Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 76 : Berhasil memusnahkan


Tak lama mencari akhirnya Fransiska pun dapat di temukan oleh Erwin dan juga Roki. Nampak wanita itu di seret oleh anak buah anak buah Brian dan membawa nya langsung ke hadapan Brian.


Brian menatap datar wanita di hadapannya itu, wanita yang merupakan kaki tangan dari Vino. Wanita yang sangat berbahaya itu kini berada di hadapannya.


"Jadi kau Fransiska?" Tanya Brian sambil menghirup rokok miliknya.


"Cih... Dasar pengecut." Ucap Fransiska dengan tatapan mengejek.


"Pengecut?" Tanya Brian.


"Iya kau adalah seorang yang pengecut." Jawab nya.


"Alasan apa yang membuat ku menjadi seorang pengecut." Ucap Brian.


"Kau menyerang kamu di saat anak buah kami sedang tak ada, jika bukan pengecut lalu apa." Jawab Fransiska.


"Hahahaha...." Terdengar suara tawa Brian, ucapan Fransiska seperti sebuah lelucon untuk nya.


Fransiska langsung menatap heran pria itu. "Ucapan mu sangat lah lucu, jika aku seorang pengecut lalu sebutan apa yang pantas untuk kalian yang melakukan percobaan pembunuhan terhadap ku, di saat aku sedang sendiri dan tidak membawa satu senjata pun. Dan bahkan kalian sampai menyandera wanita ku." Ucap Brian.


Fransiska hanya bisa terdiam, kemudian Brian langsung memberikan perintah kepada anak buahnya untuk membawa pergi Fransiska dari hadapannya.


"Lepaskan aku.." maki Fransiska sambil berontak.


Dan tak beberapa lama terdengar suara tembakan dari sebuah ruangan, setelah menyelesaikan semua nya. Brian langsung menyuruh anak buahnya untuk segera pergi dari tempat tersebut.


Di dalam mobil nampak senyuman puas Brian, kini musuh nya sudah bisa di bunuh. Nampak Brian memandangi foto Clarissa dan ketiga anak nya, sudah beberapa hari ini dia tak bertemu dengan ketiga anak dan juga istri nya.


"Roki, siapkan hadiah untuk ketiga anak ku." Ucap Brian.


"Bos mau langsung pergi ke rumah Nyonya Clarissa?" Tanya Roki yang berada di kursi depan.


"Iya, memang nya kenapa?" Tanya Brian.


"Ah, iya benar apa yang kau katakan." Ucap Brian.


Kemudian Brian langsung menyuruh anak buahnya untuk mengarahkan mobil ke markas mereka karena Brian harus membersihkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum bertemu dengan Clarissa.


Sementara itu..


Waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari, Clarissa nampak masih belum bisa tertidur pulas.


"Ayolah tidur Clarissa, hari sudah sangat malam." Gumam Clarissa kepada dirinya sendiri.


Kemudian Clarissa mulai memejamkan matanya dan mulai berusaha untuk tertidur, tapi tetap saja. Clarissa tak bisa tidur.


"Mungkin makan akan membuat ku ngantuk.." Ucap Clarissa.


Kemudian Clarissa langsung berjalan ke arah dapur, dia tak ingin mengganggu para pelayan yang sedang beristirahat. Jadi Clarissa memutuskan untuk membuat makanan nya sendiri.


"Apa yang harus ku masak.." Gumam Clarissa sambil melihat banyak bahan makanan di kulkas.


Tapi saat melihat bahan makanan yang berada di kulkas membuatnya tak terlalu berselera.


Kemudian Clarissa langsung membuka laci yang ada di dapur, dia melihat sebuah mie instan.


"Mungkin ini saja..." Ucap Clarissa.


Clarissa langsung mengambil 3 buah telur, dan Clarissa pun memasak mie instan goreng tersebut.


Setelah mie itu matang Clarissa langsung menyaring mie tersebut dan mencampur kan nya dengan telur goreng yang tadi Clarissa masak.


"Emmm.." Gumam Clarissa yang sedang menikmati makanan miliknya.


Tapi tanpa Clarissa sadari ada sepasang mata yang tengah memperhatikannya.