Hikmah Cinta Kita

Hikmah Cinta Kita
CH 76


"Assalamu'alaikum," ucap Bu Santi masuk ruang rawat Ray.


"Walaikumsalam," jawab Ray dan Bela bersamaan.


"Ray, kamu..? Kamu sudah sadar nak?" tanya Bu Santi dengan mata berkaca-kaca hatinya begitu bahagia melihat putra semata wayangnya kini sudah sadar dan tersenyum di hadapannya.


"Ray, Maafkan Mami nak, tolong maafkan Mami" ucap Bu Santi memeluk Ray, tak kuasa menahan air matanya.


"Mami, maafkan Ray juga sudah membuat Mami khawatir," ucap Ray.


"Ray, sekarang Mami janji! Mami tidak akan lagi menghalangi kebahagiaan kamu dan Bela,"


"Bela Mami mohon kembalilah menikah dengan Ray dan hiduplah bahagia dengan keluarga kecil kalian. Raynan pasti akan sangat bahagia jika melihat kalian kembali bersama. " ucap Bu Santi meraih tangan Bela dan menggenggamnya.


Bela melihat kearah Ray "Kamu mau kan kembali menikah dengan ku?" tany Ray.


"Iya, Ray. Aku mau," jawab Bela tersenyum.


"Mommy, menikah itu apa?" tanya Raynan dengan polosnya.


"Menikah itu_" Bela tampak bingung menjawab.


"Raynan mau kan tinggal bersama mommy dan Daddy?" sahut Ray.


"Emm.. iya Raynan mau," jawab Raynan menganggukkan kepala.


"Jika Raynan ingin mommy dan Daddy bisa tinggal bersama, maka Mommy dan Daddy harus menikah dulu," ucap Ray.


"Apa kita juga akan tinggal bersama dengar daddy Riza?" tanya Raynan.


Ray dan Bela Saling menatap "Tidak sayang, Daddy Riza tidak tinggal bersama kita," jawab Bela.


"Kenapa? Apa mommy juga harus menikah dulu dengan Daddy Riza agar bisa tinggal bersama kita? tanya Raynan.


"Tidak," jawab Ray reflek dengan nada tinggi.


"Em.. maksud Daddy, Mommy tidak bisa menikah dengan siapapun, mommy hanya bisa menikah dengan Daddy Ray," ucap Ray menjelaskan.


"Kenapa mommy tidak bisa menikah dengan Daddy Riza?" tanya Raynan yang terus ingin mendapatkan jawban.


"Ya karena mommy hanya boleh menikah dengan Daddy Ray," ucap Ray dan Bela pun tersenyum.


"Satu-satunya laki-laki yang boleh menikah dengan mommy hanya daddy Ray," ucap Ray.


"Sayang, menikah itu cuma boleh di lakukan dengan satu orang dan InsyaAlloh mommy akan menikah dengan daddy Ray, jadi udah tidak bisa menikah dengan Daddy Riza." sahut Bela.


"Ja-jadi kamu mau menikah kembali dengan ku, Bela?" tanya Ray senang.


"Tergantung, sih," jawab Bela.


"Tergantung apa?" tanya Ray.


"Tergantung perform kamu ke aku bagaimana hehehe.." ucap Bela tertawa.


"Apapun yang kamu mau, asal kita kembali bersama," ucap Ray.


"Alhamdulillah, setelah Ray keluar dari rumah sakit kita akan atur pernikahan kalian secepatnya." ucap Bu Santi.


"Tante, Apa maksud semua ini?" sahut Mita yang baru masuk ruangan Ray.


"Tante bilang apa? tante mau menikahkan Ray dengan Mbak Bela lagi? setalah apa yang sudah saya lakukan selama lima tahun? Sekarang tante mau buang saya begitu saja karena saya sudah tidak tante butuhkan lagi?" cerca Mita meluapkan amarahnya.


"Mita, kamu sudah mendengar semuanya. Tante memang ingin mempersatukan Bela da Ray kembali, bukan tante membuang kamu, tante juga menyayangi kamu dan sudah menganggap kamu sebagai anak tante, tapi sekarang tante tidak bisa lagi untuk memaksa Ray menikah dengan kamu, Ray berhak bahagia," jelas Bu Santi.


"Ray berhak bahagia? lalu bagaimana dengan saya tante? saya sudah mengorbankan masa muda saya untuk menunggu Ray seperti apa yang tante inginkan, sekarang setelah saya tidak muda lagi, tante mau menyuruh saya untuk melupakan Ray? begitu kan maksud tante? Kenapa kalian sangat egois? kenapa kalian mempermainkan perasaan saya? Apa karena saya hanya orang biasa? kalian bisa sesuka hati mempermainkan saya?" tanya Mita kali ini dirinya benar-benar marah dan kecewa, semua yang telah di lakukan selama ini terasa sia-sia.


"Bukan begitu maksud tante, Mit." ucap Bu Santi.


"Lalu apa maksud tante? Tante sudah mempermainkan perasaan saya, ayah dan ibu saya. Apa sekarang tante puas bisa melukai perasaan kami, Kalian semua di sini bahagia, tapi apa kalian tau apa yang saat ini ayah dan ibu Mita rasakan? mereka harus menanggung malu, karena dengan bodohnya anak perempuan mereka terbujuk rayuan wanita yang mengatas namakan calon mertua. Lima tahun tante meminta saya bersabar, sekali ini hasil kesabaran saya?" tanya Mita dengan mata berkaca-kaca.


"Mita, kamu jangan menyudutkan Mami seperti itu, ini bukan sepenuhnya salah Mami. Aku yang bersalah, aku akan meminta maaf dan menjelaskan semuanya pada Om dan tante." Sahut Ray.


"Menjelaskan? apa yang akan kamu jelaskan Ray? apa kamu akan bilang kalau kamu tidak bisa menikahi saya? apa kamu mau jelaskan kalau kamu selama ini tidak pernah meminta aku untuk menunggu kamu? itu yang akan kamu katakan pada ayah dan ibu?" ucap Mita.


"Kalian jahat, egois," ucap Mita berlalu.


Mita berlari keluar dari rumah sakit, hatinya hancur berkeping-keping. penantian lima tahun tidak artinya apa-apa untuk Raya. Dan sekarang dirinya harus menerima kenyataan kalau Ray akan kembali rujuk dengan Bela.


"Sorry, aku tidak sengaja," ucap Riza.


"Hati-hati dong kalau jalan! sakit nih," ucap Mita memegang lengannya yang sakit akibat terbentur lengan Riza.


"Sorry tapi aku benar-benar tidak sengaja, sepertinya Mbak nya juga tidak fokus jalannya," ucap Riza seraya memungut buah-buahnya yang jatuh.


Karena menyadari dirinya memang tidak fokus berjalan, Mita pun akhirnya ikut merasa bersalah dan membantu Riza untuk memungut buah-buah yang berhamburan di lantai.


"Bagaimana, apa lengan kamu masih sakit? Kalau masih sebaiknya periksa dulu ke Dokter, biar aku yang bertanggung jawab," ucap Riza.


"Tidak perlu, tidak separah itu," jawab Mita


Setelah selesai mengambil buah yang terjatuh, Mita segera berdiri dan berlalu.


"Tunggu siapa nama kamu?" tanya Riza menghentikan langkah Mita.


"Mita," jawab Mita dan berlalu tanpa melihat kearah Riza lagi.


"Mita," Gumam Riza sedikit tersenyum.


"Menarik," ucapnya lagi dan berlalu.


***


"Assalamu'alaikum," ucap Riza.


"Walaikumsalam," jawab semua.


"Daddy," teriak Raynan dan berlari memeluk Riza.


"Sayang, apa kabar? Daddy kangen sama kamu!" ucap Riza.


"Raynan juga kangen sama Daddy. Kenapa Daddy baru datang?" tanya Raynan.


"Maaf sayang, Daddy sibuk sekali akhir-akhir ini," jawab Riza.


"Ini saya bawakan buah buat pak Ray, tapi maaf berantakan seperti ini. Tadi perjalanan ke ada wanita aneh yang menabrak saya," ucap Riza.


"O, iya. Bagaimana keadaan Pak Ray?" tanya Riza.


"Alhamdulilah sudah membaik, InsyaAlloh lusa sudah boleh pulang," jawab Bela.


"Daddy, nanti kalau daddy Ray sudah pulang dari rumah sakit, mommy akan menikah dengan daddy Ray, tapi mommy tidak bisa menikah juga dengan Daddy Riza," ucap Raynan.


"Benarkah? Mommy mau menikah dengan Daddy Ray?" tanya Riza.


"Daddy Riza tidak Apa-apa kan?" tanya Raynan.


"Tentu saja daddy Riza tidak apa-apa, Justru Daddy mendoakan kebahagiaan buat mommy dan daddy Ray," jelas Riza.


"Terus nanti Daddy bagaimana?" tanya Raynan.


"Tentu saja daddy nanti juga akan menikah tapi bukan dengan mommy," jawab Riza.


"Lalu Raynan bagaikan?" tanya Raynan.


"Raynan selamanya akan menjadi anak daddy Riza juga, nanti jika daddy atau Raynan kangen kita bisa saling ketemu seperti biasanya, tidak ada yang berubah sayang, hanya saja sekarang Raynan punya dua daddy," jelas Riza.


"Raynan sayang daddy," ucap Raynan memeluk Riza.


"Raynan begitu menyayangi Riza ya?" tanya Ray.


"Iya karena sejak lahir, Riza adalah sosok ayah yang baik untuk Raynan." jawab Bela tersenyum.


"Raynan, Daddy Ray sepertinya cemburu melihat kita seperti ini," goda Riza.


"Raynan juga sayang kok sama daddy Ray, Raynan sayang kalian semua, Raynan sayang mommy, Raynan sayang daddy Riza, Raynan sayang daddy Ray dan Raynan juga sayang nenek," ucap Raynan dengan suara khas anak-anak.


"Anak pintar kamu Ray," sahut Bu Santi


^Happy Reading^


Jangan lupa, like, coment dan Vote ya sayang💕


dukungan kalian sangat berarti bagi thor, Terima kasih😘💕