Hikmah Cinta Kita

Hikmah Cinta Kita
CH 52


Lima tahun kemungkinan


"Mom, hari ini Daddy pulang ya?" tanya Raynan, anak laki-laki yang berumur kurang lebih empat tahun lebih.


"Iya, InsyaAlloh hari ini Daddy pulang," jawab Bela tersenyum dan berdiri menghampiri putranya.


Selama berada di desa ini, Bela melakukan terapi tradisional oleh warga setempat. Alhamdulillah karena ijin dari Alloh, Bela bisa kembali berjalan. selama lima tahun berada di desa ini, begitu banyak hal yang telah terjadi di antaranya, Bela yang sudah kembali berjalan dan sudah memiliki anak laki-laki yang tampan, berkulit putih dan rambut lurus bernama Raynan Yornaldi.


Selama berada di sini, Pak Bobby dan Bela memang sudah tidak lagi berada di dunia bisnis, Bela yang memiliki warisan perkebunan teh dan kopi berhektar-hektar fokus mengurus perkebunannya bersama Pak Bobby.


***


"Horre, hari ini Daddy pulang. Raynan senang, Hore.. !hore.. !" teriak Raynan kegirangan.


"Ini cucu grandpa kenapa senang sekali? ada apa memangnya?" tanya Pak Bobby kakek Raynan.


"Hari ini daddy pulang, Raynan senang grandpa," jawab Raynan.


"Benarkah? memang apa yang membuat Raynan bahagia kalau daddy pulang?" tanya Pak Bobby


"Raynan bisa main sama daddy, seperti anak- anak yang lain, main bola, menerbangkan layangan. Dan naik kudu sama Deddy. terkadang Rayhan sedih, kenapa daddy pulangnya cuma sebentar. Tidak bisa lama-lama sama Raynan," ucap Raynan sedih.


"Sayang, anak mommy jangan sedih. daddy kan harus bekerja," hibur Bela.


"Iya mom, maafin Reynan, " ucap Reynan menundukkan kepala.


"Iya, ya sudah. Reynan main dulu di luar, nanti mommy ke sana," ucap Bela dan Raynan yang penurut segera berlari keluar.


"Bela, kamu lihat Raynan begitu menyayangi Riza. Apa kamu tega membiarkan Raynan sampai tahu kalau Riza_" ucap Pak Bobby terputus.


"Sudah Pi, jangan dilanjutkan. Bela paham maksud Papi, tapi maaf Pi, Bela tidak bisa," ucap Bela.


"Lima tahun Bela, sudah lima tahun. Ray juga sudah menceraikan kamu, apa lagi yang kamu tunggu?" ucap Pak Bobby.


"Pi, maaf. Bela harus membuatkan susu untuk Raynan," ucap Bela mengalihkan pembicaraan.


Bela segera ke dapur dan menyeka air matanya. Bela selalu memperlihatkan kalau dirinya kuat, tapi di balik senyum yang selalu menghiasi bibir Bela, hatinya sakit dan sedih mengingat Ray.


Lima tahun berlalu, namun kenangan dan rasa cinta untuk Ray tak pernah pudar.


Setelah membuat susu, Bela mengantarkan susu nya untuk Raynan ke teras depan.


"Raynan, ini mommy sudah buatkan susu. Di minum dulu ya!" ucap Bela.


"Boleh tidak hari ini, minum susunya libur?" tanya Raynan dengan wajah memelas.


"Mana ada minum susu libur, tidak boleh! ayo sini di minum dulu!" ucap Bela dan Raynan seketika memperlihatkan wajah yang begitu menyedihkan


Hingga sebuah mobil memasuki halaman rumah dan wajah Raynan yang semula sedih seketika berubah bahagia.


"Daddy..! Daddy..!" teriak Raynan girang.


"Hai.. jagoan," ucap Riza mengulurkan tangan.


Raynan berlari dan memeluk Riza erat.


"Apa kabar jagoan? selama daddy tidak di sini Raynan tidak nakal kan? " tanya Riza.


"Tidak, Raynan tidak nakal. Mommy yang nakal?" ucap Raynan.


"Hah.. kok jadi mommy yang di bilang nakal?" protes Bela.


"Mommy maksa Raynan, minum susu terus. Padahal Raynan tidak suka minum susu," keluh Rayhan.


"Jadi itu masalahnya, sini Raynan dengarkan Deddy dulu, jika mommy meminta Raynan minum susu, itu bukan berarti mommy nakal, tapi karena mommy sayang sama Raynan. katanya Raynan pengen cepet gede kayak Daddy, masih ingat tidak pernah bilang seperti itu?" tanya Riza.


"Iya, Raynan ingin cepat gede biar bisa ikut daddy kerja. Karena Daddy pulangnya lama," jawab Rayhan.


"Kalau begitu, Raynan harus rajin minum susunya." ucap Riza.


"Memang susu bisa bikin Raynan cepat gede ya Dad?" tanya Raynan.


"Bisa, dong. Kamu lihat Daddy kan? Deddy sebesar ini karena dulu daddy rajin minum susu," jawab Riza.


"Mom, Raynan mau susunya?" ucap Reynan meminta susu dan tanpa banyak protes seperti biasanya, Raynan langsung meneguk habis susunya.


"Raynan, Daddy kan baru pulang masih capek, sekarang Raynan main sendiri dulu ya, biar daddy kan istirahat dulu," ucap Bela.


"Iya, mom." jawab Raynan turun dari gendongan Riza dan bermain sendiri dengan mobil- mobilnya.


"Lihatlah, kamu terlalu memanjakan Raynan! dan sekarang dia begitu nurut sama kamu," ucap Bela menggelengkan kepala seraya tersenyum.


"Tidak apa-apa Bel, namanya juga anak kecil wajar kan kalau di manjakan," jawab Riza.


"Oiya, Bel. Kantor pusat minggu ini akan datang ke sini, termasuk semua mitra yang bekerjasama dengan perusahaanku." ucap Riza.


"Kenapa tiba-tiba orang pusat mau kesini? apa ada sesuatu?" tanya Bela heran, pasalnya selama lima tahun pabrik berdiri tidak ada orang pusat yang datang, karena semua sudah di handle Riza.


"Tidak ada apa-apa, hanya untuk mengadakan pesta keberhasilan produk kita saja, selama lima tahun teh dan kopi kemasan yang kita produksi bisa diterima sangat baik oleh masyarakat, Dan karena itu juga, perusahaan juga untung besar, jadi ingin mengadakan pesta keberadaan. sekaligus merayakan berdirinya pabrik kita ini," ucap Riza.


"Mereka juga ingin melihat secara langsung bagaimana para petani mengolah teh dan kopi di perkebunan kita." ucapnya lagi.


"Okay, aku akan menyiapkan segala sesuatunya," jawab Bela yang tidak pernah tau jika Mitra kerja Riza adalah Ray, mantan suaminya.


Iya, dua tahun kepergian Bela. Ray akhirnya menceraikannya dirinya. Bukan karena ingin tapi karena desakan dari Mami nya.


*Flashback*


"Ray, sudah dua tahun Bela meniggalkan rumah ini? Lalu mau sampai kapan kamu menunggu wanita itu? Dia tidak akan pernah kembali, kamu harus memulai membuka lembaran baru Ray," ucap Bu Santi.


"Mi, sudahlah. Ray tidak ingin berdebat masalah ini lagi," ucap Ray berlalu.


"Kalau kamu tetap tidak mau menceraikan Bela. Baiklah, Mami yang akan pergi dari sini," ucap Bu Santi menghentikan langkah Ray.


"Apa maksud Mami?" Ray kembali melihat Mami nya.


"Mami akan kembali mengurus bisnis Mami di Singapura, Mami akan hidup sendiri di sana. Biar kamu bahagia, hidup tanpa diatur oleh Mami," jawab Bu Santi.


"Mi, tolong jangan seperti ini!" ucap Ray memohon.


"Pilihan kamu cuma satu, kamu pilih ceraikan Bela atau Mami kembali ke Singapura?" tegas Bu Santi.


"Astaghfirullah, kenapa Mami harus meminta Ray untuk memilih? Ray tidak akan bisa memilih! Bela istri Ray, dan Mami orang yang sudah melahirkan Ray! bagaimana bisa Ray harus memilih? jangan beri Ray pilihan yang tidak mungkin Ray pilih salah satunya Mi," ucap Ray.


"Baiklah, kamu tidak perlu memilih karena Mami akan pergi!" ucap Bu Santi berjalan ke kamar dan memasukkan pakaiannya ke dalam koper.


"Mi, jangan seperti ini Mi, tolong jangan pergi Mi!" rengek Ray, namun Bu Santi tak menghiraukan dan menarik kopernya.


Sesampainya di depan pintu Ray memanggilnya dan mengatakan "Baiklah Mi, Ray akan urus perceraian Ray dengan Bela,"


"Kamu yakin dengan apa yang kamu katakan?" tanya Bu Santi.


"Ray, mau bercerai bukan hanya untuk Mami, tapi juga untuk Bela. Ray tidak ingin Bela berada dalam dosa." ucap Ray.


Ray kembali mengingat saat Bela dulu ingin menikah dengan Brian tapi tidak bisa lantaran status pernikahan mereka. Meskipun kali ini Ray tak yakin, Bela akan melakukan kesalahan yang sama, tapi nyatanya sudah dua tahun Bela tidak ada kabarnya sama sekali.Hingga akhirnya Ray setuju untuk bercerai dengan Bela.


pengacara menguras perceraian mereka, dan proses nya begitu cepat, karena Bela tidak menghadiri persidangan bahkan Surat cerainya pun tidak pernah diambil. hingga satu tahun setelah perceraian mereka, Ray mendapatkan kabar dari pengacaranya kalau kuasa hukum Bela sudah mengambil Akta cerai mereka di pengadilan urusan agama.


Saat itu, Ray semakin yakin. Kalau Bela memang berada di Indonesia. tapi entah bersembunyi di mana, namun Ray menyimpulkan. Jika Bela memang tidak ingin lagi bertemu dengan dirinya.


*Flashback Off*


"Ray, minggu ini tolong kosongkan waktu kamu, kita akan berkunjung ke rumah Mita," ucap Bu Santi saat mereka sedang sarapan.


"Maaf Mi, Ray tidak bisa. Ray akan pergi ke kota S. selama beberapa hari," jawab Ray.


"Ray, kamu ini kenapa sih? selalu saja beralasan setiap kali Mami ajak ke rumah Mita. Kita ini pihak laki-laki harus memberi kepastian, jangan menggantung anak orang seperti ini!" ucap Bu Santi.


"Ray, tidak beralasan Mi, Ray benar-benar tidak bisa! acara ini sudah lama di jadwalkan, dan semua sudah siap tidak bisa di batalkan," jawab Ray.


"Lalu kapan kamu akan memberikan Mita kepastian?" tany Bu Santi.


"Nanti akan Ray pikiran setelah acara ini," jawab Ray.


"Mami tagih janji kamu, Pulang dari kota S, Mami harap kamu segera menyiapkan lamaran untuk Mita," ucap Bu Santi.


^Happy Reading^


jangan lupa, like, coment dan Vote, dukungan kalian sangat berarti bagi thor🙏 Terima kasih😘💕