
Kedua orang tua Clarissa nampak berjalan dengan langkah cepat, saat waktu kejadian. Brian langsung memberikan kabar Clarissa kepada kedua orang tuanya.
"Bagaimana keadaan Clarissa?" Tanya Qiqi ibu dari Clarissa.
"Keadaan Clarissa sudah mulai membaik tapi dia masih belum sadarkan diri." jawab Brian.
"Ya Tuhan, Mas.. Anak kita." Ucap Qiqi Kepada suaminya.
"Sabar sayang, pasti Clarissa akan baik-baik saja, kita serahkan kepada dokter." Jawab Pak Salim.
Brian pun hanya bisa diam, dia merasa tak enak kepada kedua orang tua Clarissa. Karena dirinya telah gagal menjaga Clarissa dengan baik.
"Nak Brian?" tanya Qiqi.
"Iya, Bu?" Jawab Brian.
"Apa nak Brian belum pulang?" Tanya Qiqi yang melihat tampilan Brian sudah kusam.
Brian pun hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. "Sebaiknya Nak Brian pulang dulu dan istirahat, biar Clarissa kami yang jaga." jawab Qiqi.
"Benar yang di katakan oleh ibu mertua mu, sebaiknya kau pulang dulu. Dan lagi pasti ketiga anak Clarissa akan menanyakan keberadaan ibu dan juga ayah nya." Ucap Pak Salim.
"Emm.. Seperti tidak untuk saat ini, saya belum ingin pulang. Dan mungkin nanti setelah Clarissa siuman." Jawab Brian.
"Baiklah jika itu keputusan mu." Jawab Pak Salim.
"Sebaiknya Ibu dan ayah pulang untuk istirahat, karena perjalanan dari Amerika ke Indonesia sangat melelahkan." Ucap Brian.
"Tapi...." Sebelum Qiqi melanjutkan kata-katanya suaminya sudah memotong ucapan Qiqi.
"Benar yang di katakan oleh menantu kita, dan lagi kesehatan mu sedang tidak baik saat ini. Lebih baik kita pulang dan beristirahat dan setelah Clarissa siuman kita akan ke sini lagi." Ucap Pak Salim kepada istrinya.
"Tapi Mas, aku ingin menunggu anak ku. Jika aku tak di sini, siapa yang akan menjaga Clarissa." Ucap Qiqi.
"Tenang saja kan ada menantu kita, dia pasti akan menjaga Clarissa dengan baik." Ucap Pak Salim memberikan pengertian kepada istrinya.
"Baiklah." jawab Qiqi.
Brian pun duduk di ruang tunggu, dia masih menunggu dokter yang kini tengah memeriksa Clarissa dan Brian pun menunggu hasil pemeriksaan racun yang ada di tubuh Clarissa.
Tak beberapa lama dokter yang menangani Clarissa pun keluar.
"Dok, bagaimana?" tanya Brian.
"Kondisi nona Clarissa masih tetap sama seperti kemarin dia belum sadarkan diri dan.."
"Dan apa?" tanya Brian penasaran.
"Bisa kita bicara di ruangan saya?" tanya Dokter.
"Bisa."
"Kalau begitu mari." Ajak dokter tersebut.
Setelah sampai di ruangan dokter, Brian pun langsung duduk dan dokter pun mengeluarkan sebuah map hasil laboratorium kandungan racun yang ada di tubuh Clarissa.
"Racun yang ada di tubuh istri anda adalah racun Botulinum Toxin." Ucap Dokter tersebut.
Brian yang mendengar racun tersebut merasa tak asing dengan nama racun itu tapi dia tak ingat tentang efek dari racun tersebut.
"Racun ini memiliki efek yang sangat fatal karena jika seseorang menelan racun tersebut, racun itu menyebabkan kelumpuhan sistem pernafasan. Dan untungnya anda membawa Nona Clarissa tepat pada waktu, tapi.."
"Tapi? Tapi apa lagi?"
"Racun ini bisa juga menyebabkan kelumpuhan pada otot kaki dan juga tangan."
Deg...
Seketika Brian langsung terdiam. "Tapi apa sekarang Clarissa juga mengalami kelumpuhan." Tanya Brian.
Dokter itu hanya menggelengkan kepalanya. "Kami tak tahu, tapi kita akan tahu hasil nya setelah Nona Clarissa sadarkan diri." Ucap Dokter tersebut.