
"Aku lumpuh seperti ini, apa ini yang terbaik?" tanya Bela bersedih
"istigfar Bela, Alloh memberi kita ujian. Pasti ada maksud dan tujuan! hanya saja kita sebagai manusia terkadang terlalu cepat menyimpulkan. Aku yakin saat ini kamu diuji dengan keadaan seperti ini, itupun ada maksud. Selalu ada hikmah disetiap kejadian. Selalu berbaik sangkalah dengan Alloh!" jelas Ray
"Maafkan aku Ray, aku tidak bermaksud untuk menyalahkan takdir yang saat ini aku alami. Aku akui mungkin ini balasan atas dosa-dosa yang sudah aku lakukan kepada keluarga ini. Kalian begitu menyanyi aku. Tapi aku justru berbuat sebaliknya. Bahkan aku sudah mengkhianati pernikahan kita" ucap Bela tak tahan lagi membendung air matanya, kini air mata yang sejak tadi ditahan akhirnya pecah dan membanjiri sudut matanya.
"Aku pantas menerima semua ini, aku pantas mendapatkan semua ini Ray" Bela terisak
"Sudah ya, jangan menangis lagi. Kalau kamu memang menyesalinya. Tebuslah semua itu dengan bertaubat. Aku berharap kamu mau bertaubat, dan kembali ke jalan yang Alloh Ridhoi" ucap Ray menyeka air mata Bela dan menggenggam tangan Bela, seolah ingin memberinya kekuatan.
"Ray aku mohon, ceraikan aku! aku tidak pantas menerima kebaikan dari kamu, kamu terlalu baik untuk wanita pendosa seperti diriku Ray, aku mohon ceraikan aku" rengek Bela
"Jangan bicara lagi, seribu kalipun kamu meminta cerai. Semua itu percuma, karena jawaban adalah tidak. Aku Ray tidak akan pernah menceraikan kamu Bela, bagiku menikah itu sekali seumur hidup. Jika istriku melakukan kesalahan bukan berarti aku harus menggantikannya, tapi sudah menjadi tugas dan tanggungjawab ku untuk mengingtkan dan mengembalikannya kejalan yang benar, jalan yang Alloh Ridhoi. Menikah itu bukan hanya janji manusia kepada manusia, tapi janji yang kita lakukan langsung dihadapan Alloh dan pertanggungjawabannya tidak hanya didunia ini saja, melaikan sampai akhirat. Perceraian memang diperbolehkan dalam agama kita, tapi Alloh juga sangat membenci perceraian." jelas Ray
Sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW berikut: “Siapa saja perempuan yang meminta (menuntut) cerai kepada suaminya tanpa alasan yang dibenarkan maka diharamkan bau surga atas perempuan tersebut.” (HR. Abu Dawud, Al-Tirmidzi, dan Ibnu Majah. Dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Shahih Abu Dawud).
"Ray harap sekarang Bela paham, jangan lagi mengatakan cerai. Karena selamanya kita tidak akan bercerai. Alloh Yang telah menyatukan kita, maka jika kita memang harus berpisah, bukan perceraian yang akan memisahkan kita melainkan kematian. Jika sudah waktunya kita berpulang ke pada Alloh, saat itulah kita akan terpisah. Tapi itupun hanya raga kita yang terpisah karena kita akan selalu dekat dan bersama dalam doa."
"Ray, aku ini lebih parah dari pada yang kamu bayangkan, aku tidak pantas untuk kamu! kamu berhak mendapatkan wanita yang baik dan bisa menjadi istri yang sempurna untuk kamu" jelas Bela
"Bela, kesempurnaan hanyalah milik Alloh. Aku tidak menuntut kamu untuk menjadi sempurna. Aku hanya ingin kamu mau bertaubat dan kita akan belajar bersama untuk menjadi manusia yang lebih baik. Tidak ada kata terlambat untuk bertaubat Bela." pungkas Ray
"Ray, kamu tidak mengerti. Aku tidak akan pernah pantas untuk kamu. Carilah wanita yang pantas untuk kamu. Semakin kamu seperti ini, aku akan semakin merasa bersalah" ucap Bela terisak
"Kenapa kamu terus saja berkata seperti itu, apa kamu benar-benar tidak ingin hidup denganku? apa kamu sebenci itu sama aku? sampai kamu benar-benar tidak ingin memberi aku kesempatan?" cerca Ray
"Bukan, bukan Ray, Bukan seperti itu. Aku melakukan semua ini karena aku memang tidak pantas buat kamu. Bahkan jauh sebelum aku kecelakaan dan mengalami semua ini, aku pun tidak pantas untuk kamu. Apalagi sekarang? Apa yang bisa kamu harapkan dari wanita lumpuh seperti aku? aku tidak akan bisa melakukan tugas ku sebagai seorang istri Ray" ucap Bela terisak
"Bel, kaki kamu lumpuh tapi tidak dengan yang lainnya kan? kita tetap bisa menjadi pasangan normal. Kamu tidak perlu berpikir terlalu jauh. Dan aku akan melengkapi hidupmu, aku akan menjadi kaki buat kamu. Kamu bisa Mengandalkan aku" ujar Ray
"Ray, kenapa kamu tidak paham juga dengan apa yang aku maksud. Tolong Ray carilah wanita yang pantas untuk kamu! aku tidak pantas untuk kamu" tangis Bela pecah
"Kenapa kamu merasa seperti itu? Apa ini karena kamu sudah tidak perawa*n?" ucap Ray
Bela tercengang dan menatap Ray
"Ba-bagaimana kamu tau?" ucap Bela dengan ekspresi bertanya-tanya
"Ray, kamu_" Bela tak melanjutkan kata-katanya. tidak pernah terlintas di benak Bela kalau Ray mengetahui semua itu
"Kamu terkejut, aku tau kalau kekasih kamu pergi dengan perempuan lain?" tanya Ray
"Ray aku, aku_" ucap Bela terputus saat tiba-tiba ciuman mendarat di keningnya.
"Jangan katakan lagi! lupakan masa lalu itu, kita mulai semua dari awal. Kita tulis kisah kita dibuku yang baru. Semua tentang kita" ucap Ray tersenyum
"Ray, aku_" ucap Bela kembali terputus
"Sudah aku katakan, jangan bahas masa lalu. asal kamu tau Bela. Masa laluku juga tidak sebaik yang kamu kira. Aku pun punya kesalahan dimasa lalu, karena itu mulai sekarang. Kita tidak perlu melihat masa lalu, tapi kita lihat masa depan untuk menjadi lebih baik. Kita berdua akan sama-sama belajar, belajar menjad. lebih baik lagi sesuai dengan tuntunan Rosululloh."
Bela memeluk Ray, dan menangis sejadi-jadinya dipelukan Ray.
Ray mengusap punggung Bela lembut
Ray merasa bersyukur, istrinya kini sudah mulai bersikap lembut terhadap dirinya.
"Sekarang kita makan dulu, dan setelah makan kamu harus segera minum obat. Mengerti!" ucap Ray mencolek hidup Bela
Bela tersenyum dan mengangguk.
Ray segera membopong Bela dan mendudukkan Bela diatas kursi rodanya. Mendorongnya keluar menuju meja makan
"Den Ray, non Bela. Apa saya panaskan dulu makan malamnya?" tanya bik Siti karena makanan yang disiapkan sudah dingin
"Tidak usah Bik, terimakasih" jawab Ray
"Maaf mbak Bela, ini saya siapkan obat yang harus diminum setelah makan malam nanti" ucap Mita perawat Bela yang dikirim oleh pihak rumah sakit
"Kamu_" ucap Ray terputus saat melihat Mita dan berusaha mengingat
"Ray, kamu benar Ray ya?" ucap Mita membulatkan matanya tidak menyangka kalau akan bertemu kembali dengan Ray, kekasihnya saat mereka masih merasakan yang namanya cinta monyet. Iya Ray dan Mita pernah menjadi sepasang kekasih saat mereka masih SMP.
^Happy Reading^