Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 85 : Kepulangan Clarissa.


Keesokan harinya.


Terlihat Clarissa sudah bersiap untuk pulang ke rumah nya, karena sudah seminggu ini Clarissa tinggal di tempat Brian.


Clarissa pun sudah sangat merindukan kedua orang tuanya dan juga ketiga anak-anak nya.


"Apa kau sudah siap, sayang?" Tanya Brian sambil memegangi pundak Clarissa.


"Iya." Jawab Clarissa.


Kemudian Brian langsung mendorong kursi roda yang di duduki oleh Clarissa, dan sesampainya di teras rumah. Brian langsung memangku tubuh mungil Clarissa dan membawanya ke dalam mobil.


Sementara kursi roda Clarissa langsung di masukkan ke bagasi mobil oleh penjaga Brian.


"Apa benar, semua nya akan baik-baik saja. Anak-anak tak akan marah?" Tanya Clarissa masih dengan keraguan yang dia miliki.


"Tenang saja, semuanya akan baik-baik saja. Dan kau harus percaya kepada ketiga anak mu, karena bukan kah kau lebih lama tinggal bersama dengan mereka?" Ucap Brian balik bertanya.


Clarissa pun terdiam, benar apa yang di katakan oleh Brian. Dia lebih lama tinggal bersama dengan anak-anak nya, dan dia juga yang lebih tahu bagaimana watak mereka bertiga.


Dan Clarissa pun tahu, bagaimana mereka menyayangi diri nya.


Kini mobil yang di tumpangi oleh Clarissa dan Brian pun mulai melaju dengan kecepatan normal, dan di depan, di belakang, di samping kanan dan kiri mobil yang di tumpangi oleh Clarissa di kawal oleh beberapa mobil yang di siapkan oleh Brian.


Karena Brian tak ingin kecolongan lagi seperti beberapa waktu sebelumnya.


Tak beberapa lama mobil yang di tumpangi oleh Clarissa sampai di kediaman nya, kemudian Brian langsung menyuruh bawahannya untuk mengeluarkan kursi roda milik Clarissa.


Nampak Clarissa menyipit kan mata nya, saat melihat sebuah mobil yang tak asing di ingatan nya. Tapi mobil siapa? Clarissa tak ingat siapa pemilik mobil itu.


Kemudian Brian langsung membawa Clarissa masuk ke dalam rumah, nampak kepala pelayan langsung menyambut Clarissa dengan hangat.


"Selamat datang kembali, Nyonya." Safa nya.


"Tuan muda dan Nona muda berada di kamar mereka, sementara Tuan besar dan Nyonya tengah berada di ruang tamu." Jawab nya.


"Ruang tamu? Oh iya, tadi di depan ada sebuah mobil. Mobil siapa itu?" Tanya Clarissa penasaran.


"Emm.. Mobil paman dan bibi Nyonya." Jawab Kepada pelayan.


"Paman dan Bibi? maksud nya Candra dan Rani?" Tanya Clarissa memastikan.


"Iya, Nyonya." Jawab kepala pelayan.


"Hanya mereka berdua?" tanya Clarissa.


"Tidak, mereka bersama dengan putri mereka." Jawab nya.


Setelah mendengar penjelasan dari kepala pelayan, Clarissa langsung meminta Brian untuk membawa nya ke ruang tamu. Dia ingin melihat apa yang di lakukan paman dan bibi nya.


Terlihat Pak Candra tengah mengobrol bersama dengan adik nya yaitu Pak Salim, sementara Qiqi hanya diam dan duduk di sebelah suami nya.


"Khemm..."


Qiqi yang mendengar suara tersebut langsung menoleh dan mata nya seketika nampak senang melihat kedatangan putri nya.


"Clarissa, kamu sudah pulang nak." Ucap Qiqi sambil beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke arah Clarissa.


"Sudah, Bu." Jawab Clarissa.


Dan begitu juga dengan Pak Salim, dia juga langsung menghampiri Clarissa.


Kemudian mata Clarissa langsung tertuju pada paman dan bibi nya dan juga kepada sepupu nya.


"Paman dan Bibi, untuk apa ke sini?"