
Kini hari kedatangan dokter untuk menyembuhkan Clarissa pun tiba, nampak Clarissa tengah berada di kamar tidur nya.
Dia melihat wajahnya di pantulan cermin, dan juga melihat tubuh nya yang kini hanya bisa berada di kursi roda.
Clarissa hanya bisa menghembuskan nafas, dia tak menyangka jika keadaan akan menjadi seperti ini.
Tak beberapa lama terdengar suara gaduh dari luar, Clarissa yang mendengar suara gaduh itu sudah menebak apa yang sedang terjadi.
Beberapa pelayan datang untuk menyambut dokter Miranda.
"Dimana Brian?" Tanya Dokter Miranda kepada pelayan yang ada di rumah Clarissa.
"Tuan Brian sedang pergi keluar untuk suatu urusan." Jawab kepala pelayan.
"Oke, lalu dimana pasien nya?" Tanya Dokter Miranda.
"Mari ikut saya." Ucap Kepala pelayan.
Kemudian Miranda mengikuti langkah kaki kepala pelayan dan sebelum itu dia memberikan senyuman manis kepada Jesselyn, Jerry dan juga Jeremy.
"Nyonya.." Panggil Kepala pelayan sambil mengetuk pintu kamar Clarissa.
"Masuk lah." Jawab Clarissa.
Kemudian pintu kamar pun di buka, nampak Clarissa melihat wajah cantik dokter yang akan menangani nya itu.
"Selamat siang." Sapa Dokter Miranda.
"Selamat siang juga, Dokter..." Ucap Clarissa yang tak tahu siapa nama wanita di hadapannya itu.
"Miranda, anda bisa memanggil saya dokter Miranda." Jawab nya sambil menjabat tangan Clarissa.
Kemudian Clarissa pun tersenyum, setelah perkenalan singkat itu Dokter Miranda langsung menanyakan beberapa keluhan lain yang di rasakan oleh Clarissa.
Setelah mendapat informasi dari pasiennya, Dokter Miranda pun langsung memeriksa keadaan kaki Clarissa.
Terlihat wanita itu nampak serius memeriksa keadaan kaki Clarissa, Clarissa hanya bisa diam sambil sesekali menatap wajah cantik wanita di hadapannya itu.
Dia jadi teringat akan ucapan Brian yang mengatakan jika hubungan mereka cukup istimewa karena mereka berdua adalah teman dari kecil.
"Baiklah saya sudah memeriksa kondisi kaki anda, dan mungkin Minggu depan kita bisa melakukan terapi khusus." Jawab nya.
"Entahlah saya belum bisa memprediksi kesembuhan anda untuk saat ini, karena kita juga harus memeriksa kondisi tubuh bagian dalam milik anda karena bisa saja masih ada sisa-sisa racun yang masih ada di dalam tubuh anda." Jawab nya.
Clarissa pun hanya menganggukkan kepalanya, kemudian Dokter Miranda langsung menulis kan beberapa kata di buku kecil nya yang Clarissa tak tahu wanita itu tengah menuliskan apa.
Tak beberapa lama Brian pun datang dan langsung masuk ke kamar Clarissa, nampak Miranda langsung menyapa pria yang merupakan teman dekat nya.
"Lama tidak bertemu Brian." Ucap Dokter Miranda sambil memeluk pria itu.
Clarissa yang melihat hal itu seketika terdiam, hati nya terasa sakit dan juga panas saat melihat adegan tersebut.
"Lama tak bertemu juga John.." Jawab Brian sambil tertawa.
Clarissa yang mendengar Brian menyebut John pun langsung melihat ke arah Brian.
"Jangan panggil aku dengan nama itu lagi, b*rengsek." Ucap Dokter Miranda yang tiba-tiba suara merdu nya berubah menjadi suara seorang pria dewasa.
Clarissa yang mendengar hal itu langsung terdiam seketika, apa yang sebenarnya terjadi. Dan kenapa suara dokter Miranda berubah menjadi suara seorang pria.
Sementara itu.
Terlihat Sofia tengah duduk di meja rias nya, dia masih terus memikirkan wajah tampan Brian.
"Ah.. Semakin lama aku semakin tergila-gila kepada mu." Gumam Sofia.
Dret... Dret... Dret..
Handphone milik Sofia pun tiba-tiba bergetar, Sofia pun langsung melihat nama yang tertera di layar ponsel nya. Dengan wajah malas Sofia langsung mengangkat panggilan tersebut.
"Ada apa?"
"Aku ingatkan kepada mu, jangan bermimpi terlalu tinggi."
"Apa maksud mu, Nona Lesly."
"Aku tahu kau memiliki perasaan kepada suami Clarissa, dan aku ingat kan jangan sampai kau macam-macam kepada pria itu. Karena pria itu adalah milik ku, dan jika kau berani kau akan tahu akibat nya."
Dan tiba-tiba Panggilan tersebut pun langsung di putuskan oleh Lesly, Sofia yang mendengar ancaman dari Lesly seketika langsung marah dan membanting kan barang-barang miliknya.
"Arg... Berani nya kau mengancam ku, awas saja kau Lesly.."