Hikmah Cinta Kita

Hikmah Cinta Kita
CH 53


Di desa S, persiapan acara untuk merayakan keberhasilan penjualan kopi dan teh selama lima tahun sudah selesai dilakukan.


"Bel, ini buat kamu" ucap Riza.


"Ini apa?" tanya Bela.


"Bukalah!" ucap Riza senyum.


"Gaun? Kenapa kamu belikan aku gaun?" tanya Bela setelah membuka kotak kado dari Riza.


"Aku ingin kamu memakainya nanti malam!" ucap Riza.


"Aku? maksudnya, kamu ingin aku ikut ke acara kantor kamu?" tanya Bela.


"Iya, kamu dan juga Raynan harus ikut aku," ucap Riza.


"Sepertinya aku tidak bisa Za, aku sudah lama sekali tidak pernah menghadiri acara seperti itu," jawab Bela yang sedikit khawatir kalau ada rekan bisnis Riza yang mengenali dirinya.


"Ayolah, ini bukan hanya acarku tapi ini juga acara kamu, perkebunan itu kan milik kamu, Mitra bisnis ku, ingin bertemu dengan kamu dan menanyakan seputar perkebunan." ucap Riza.


Karena merasa tidak enak, menolak ajakan Riza yang selama ini sudah baik terhadap dirinya dan juga anaknya, akhirnya Bela menerima tawaran Riza untuk datang ke acara tersebut.


Malam ini Bela tampak begitu cantik dengan gaun berserta hijabnya yang senada.


"Malam ini anak Papi cantik sekali?" puji pak Bobby.


"Kenapa Papi belum ganti baju?" tanya Bela heran melihat Pak Bobby tidak bersiap.


"Sepertinya Papi tidak bisa ikut, kalian saja yang pergi. Papi sedikit pusing," jawab Pak Bobby.


"Apa Papi sakit? kita ke dokter ya Pi?" ajak Bela.


"Tidak usah, Papi hanya pusing biasa, buat istirahat juga sembuh. Kalian bersenang-senang saja, jangan pikirkan Papi. Papi tidak apa-apa," ucap Pak Bobby.


"Mommy, Raynan sudah siap," ucap Raynan yang saat ini sedang di gendong Riza.


"Wah, ganteng sekali pangeran mommy," ucap Bela.


"Ganteng dong, kan Raynan anak daddy," ucap Raynan bangga.


Seketika wajah Bela berubah, Raynan begitu mengagumi sosok Riza.


"Kenapa diam mom?" tanya Raynan.


"Tidak, mommy tidak apa-apa, kita berangkat sekarang?" ucap Bela mengalihkan pembicaraan.


"Om, Riza ajak Raynan dan Bela dulu ya," pamit Riza.


"Iya, kalian bersenang-senang lah, Hati-hati jagoan grandpa, jaga mommy ya!" ucap Pak Bobby.


"Okay, grandpa!" jawab Raynan.


Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu jauh, Bela, Raynan dan Riza sampai di tempat diadakan pesta.


Bela tampak melihat dan memperhatikan tamu yang ada di sana, Bela nampak merasa lega ketika tidak ada yang mengenali dirinya di sana.


"Za, aku ke kamar mandi dulu ya! tolong jaga Raynan" ucap Bela.


"Iya, aman!" jawab Riza tersenyum.


"Assalamu'alaikum,"


"Walaikumsalam, Pak Riza. Anda sudah datang." ucap Riza mengulurkan tangan dan Ray menyambutnya, kini ke duanya berjabat tangan tapi pandangan Ray justru tertuju pada anak yang sedang di gendong Riza.


"Dia_?" ucap Ray menunjuk Raynan.


"Hai.. Om, aku Raynan anaknya Daddy Riza," ucap Raynan memperkenalkan diri.


"Jadi, kamu sudah punya anak? Saya kira kamu belum menikah?" tanya Ray.


"Menikah itu apa Ded?" tanya Raynan.


"Menikah itu, Raynan lapar tidak? di sana banyak makanan? biasanya Raynan kan suka makan," ucap Riza menggoda Raynan untuk mengalihkan pembicaraan.


"Iya, Dad. Raynan mau ke sana," ucap Raynan minta turun dari gendongan Riza.


"Anak kamu tampan, boleh aku menemani anak kamu ke sana?" tanya Ray yang memang dari dulu sangat menyukai anak kecil, apalagi melihat Raynan, seperti ada magnet tersendiri yang membuat dirinya ingin terus memandangi Raynan.


"Silahkan Pak Ray, biar saya menemui Pak Bagas dulu," jawab Riza.


***


"Hai.. tampan, siapa tadi namanya?" tanya Ray berjongkok menatap mata Raynan yang seakan melihat dirinya waktu kecil.


"Raynan," jawab Raynan seraya mengunyah makanan.


"Nama kamu mirip sama nama Om," ucap Ray.


"Memang nama Om siapa?" tanya Raynan.


"Nama Om, Rayhan. Tapi biasanya di panggil Ray, kalau nama panjang kamu Raynan siapa?" tanya Ray lagi.


"Raynan Yorlardi," jawab Raynan.


"Siapa?" Kembali Ray bertanya seakan tak percaya.


"Raynan Yorlardi," ucap Raynan lagi.


"Kok, namanya kita bisa sama? apa Deddy kamu sangat mengagumi Om, sampai nama kamu begitu mirip sama Om," ucap Ray tersenyum.


"Iya, kok nama kita bisa sama gini? umur Raynan berapa sekarang?" tanya Ray.


"Empat tahun," jawab Raynan singkat.


"Empat tahun ya? wajah kamu juga mirip Om sewaktu kecil," ucap Ray.


"Benarkah?" tanya Raynan.


"Iya, Benar,"


"Asyik sekali ngobrolnya, lagi pada ngobrolin apa sih?" sahut Riza.


"Pak Riza, kenapa nama anak Pak Riza bisa sama seperti saya? ini kalau orang yang tidak tau, pasti dikira anak saya," ucap Ray tertawa.


"Hahaha.. Pak Ray, bercandanya bisa saja. Saya malah tidak menyadari kalau nama kalian sama, Oiya Raynan Yorlardi sama Rayhan Yorlardi. Kok bisa kebetulan ya?" ucap Riza yang selama ini tidak berpikir sejauh itu. Bahkan Riza sudah lama mengetahui nama panjang ke duanya. Tapi tidak menyadari kalau nama Raynan sama dengan Pak Ray.


"Kok jadi Pak Riza yang bertanya? harusnya saya yang bertanya kenapa anaknya namanya bisa sama dengan nama saya? Ray tersenyum dan kembali menatap Raynan.


"Kebetulan, Mommy nya yang memberikan nama itu pak, saya juga tidak tau, mungkin hanya kebetulan saja," jawab Riza.


Dari kejauhan, Bela memegangi dadanya yang tiba-tiba terasa tertimpa reruntuhan yang sangat berat.


"Bagaimana mungkin itu Ray? Kenapa Raynan bisa bersama dengan Ray? Aku sudah pergi sejauh ini, tapi kenapa kita masih harus bertemu?" ucap Bela menahan tangis.


Bela segera pergi sebelum ada orang yang melihatmu.


Diperjalanan pulang, Mengirim pesan untuk Riza. Kalau dirinya sedang tidak enak badan dan pulang lebih dulu.


Mendapat pesan dari Bela, Riza segera menghubungi nomer Bela.


"Assalamu'alaikum,"


"Walaikumsalam, Bel. Kamu kenapa? Apa kamu sakit? kita ke rumah sakit ya?" tanya Riza panik.


"Tidak, tidak perlu. sepertinya gula darahku hanya rendah saja, setelah istirahat akan baik-baik saja, tolong jaga Raynan ya!" ucap Bela.


"Iya, kamu tenang saja. Raynan aman!" jawab Riza.


"Ya sudah, aku di rumah sekarang, aku istirahat dulu, Assalamu'alaikum,"


"Walaikumsalam," jawab Riza menutup telpon.


"Bel_?" ucap Ray mendengar Riza berbicara dengan wanita yang bernama "Bel"


"Apa itu Bel_Bela?" Batin Ray tapi segera di buang pikiran itu, kalaupun namanya Bela, bukankah Nama Bela cukup banyak di Indonesia? pikirnya.


"Tadi itu, yang telpon?" tanya Ray


"Oo.. Ini tadi mommy nya Raynan Pak, kebetulan lagi tidak enak badan, jadi ijin pulang dulu," Jawab Riza.


"Sayang sekali, saya tidak bertemu dengan Mommy nya Raynan. padahal saya mau bertanya, bagaimana bisa memberikan nama yang sama seperti nama saya, apa mommy Raynan juga ada di dunia industri?" tanya Ray.


"Tidak pak, Mommy Raynan. Di sini mengurus perkebunan." jawab Riza.


"Semoga lain kali Om berkesempatan bertemu dengan mommy kamu ya Raynan, Om sangat penasaran, bagaimana bisa nama kita hampir sama?" ucap Ray mengusap kepala Raynan lembut.


"Main saja ke rumah kami Om," ucap Raynan.


"Memang boleh, Om main ke rumah Raynan?" tanya Ray.


"Boleh dong, Om," Jawab Raynan.


Ray sangat senang melihat Raynan yang begitu tampan, mengingtkan pada dirinya saat masih kecil.


"Besok saya dan mommy nya Raynan. InsyaAlloh akan menemui Pak Ray dan mengajak Pak Ray untuk berkeliaran pabrik serta perkebunannya." ucap Riza.


"Baiklah, Terima kasih Pak Riza. Semoga bisnis yang kita jalani ini akan terus berkembang pesat dan selalu laris di pasaran," ucap Ray dan Riza mengaminkan.


***


"Bel, kenapa sudah pulang? Raynan dan Riza mana?" tanya Pak Bobby.


"Pi," ucap Bela berlari memeluk Papi nya.


"Ada apa, Bel?" tanya Pak Bobby khawatir.


"Bela sudah pergi jauh dari hidup Ray, Bela rela memendam semua perasaan ini agar Ray bahagia, agar Bela juga bisa menebus rasa bersalah Bela pada Mami Santi, tapi kenapa Bela harus di pertemukan lagi dengan Ray?" tangis Bela pecah di pelukkan Pak Bobby.


"Kamu bertemu dengan Ray? Lalu apa yang Ray katakan?" tanya Pak Bobby.


"Untungnya, Ray. belum sempat melihat Bela. Bela segera keluar dari sana," jawab Bela.


"Bel, mau sampai kapan kamu menyembunyikan semua ini? Ray dan Raynan punya hak untuk mengetahui yang sebenarnya." ucap Pak Bobby.


"Tidak, Pi. Bela tidak mau Ray tau kalau Raynan anaknya. Mungkin saat ini Ray juga sudah punya anak dari wanita lain, Bela tidak mau mengganggu kehidupan Ray lagi. sudah cukup Bela pernah berbuat jahat sama Ray, sekarang Bela tidak mau lagi menjadi beban pikiran Ray, Ray pasti akan bingung kalau tau punya anak sama Bela Pi," ucap Bela.


"Tapi kamu juga tidak boleh egois seperti ini? Raynan berhak tau ayah kandungnya. Dan hubungan kamu dengan Riza juga harus kalian pertegas." ucap Pak Bobby.


"Hubungan apa Pi? Bela dan Riza sejak awal tidak pernah ada hubungan apa-apa, Riza hanya membantu Bela dan Raynan. agar Raynan tidak bingung karena tidak ada Ayahnya." jelas Bela.


"Tapi yang Papi lihat, Riza sepertinya suka sama kamu Bel, lima tahun Riza menjadi ayah untuk Raynan dan selama itu Papi juga tidak pernah melihat Riza dekat dengan wanita lain, bahkan setiap ada yang bertanya tentang siapa Raynan, dengan tegas dia akan bilang kalau Raynan anaknya."


"Pengorbanan Raynan untuk kalian juga tidak sedikit Bela. Apa kamu tidak kasihan jika Raynan tidak bisa menikah dengan wanita lain karena semua orang mengira Riza sudah punya anak? Pikirkan lah kata-kata Papi Bela," ucap Pak Bobby.


^Happy Reading^


Jangan lupa, like, coment dan vote ya! dukungan kalian sangat berarti bagi thor🙏Terima kasih 🥰😍😘