Hikmah Cinta Kita

Hikmah Cinta Kita
CH 78


"Bel, Terima kasih. Karena kamu. Mami bisa melihat cucu Mami. Awalnya Mami mengira mungkin sampai ajal menjemput, Mami tidak bisa melihat cucu Mami, tapi ternyata kamu memberikan cucu untuk Mami, Sekarang meninggal pun, Mami sudah tidak ada penyesalan," ucap Bu Santi.


"Mi, maafkan Bela. Maafkan Bela" ucap Bela terisak memeluk Bu Santi.


"Tidak sayang, kamu tidak salah. Mami yang bersalah. Mami sudah di butakan rasa dendam Mami sampai Mami tidak bisa melihat ketulusanmu, Mami juga yang membuat cucu Mami harus tumbuh tanpa daddy nya," ucap Bu Santi dengan derai air mata.


"Mi, jangan bicara seperti itu. Bela yang dari awal melakukan kesalahan. Sungguh Mami adalah orang yang baik, semua berawal dari niat jahat Bela," ucap Bela.


"Ini hukuman untuk Mami yang selama ini di butakan oleh dunia. Mami sudah terlalu banyak menyakiti hati orang-orang, sudah berapa banyak keluarga yang Mami sakiti karena pernah bisnis. Bahkan Mami hampir tidak mengingat masa kecil Ray, hidup Mami hanya Mami gunakan untuk mengejar dunia, memajukan bisnis Mami dengan segala cara, tidak pernah mengingat halal atau haram. Tapi karena kamu sekarang Mami sadar jika Alloh ingin mengambil semua harta itu, dalam sekejap semua akan sirna."


"Mami pikir dengan Mami bekerja keras, Mami tidak aka pernah kehilangan semua harta yang Mami perjuangkan dengan kerja keras, tapi ternyata Alloh menjawab kesombongan Mami, dengan sekejap semua habis, Mungkin ini tujuan Alloh menghadirkan kamu di kehidupan kami, agar kami sadar, apa yang kami miliki di dunia ini sesungguhnya milik Alloh, jika Alloh menginginkannya kembali tidak sulit bagi Alloh untuk mengambilnya."


"Mami, maafkan Bela," ucap Bela dengan bulir-bulir kristal menggenangi sudut matanya.


"Sekarang Mami sadar. Karena kamu, Mami memiliki kesempatan untuk jauh lebih mengenal Alloh, karena kamu Mami sadar, hidup di dunia tidak akan ada artinya tanpa mengenal Alloh. Karena sesungguhnya apa yang kita miliki hanya titipan yang tidak pantas untuk kita sombongkan. Bahkan diri kita ini juga milik Alloh, kapan pun Alloh menghendaki kita untuk kembali, kapan pun itu, kita harus siap," ujar Bu Santi.


"Mi, Mami pasti sembuh. Mami harus yakin kalau Mami pasti bisa sembuh. Jangan berpikir yang macam-macam ya Mi," ucap Ray menggenggam tangan Bu Santi.


"Ray, mungkin waktu Mami di dunia ini sudah tidak lama lagi, Sebelum Mami pergi, Mami ingin melihat kamu dan Bela kembali bersama."


"Bela menikahlah kembali dengan Ray," ucap Bu Santi melihat Bela yang sedang tertunduk sedih.


"Iya Mi, kami pasti akan kembali menikah. Mami harus kembali sehat, Raynan ingin bermain dengan neneknya," ucap Ray.


Mendengar kabar Bu Santi sakit, kedua sahabat Ray, Danu dan Niko datang bersama istri mereka untuk menjenguk keadaan Bu Santi.


"Bagaimana keadaan Tante Santi, Ray?" tanya. Niko.


"Sel kangker yang ada di tubuh Mami, kembali muncul. Dan sekarang sudah di stadium akhir," jelas Ray.


"Inalilahi wainnailaihi rojiun, kamu yang sabar ya Ray! Semoga tante Santi bisa kembali sehat dan pulih seperti sedia kala," ucap Danu.


"Aamiin," ucap Ray.


"Kamu juga harus banyak istirahat, bukankah kamu juga baru sembuh? jangan banyak pikiran dulu, jaga kesehatan kamu, Ray!" sahut Niko.


"Iya, Alhamdulillah aku sudah baik-baik saja. Saat ini yang ada di pikiranku hanya tentang kesembuhan Mami, aku takut Mami kenapa-kenapa," ucap Ray.


"Ray, pasrah semua pada Alloh. Kita sebagai manusia wajib berusaha, tetapi hasilnya pasrahkan semu pada Alloh," ucap Danu.


***


Riza sedang mengajak Raynan jalan-jalan ke Mall untuk membeli beberapa bahan makanan.


Tidak sengaja di sana Riza bertemu lagi dengan Mita yang juga membeli beberapa bahan makanan.


"Kamu," ucap Mita dan Riza saat keduanya sama-sama ingin mengambang paprika merah yang ada di Rak.


"Buat kamu aja," ucap Riza.


"Terima kasih," jawab Mita.


"Dia, dia kan anaknya Ray?" ucap Mita menunjuk Raynan.


"Oh, iya. Namanya Raynan. kamu kenal Pak Ray?" tanya Riza.


"Iya, kami saling mengenal," jawab Mita.


"Daddy, dia tante yang kemarin marah-marah di rumah sakit," ucap Raynan mengingat Mita.


"Marah-marah?" ucap Riza melihat Mita saat mendengar perkataan Raynan.


"Aku tidak marah, aku hanya kecewa dengan mereka, Sudahlah tidak perlu di bahas. Panjang juga ceritanya, aku ceritakan juga pasti kamu tidak mengerti. lagipula kamu juga tidak perlu tau, masalah kami," ucap Mita.


"Kalau tidak keberatan, aku mau mendengarkan cerita kamu. Bagaimana kalau kita makan siang bersama, anggap saja, ini sebagai permintaan maaf dari ku karena kemarin aku sudah menabrak kamu," ucap Riza.


"Makan siang dengan kalian?" ucap Mita melihat Riza dan Raynan.


"Iya, Kemarin aku juga belum sempat memperkenalkan diriku pada kamu kan? kenalin aku Riza," ucap Riza mengulurkan tangannya.


"Mita," jawab Mita dan keduanya berjabat tangan.


"Jadi bagaimana? apa kita bisa makan siang bersama? di sana sepertinya ada makanan enak," ucap Riza tempat makan.


"Daddy Raynan mau burger," ucap Raynan.


"Bagaimana, apa kamu mau ikut gabung bersama kami makan burger?" tanya Riza.


"Okay, baiklah," jawab Mita


Riza pun tersenyum. Dan mereka kini berjalan menuju tempat yang menyediakan burger.


"Kamu belum jawab pertanyaan aku?" ucap Mita.


"Pertanyaan yang mana?" Tanya Riza.


"Kenapa dia memanggil kamu Daddy, bukankah dia anaknya Ray?" tanya Mita.


"Karena sejak Raynan lahir, akulah ayah bagi dirinya. Aku juga tumbuh besar tanpa kasih sayang seorang ayah, jadi aku tau bagaimana rasanya tumbuh tanpa ayah, karena itu aku menjadi ayah bagi Raynan,"


"Kamu suka sama Mbak Bela?" tanya Mita singkat seraya memasukkan burger ke dalam mulutnya.


"Aku berhutang budi pada keluarga Bela, keluarga Bela yang sudah membiayai pendidikanku sampai aku bisa menjadi seperti sekarang,"


"Kamu sendiri kenapa marah-marah di rumah sakit?" tanya Riza.


"Aku kecewa," jawab Mita.


"Kecewa? kecewa kenapa?" tanya Riza mengerutkan dahinya.


"Karena Ray dan Mami nya sudah mempermainkan aku, lima tahun aku hidup dalam janji manis mereka yang mengatakan kalau Ray pasti akan menikah dengan ku, tapi rencana itu sekarang harus berantakan karena tiba-tiba Bela dan anaknya muncul," ucap Mita.


Raynan yang belum paham dengan pembicaraan orang dewasa hanya diam dan asyik mengunyah burger nya di kursi samping, Riza sengaja tidak membiarkan Raynan duduk satu meja agar dirinya bisa dengan leluasa bertanya tantang hubungannya dengan Ray dan Bela.


"Jadi kamu dan Ray pacaran?" tanya Riza.


"Tidak, kami memang tidak pacaran. Anggap saja aku yang bodoh. Dulu kami memang pernah pacaran tapi saat itu mungkin Ray hanya menganggap cinta monyet. karena kami pacaran saat masih sekolah SMP. lama tidak ketemu akhirnya Alloh mempertemukan kami saat aku bekerja menjadi perawat untuk menjaga Mbak Bela.


Mengetahui kisah Mbak Bela yang sempat meninggalkan Raya selama dua tahun bahkan selingkuh dengan laki-laki lain, membuat aku merasa kalau Ray tidak pantas dengan laki-laki seperti itu, berawal dari rasa kasihan akhirnya aku kembali jatuh cinta pada Ray, Tapi Ray tidak pernah mencintai aku, seperti apapun yang istrinya lakukan, Ray tetap mencintai istrinya. meskipun mereka sudah bercerai sekalipun hati Ray tetep untuk Bela.


Tapi tante Santi memintaku untuk bersabar dan menunggu Ray, tante Santi berjanji akan menikahkan kami, Lima tahun aku menunggu," ujar Mita.


"Jadi itu masalahnya sampai Bela pergi selama ini?" tanya Riza.


"Memang kamu tidak tau?" tanya Mita.


"Tidak, kami memang dekat. Tapi aku tidak pernah bertanya masalah pribadinya, karena setau aku Bela orang yang baik, jujur sulit di percaya kalau Bela melakukan semua itu," ucap Riza.


"Iya itu dulu, aku tau sekarang Mbak Bela sudah berubah. Aku tau sekarang Mbak Bela sudah menjadi orang yang baik. Tapi aku sudah menunggu Ray selama lima tahun, selama itu juga aku sudah mengorbankan masa mudaku untuk menunggu Ray, tapi sekarang tiba-tiba dia datang dan aku di campakkan begitu saja," ujar Mita.


^Happy Reading^


Jangan lupa like, coment dan Vote ya sayang💕


dukungan kalian sangat berarti bagi thor, Terima kasih😘💕