lagipula bukankah seharusnya kamu sudah melupakan Ray?"ujar Riza.
"Atas dasar alasan apa, sampai aku harus mulai mencintai Raynan?" ucap Mita mempertanyakan statusnya yang belum jelas, karena selama ini Riza memang sangat terlihat jelas mendekatinya. Tapi Riza tidak pernah mengungkapkan perasaannya.
"Ya karena, karena aku dan kamu_?" ucap Riza tidak melanjutkan kata-katanya.
"Karena apa? Karena aku dan kamu kenapa?" lanjut Mita seolah ingin mempertanyakan kejelasan hubungan mereka.
"Itu, Itu karena aku dan kamu_" ucap Riza menggaruk pelipisnya bingung.
Mita yang tampak kesal menghela nafas dan berjalan mendahului Riza.
"Itu karena aku mencintai kamu, dan aku berharap kamu mau menikah dengan ku, Mita." ucap Riza dengan lantang sehingga membuat Mita menghentikan langkahnya.
"Kamu serius?" tanya Mita tanpa melihat membalikkan badannya.
"Aku serius, aku ingin menikah dengan kamu. Maukah kamu menikah denganku Mita?" tanya Riza sontak membuat Mita terkejut dengan keseriusan Riza.
Mita membalik badannya dan melihat Riza "Kamu serius dengan apa yang kamu katakan?" tanya Mita yang seakan tidak percaya dengan apa yang Riza katakan.
"Aku serius! " jawab Riza berjalan mendekati Mita dan mengambil kotak beludru berwarna biru dari dalam sakunya.
"Maukah kamu menikah denganku?" tanya Riza Seraya membuka kotak beludru berwarna biru dan menekuk kakinya di bawah ala-ala lamaran drakor. hehehe..
Semua mata pengunjung yang ada di kebun binatang tertuju kearah mereka berdua. pasalnya kebun binatang sangatlah rame hari ini karena ini weekend banyak pengunjung yang datang bersama dengan keluarga.
"Terima..!Terima..! Terima..!" teriak para pengunjung.
Raynan yang melihat adegan tersebut juga segera mendekat dan ikut mendukung agar Mita mau menerima Daddy Riza nya.
"Terima..! Terima..! Terima..!" teriak Raynan seraya bertepuk tangan dan tersenyum.
Riza dan Mita menoleh ke arah Raynan dan melihat orang-orang yang bersorak ke arah mereka.
Seketika wajah Mita berubah merah seperti kepiting rebus lantaran malu.
"Tapi kamu belum menjawabnya, Mita apa kamu mau menikah denganku dan menjadi ibu dari anak-anak ku kelak?" ucap Riza kembali mengulangi pertnyaannya.
"Iya, aku mau," jawab Mita malu-malu dan menundukkan wajahnya.
Seketika orang-orang yang ada di sana bertepuk tangan lantaran ikut merasakan kebahagiaan mereka. begitu juga dengan Raynan.
"Alhamdulilah," gumam Riza berdiri dan memakaikan cincin pada Mita di saksikan Raynan dan pengunjung kebun binatang yang ada di sana.
"Hore.. Raynan punya dua Daddy dan dua mommy, benarkan dad?" tanya Raynan.
"Iya sayang, Raynan sebentar lagi akan punya dua daddy dan dua mommy." jawab Riza mengusap kepala Raynan. Mita pun tersenyum melihat Raynan.
Setelah setengah hari mengelilingi kebun binatang, Raynan yang kecapean tidur di gendongan Riza.
"Kita pulang saja, sepertinya Raynan sudah kecapekan," ucap Riza.
"Baiklah, lucu juga ya Raynan kalau lagi bobok?" ujar Mita.
"Iya Raynan, memang anak yang lucu dan pintar. Tapi aku yakin, nanti kalau kita punya anak pasti juga ganteng dan pintar, secara daddy nya seganteng aku," ucap Riza dengan narsisnya.
"Hahaha..apaan sih kamu? jadi orang narsis banget," ucap Mita tertawa.
"Bukan narsis, tapi kenyataan. Kalau gak ganteng mana mungkin kamu mau menerima lamaran aku," ucap Riza tersenyum.
"Ya, aku kasihan aja sama kamu, bukan karena kamu ganteng," kilah Mita.
"Mita, karena kita sebentar lagi akan menikah. Jadi aku ingin jujur sama kamu," ucap Riza.
"Jujur? jujur soal apa?" tanya Mita seketika menjadi khawatir.
"Ini, ini soal kesalahan paham di antara kita, sebenarnya bukan di antara kita sih, tapi lebih tepatnya kamu yang salah mengira soal pekerjaanku," ucap Riza.
"Soal pekerjaan, memang kenapa dengan pekerjaan bukannya aku sudah tau sekarang kalau kamu ternyata bukan pengangguran," ucap Mita.
"Iya, tapi mengenai pekerjaanku itu, sbenarnya aku_" ucap Riza terputus.
"Za, aku tau. Kamu pasti minder atau merasa tidak enak hati kan dengan pekerjaan kamu? Karena itu selama ini kamu tidak jujur dengan pekerjaan kamu, tapi kamu tidak perlu mengkhawatirkan tentang itu, aku tidak masalah kok, walaupun kamu seorang supir. Sepertinya Ayah dan ibu juga tidak keberatan. Karena bagi kami bukan masalah pekerjaannya tapi usaha dan niatan kamu udah bekerja dan bertanggung jawab dengan keluarga." potong Mita.
"Iya, aku paham maksud kamu, tapi masalahnya kamu sudah salah paham, aku bukan_" ucap Riza kembali terputus.
"Bukan pengangguran maksud kamu? aku minta maaf ya, tanpa bertanya aku langsung saja menghakimi, kalau kamu itu seorang pengangguran. Lain kali aku janji tidak akan asal menuduh lagi, lain kali aku akan bertanya dulu sebelum menyimpulkan. karena ternyata kesimpulanku juga belum tentu benar." kembali Mita memotong pembicaraan Riza, sebelum Riza mengatakan tentang pekerjaannya yang sebenarnya.
Riza hanya tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal bingung cara berbicara dengan Mita.
^Happy Raeding^
Maaf ya readers ku sayang, dua hari gak bisa upπ sebenarnya pengen banget bisa selalu up tapi dua hari kemarin thor tumbang, lagi flu berat jadi gak bisa nulis. Terima kasih pengertian nya.
Sekalian thor mau kasih pengumuman, jangan lupa kasih dukungan sebanyak-banyaknya ya, karena thor akan mengadakan giveaway yang akan thor undi tgl 20 November.
Bagi pemenang 1 akan mendapatkan pulsa 50 rb pemenang ke 2 dan 3 akan mendapatkan pulsa masing-masing 20 rb.
Syarathya wajib yang sudah follow akun ini ya Qurrotaayun. jika ada pemenang tp belum follow maka akan di nyatakan hangus π
Hanya untuk 3 pemberi dukungan terbanyak ya Terima kasih sayangπππ