Hikmah Cinta Kita

Hikmah Cinta Kita
CH 46


Di hari yang penting dan seharusnya membuat Ray bahagia, ternyata tidak demikian yang terjadi. Ray terlihat sangat tidak bahagia, dan terlihat murung untungnya ada Alka dan Fatin yang bisa sedikit menghibur hatinya.


Ray, masih bertanya-tanya, kenapa Bela tidak mau hadir di acara perusahaan?


Ray berpikir, mungkin Bela malu dengan kondisinya, Meskipun Ray tidak pernah mempermasalahkan kondisi Bela.


"Ray, kenapa malah di sini? lihat para tamu di sana. Tidak baik kan, membiarkan tamu begitu saja," ucap Bu Santi.


"Nanti saja Mi, Ray. masih ingin bermain dengan Alka dan Fatin," jawab Ray.


"Mereka lucu-lucu ya? Mami jadi ingin segera punya cucu," ucap Bu Santi.


"Do'akan saja Mi," ucap Ray singkat.


"Kamu yakin? istri kamu bisa memberikan kamu anak?" tanya Bu Santi.


"Anak itu hak prerogatif Alloh Mi, kita sebagai hamba hanya bisa berdoa dan berusaha," jawab Ray seraya bermain dengan Alka dan Fatin.


Bu Santi hanya menghela nafas mendengar jawaban Ray, karena apa yang di katakan Ray memang benar. Tapi tidak bisa di pungkiri, melihat Alka dan Fatin membuatnya ingin memiliki cucu. Tapi mengingat lagi kondisi Bela, rasanya, Bu Santi menjadi ragu akan memiliki cucu.


Setelah mendapat pencerahan dari Aisyah. sebenarnya, Bu Santi juga sedikit luluh, hanya saja setiap mengingat suaminya kembali, Bu Santi kembali teringat dengan penyebab kematian Pak Yudha.


Bukan Bu Santi tidak mau memaafkan, tapi Bu Santi hanya berharga Ray tidak bersama dengan Bela lagi, agar Bu Santi tidak harus mengingat ke jadikan menyedihkan itu. dengan begitu Bu Santi akan bisa memaafkan Bela dan Pak Bobby.


***


"Ray, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Danu dan Niko.


"Entahlah, beberapa hari ini aku sibuk mempersiapkan acara ini, yang aku tau. Tadi sopir yang mengambil baju dari butik Aisyah, memberikan Gaun itu pada Bela, aku sengaja tidak dari awal memberi tau Bela, tentang ini maksudnya aku ingin membuat kejutan saja, tapi kenapa gaun itu bisa sama Mita, aku tidak tau pastinya,"


"Tapi Mami bilang Bela yang tidak mau ikut ke acara ini, jadi Mami berinisiatif untuk memberikan gaun itu pada Mita. Karena mungkin Mami pikir, Mita yang pergi ke acara ini kan?" jelas Ray.


"Ray, sebenernya dalam hal ini kamu salah! okay Bela pernah membuat kesalahan, tapi kamu sendiri yang sudah bilang memaafkan dan ingin memulai semua dari awal. Tapi kejadian hari ini tidak mencerminkan semua itu," ucap Danu.


"Kenapa jadi bahas masa lalu Bela Dan? Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan masa lalu Bela, Okay aku akui beberapa hari yang lalu aku sempat kesal sama Bela, karena Bela menyiram kaki Mami dengan air panas, sampai melepuh. Seperti yang kalian lihat, sampai saat ini kaki Mami masih sakit. di tambah, akhir-akhir ini pekerjaan di kantor sangat banyak untuk persiapan acara ini. Jadi komunikasi antara aku dan Bela agak terhambat."


"Tapi, aku tidak pernah bermaksud untuk sengaja tidak memberitahu Bela tentang acara ini," jelas Ray.


"Ray, kamu tau? perempuan itu hatinya sangat sensitif. Mungkin bagi kamu ini hanya kesalahan pahaman biasa tapi aku yakin, Bela tidak berpikir demikian. Kalau mau jadi suami yang baik pahamilah kondisi istri. Apalagi saat kondisi Bela seperti sekarang ini, pasti hatinya akan lebih rapuh. terkecuali kalau kamu mempertahankan pernikahan kalian dengan maksud lain, " ucap Danu.


"Maksud lain? maksud lain apa sih yang kamu maksud? kamu tidak sedang berpikir aku mempertahankan rumah tanggaku untuk balas dendamkan?" ucap Ra menatap Danu.


"Tentu saja tidak, aku tau kamu bukan orang yang seperti itu," ucap Danu.


"Ray, apa kamu percaya kalau Bela sengaja, menyiram kaki tante Santi dengan teh panas itu?" Sahut Niko.


"Aku juga tidak tau, tapi apa kamu pikir Mami ku bohong? Mami memang tidak selama ini sibuk bekerja, tapi Mami tidak pernah membohongiku," ucap Ray.


"Jika kamu sudah berkata seperti itu, itu artinya kamu belum yakin kalau Bela belum berubah," timpal Danu.


"Iya, kami tau. Tapi membangun suatu rumah tangga itu harus di dasari kepercayaan Ray, Kalau kamu ragu dengan Bela, lalu untuk apa kamu mempertahankan semuanya?" ucap Niko.


"Kalian bisa bicara seperti itu, karena kalian tidak tau. Bagaimana berada di posisiku." ucap Ray.


"Jika aku jadi kamu, saat ini. Aku tidak akan diam saja di sini, tapi aku akan berlari pada istriku, dan mencari tau apa yang sebenarnya terjadi," ucap Danu.


"Meninggalkan acara begitu saja? kalian tau, seberapa pentingnya launching produk ini dan bagaimana aku mempersiapkan semua ini?" tanya Ray.


"Apakah hati seorang istri juga tidak sepenting itu?" tanya Danu.


"Apa kamu yakin, kalau saat ini istri kamu baik-baik saja?" tanya Danu balik.


Mendengar semua itu, Ray berlari keluar dan meninggalkan acara yang sudah di siapkan selama beberapa hari ini.


Ray, menginjak gas dengan kecepatan tinggi. Berharap saat ini kecemasan yang dikatakan sahabatnya tidaklah benar.


Sesampainya di rumah, Ray segera keluar dari mobil dan berlari menuju kamar Bela.


"Bela," gumam Ray


Dan hatinya, kut merasa pilu ketika melihat Bela sedang menangis mentap luar dari balik jendela kamarnya.


"Ray, kenapa sudah pulang?" ucap Bela. Segera menyeka air matanya dan tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa.


Ray mendekat dan berjongkok memeluk Bela yang berada di atas kursi rodanya.


"Maafkan, aku Bel. "ucap Ray.


"Untuk apa minta maaf? kamu tidak salah apa-apa," jawab Bela.


"Bel, jawab pertanyaanku!" ucap Ray menatap mata Bela tajam.


"Apa kamu memang menolak saat di jemput Pak Diman?" tanya Ray


"Pak Dimana menjemputku? Aku tidak pernah merasa di jemput Pak Diman.Bahkan aku tidak pernah tau kalau di perusahaan kamu ada acara." jawab Bela.


"Apa kamu mengatakan yang sebenarnya? Lalu soal gaun yang aku berikan, apa kamu menolak memakainya?" tanya Ray kembali.


"Ray, apa kamu masih mau percaya padaku setelah kesalahan yang pernah aku lakukan? Aku tau, tidak akan mudah bagi kamu, untuk bisa percaya lagi sama aku. Dengan masa lalu ku yang seperti itu, tidak akan mudah bagiku untuk bisa di percaya. Jadi lebih baik, aku tidak usah memberikan penjelasan apa-apa,"


"Apapun penilaian kamu, aku akan menerimanya. Aku anggap ini sebagai ganjaran dari dosaku di masa lalu." ujar Bela dengan mata berkaca-kaca.


"Bel, maafkan aku. Bukan aku tidak percaya sama kamu, aku hanya bingung dengan semua ini," jelas Ray.


^Happy Reading^


Jangan lupa, like, komen dan Vote ya. Dukungan kalian sangat berarti bagi thor🙏