
Hari ini Raynan Dokter sudah memperbolehkan Raynan untuk pulang, Namun Raynan rewel minta bertemu dengan Ray sebelum pulang ke desanya.
"Raynan mau Daddy, Ray." ucap Raynan.
"Raynan, kamu kenapa sih nak jadi seperti ini? Daddy Ray sedang sibuk, kita pulang saja dulu! Nanti mommy kasih tau sama Daddy Ray untuk menemui kamu di rumah," ucap Bela bohong, karena sebenarnya Bela memang tidak memberitahu Ray perihal kepulangan Raynan dary rumah sakit.
"Mommy tidak bohong kan?" tanya Raynan menatap mommy nya.
"Tentu saja tidak, Mommy kan tidak pernah bohong," kilah Bela.
Setelah cukup lama di bujuk, Raynan bersedia untuk kembali pulang ke kampung di mana dirinya dilahirkan.
Sepanjang perjalanan Raynan yang baru saja sembuh dari sakit tampak tertidur dengan pulas di bangku penumpang.
Sementara Bela. duduk di depan di samping Riza yang sedang mengemudi.
"Bel, kamu yakin tidak memberitahu Pak Ray dulu, kalau hari ini Raynan kembali ke desa?" tanya Riza.
"Tidak perlu Za, aku dan Raynan akan kembali menjalani kehidupan seperti sebelumnya. Aku tidak ingin menjadi bayang-bayang lagi di kehidupan Ray dan Mami nya.
"Tapi, kenapa tiba-tiba kamu ingin pulang ke desa lagi? bukankah kemarin kita sudah sepakat, setelah Raynan di ijinkan untuk pulang ke rumah, kalian akan tinggal dulu di sini sampai Raynan benar-benar pulih total?" tanya Riza.
"Sebenarnya tadi malam Mami datang ke rumah sakit," jawab Bela.
"Mami? maksud kamu, Mami nya Pak Ray?" tanya Riza.
"Iya," jawab Bela menganggukkan kepalanya.
*Flashback On*
"Bela, Mami sudah mendengar tentang anak kamu dan setelah melihatnya langsung, Mami percaya kalau itu anak kamu dan Ray. Jujur Mami seneng mengetahui kalau Mami sudah memiliki seorang cucu laki-laki. Tapi Mami juga ingin minta maaf sama kamu, kalau Mami belum bisa melupakan apa yang sudah kamu lakukan." ucap Bu Santi.
"Bela, paham Mi. Bela juga sadar diri dan Bela tidak akan menuntut hak apa-apa, Bela memberitahu Ray tentang keberadaan anak Bela juga tidak ada maksud lain, karena saat itu, anak Bela membutuhkan donor darah, Mami juga tau golongan darah mereka cukup sulit untuk ditl temukan." ucap Bela menahan diri agar tidak menangis.
"Lalu sekarang apa yang akan kamu lakukan? Ray sudah terlanjur mengetahui keberadaan kalian, sedangkan Ray sebentar lagi akan menikah dengan Mita, dengan kehadiran kalian di sini, Mami yakin, Ray pasti akan membatalkan pernikahannya. Mami harap kamu tidak egois dengan membiarkan Ray berharap kembali lagi dengan kamu, Mita sudah berada di sini Ray selama lima tahun, tidak adil bayinya jika tiba-tiba pernikahannya gagal karena kamu kembali." ujar Bu Santi.
"Mi, Bela tidak akan pernah kembali dengan Ray. Bela yang sudah meninggal Ray, jadi Bela tidak mau kembali lagi, Mami bisa tenang sekarang. Bela dan Raynan akan pergi dari hidup kalian," jelas Bela berdiri.
"Tapi Mami menginginkan cucu Mami," ucap Bu Santi menghentikan langkah Bela.
Bela yang tak mengerti dengan perkataan Bu Santi, membalik badannya dan kembali bertanya maksud perkataan mantan mertuanya tersebut.
"Mami ingin Raynan tinggal bersama Ray, kami akan menjaga Raynan dan memberikan yang terbaik untuk Raynan," ucap Bu Santi.
"Mami sadar dengan apa yang barusan Mami ucapkan? Mami tidak sedang mengigau kan?" tanya Bela.
"Mami sadar, Mami menginginkan Raynan cucu Mami. Biarkan Raynan tinggal berasama kami dan Mami akan mengembalikan semua aset yang dulu pernah kamu curi dari Mami," ucap Bu Santi.
"Mami dan Ray bukan orang lain, saya neneknya dan Ray ayahnya. Kami berhak atas Raynan." ucap Bu Santi.
"Raynan anak Bela, Bela yang mngandung, Bela yang melahirkan dan Bela yang membesarkan," jawab Bela.
"Tapi kamu tidak pantas menjadi seorang ibu, kamu lihat bagaimana keadaan Raynan saat ini, kalau kamu ini yang baik dan bisa menjaga seorang anak, Raynan tidak akan terbaring di rumah sakit seperti saat ini, bagaimana jika saat itu Ray tidak mendonorkan darahnya? Kira-kira apa cucu ku masih selamat?" ucap Bu Santi.
Bela terdiam seraya menahan air matanya, Bela tidak ingin menangis di depan Bu Santi.
"Kalau kamu tidak mau memberikan Raynan pada kami dengan cara baik-baik, Mami akan membawa ini ke pengadilan, Mami akan pastikan kalau kami yang akan mendapatkan hakim asuh Raynan," ucap Bu Santi.
*Flashback Off*
"Jadi karena itu kamu langsung pergi?" tanya Riza.
"Aku tidak mau mereka mengambil Raynan," ucap Bela.
"Bel, percaya sama aku. mereka tidak akan mungkin bisa mengambil Raynan dari kamu, sejak Raynan lahir hanya kamu yang merawat, mereka tidak ada andil apa-apa," ucap Riza.
"Tapi mereka bisa berkilah, aku menyembunyikan kehamilanku dari mereka, sehingga mereka tidak pernah tau adanya Raynan. Di tambah kecelakaan yang Raynan alami, ini bisa mereka jadikan senjata untuk melawanku mendapatkan Raynan. Aku tidak mau kehilangan Raynan," ujar Bela.
"Kamu tenang saja, Bela. Aku akan menyewa pengacara terbaik untuk mendampingi kamu, jika sampai mereka membawa masalah ini ke pengajian." ucap Riza.
"Terima kasih ya Za, tapi aku mohon. Jangan sampai Papi tau masalah ini, kamu tau kan? Papi sudah tua dan Papi juga tidak boleh terlalu banyak pikiran," ujar Bela.
"Iya, kamu tentang saja. Aku pasti akan melindungi kalian. Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti dan memisahkan kalian," ucap Riza menyakinkan.
***
"Sus, pasien anak atas nama Raynan di mana? kenapa di kamar tidak ada?" tanya Ray pada perawat jaga.
"Adik Raynan sudah pulang tadi pagi pak," jawab perawat.
"Sudah pulang?" Ray tampak terkejut.
"Iya, Pak. Pasien sudah meninggalkan rumah sakit sejak tadi pagi," jelas perawat.
Mendengar pernyataan perawat, Ray bingung. Kenapa Bela tiba-tiba pergi tanpa memberitahu dirinya lebih dulu, Ray mencoba mencari Bela dan Raynan ke apartemen Riza. Tapi apartemen kosong. Ray mencoba menghubungi Riza tapi nomer telpon nya juga tidak bisa di hubungi.
Saat ini Ray ketakutan, dirinya tidak ingin kehilangan Bela dan Raynan untuk ke sekian kalinya.
Saat ini Ray tidak bisa menghubungi Bela lantaran dirinya belum memiliki nomer ponsel Bela.
^Happy Reading^