
Nicolas memandang rendah pria di hadapannya itu, tapi berbeda dengan Brian. Dia nampak lebih tenang dan juga santai saat berhadapan dengan Nicolas.
Tanpa aba-aba Nicolas langsung mengeluarkan pistol miliknya dan menembak Brian.
Tapi Brian langsung membalikkan meja dan menjadikannya pelindung dari peluru yang di tembakkan oleh Nicolas, tapi Nicolas tetap menatap dingin pria di hadapannya itu dan terus menembak hingga peluru di pistol miliknya habis.
Dan saat itulah, Brian langsung mengambil kesempatan dan segera memberikan tendangan tepat di dagu Nicolas hingga pria itu tersungkur ke lantai.
Kemudian Brian berjalan ke arah Nicolas dan langsung mengambil senjata miliknya, "Tak ku sangka kau hanyalah seorang bocah naif." Ucap Brian sambil melihat-lihat senjata milik Nicola.
"Dan kau hanyalah pria tua yang menyebalkan." Ucap Nicolas sambil menatap dingin pria di hadapannya itu.
"Oh yah?" Ucap Brian sambil tersenyum.
Tanpa basa-basi Nicolas langsung menendang kaki Brian hingga pria itu terjatuh ke lantai, dan dengan lincah Nicolas langsung memberikan bogem mentah kepada Brian.
Hingga sudut bibir Brian berdarah, kemudian Brian langsung meninju balik pria di atas nya dan juga langsung mengangkat tubuh Nicolas dan membantingnya ke lantai hingga pria itu kesakitan.
Nampak Brian berdiri dengan dingin sambil melihat ke arah Nicolas, pria yang akan menjadi malaikat maut nya itu rupanya tak memiliki kemampuan yang cukup untuk membunuhnya.
Kemudian Nicolas pun bangkit, kemudian dia langsung mengeluarkan pisau nya dan berusaha untuk menusuk Brian.
Brian yang lengah pun rupanya langsung tertusuk di bagian perut hingga mengeluarkan banyak darah.
Kemudian Brian langsung menyerang Nicolas dengan mencekik leher Nicolas hingga pria itu terus memberontak tapi rasa sakit di perut Brian membuatnya melepaskan Nicolas.
Nampak Nicolas berusaha bernafas, lalu matanya langsung melihat ke arah Brian yang tengah diam sambil memegangi perutnya.
Tapi mata Nicolas menatap heran pria di depannya itu, pria itu nampak tertawa meski keadaan nya sedang tidak baik-baik saja.
"Apa yang kau tertawa kan?" Tanya Nicolas.
"Tak ku sangka kau pria yang sangat lengah dan amatir dalam membunuh seseorang." Ucap Brian sambil melihat ke pergelangan tangan Nicolas.
Kemudian Nicolas pun melihat tangannya, rupanya tangannya sudah di berikan racun oleh Brian.
Nampak Nicolas terdiam, dia tak menyangka jika Brian bukanlah orang yang gampang di bunuh seperti targetnya yang lain.
"Aku akan memberimu kesempatan untuk hidup, tapi dengan syarat." Ucap Brian.
"Apa?" Tanya Nicolas.
"Syaratnya kau tinggal memberitahu ku siapa orang yang menyewa jasa mu?" Tanya Brian sambil bersandar di tembok.
"Itu adalah privasi organisasi, aku di larang untuk menyebut kan siapa orang yang menyewa jasa ku." Ucap Nicolas.
"Baiklah.. Jika seperti itu, aku akan dengan senang hati menyiapkan peti mati untuk mu dan juga teman mu." Jawab Brian.
Nampak Nicolas terdiam, Marco anak itu masih baru dalam hal seperti ini dan ini adalah misi pertama nya yang paling berbahaya.
"Jangan sakiti teman ku, dia hanyalah asisten ku." Jawab Nicolas tenang.
"Tapi aku suka membantai orang-orang sampai ke akar-akarnya." Jawab Brian dingin.
Kemudian Nicolas kembali di buat diam, apa sekarang ini akhir hidupnya.
"Aku memiliki permintaan kepada mu..." Ucap Nicolas.
"Apa itu.." Tanya Brian.
30 menit berlalu...
Nampak Brian membawa tubuh seorang pria keluar dari ruangannya, dan dia langsung melemparkan nya ke depan Marco.
"Lihatlah... Teman mu sudah mati." Ucap Brian sambil tersenyum mengerikan.
Marco yang melihat Nicolas terbaring di atas lantai pun hanya bisa diam. "Tidak mungkin, Nicolas mati...."