
Hari ini adalah hari ulang tahun ketiga anak Brian dan juga Clarissa, nampak Jesselyn sudah cantik dengan gaun berwarna pink dengan hiasan mutiara. Dan begitu juga dengan Jeremy dan Jerry mereka nampak tampan dengan stelan jas berwarna coklat muda.
"Emm.. Anak Mommy cantik dan ganteng." Ucap Clarissa memuji penampilan ketiga anak nya.
"Iya dong Mommy, kan Mommy Jesselyn juga cantik jadi Jesselyn pun cantik sama seperti Mommy." Ucap Jesselyn.
"Uh.. Kamu tuh bisa aja." Ucap Clarissa.
Kemudian Clarissa langsung membawa ketiga anak nya untuk keluar dari ruang rias menuju ke aula pesta.
Pesta ulang tahun ketiga anak nya di rayakan di sebuah gedung mewah, karena ini semua adalah perintah dari Brian. Dia ingin jika pesta ulang tahun ketiga anak nya di rayakan dengan sangat meriah dan juga mewah, meski Clarissa sudah beberapa kali sempat melarang untuk merayakan ulang tahun ketiga anak nya dengan pesta yang sederhana saja.
Tapi Brian tetaplah Brian, pria keras kepala itu tak ingin di bantah sedikit pun.
"Anak Daddy sudah siap..." Ucap Brian yang sedang menunggu kedatangan ketiga anak nya.
"Iya Daddy.. Daddy, apakah kue ulang tahun Jesselyn sangat-sangat besar?" Tanya Jesselyn.
"Tentu saja sayang, kue nya sangat-sangat besar sama seperti yang Jesselyn minta." Jawab Brian.
"Yeyyy... Makasih Daddy." Ucap Jesselyn senang.
"Daddy.. Jerry juga pengen di gendong.." Ucap Jerry sambil merentangkan tangannya.
"Gak boleh, Daddy cuman boleh gendong Jesselyn." Ucap Jesselyn sambil menjulurkan lidahnya.
"Baiklah, ke sini Jerry.." Ucap Brian kemudian Brian memangku Jesselyn di tangan kiri dan Jerry di tangan kanan.
"Daddy.. Kok Kak Jerry juga di gendong.." protes Jesselyn tak terima.
"Sudah-sudah, masalah kaya gini aja kok bertengkar sih.." Ucap Clarissa.
Kemudian Clarissa langsung memegang tangan Jeremy dan membawa nya pergi ke aula pesta.
Nampak di sana sudah banyak orang-orang yang berkedudukan tinggi datang ke ulang tahun Ketiga anak Brian.
Dan Brian pun tak lupa memperketat keamanan tempat ulang tahun Ketiga anak nya.
"Kamu kenapa?" Tanya Clarissa yang melihat suaminya tengah bengong.
"Enggak kok, aku gak papa." Jawab Brian.
Nampak ketiga anak kembar Clarissa menatap takjub dekorasi ulang tahun mereka, "Wow... Bagus banget Dad.. Ini seperti pesta pernikahan." Ucap Jesselyn senang.
"Oh yah? Tapi Jesselyn suka kan?" Tanya Brian.
"Tentu aja suka." Jawab Jesselyn senang.
"Ya udah, ayo kita ke tempat kue nya berada." Ajak Brian.
Jesselyn pun dengan bahagia menatap kue yang besar dan juga tinggi. "Mommy..." Panggil Jesselyn.
"Iya sayang? Ada apa?" Tanya nya.
"Kue ini sangat besar, bagaimana cara Jesselyn menghabiskan nya.." Ucap Jesselyn dengan nada sedih.
Clarissa hanya bisa menahan tawa melihat tingkah lucu putri nya itu.
"Kan ada kak Jeremy sama Kak Jerry, lagi pula kalau gak habis, nanti kue nya kita bagiin ke pelayan-pelayan yang ada di rumah." Ucap Clarissa.
"Hore... Jesselyn pengen cepet-cepet tiup lilin." Ucap Jesselyn.
Tapi sesaat kemudian Jesselyn pun kembali terdiam sambil melihat kue ulang tahunnya yang menjulang tinggi bahkan melebihi tinggi badan nya.
"Mommy.. Mommy.." Panggil Jesselyn.
"Iya sayang? Ada apa?" Tanya Clarissa.
"Kue nya sangat tinggi, bagaimana cara Jesselyn meniup lilin nya?" Tanya Jesselyn.
"Tenang aja, lilin nya Mommy simpen di bagian paling bawah, jadi Jesselyn akan bisa meniup nya." Ucap Clarissa.
"Hore...."