
2 Bulan kemudian...
Brian terlihat tengah membereskan barang-barang miliknya, kini usia kandungannya Clarissa sudah mulai 3 bulan lebih.
"Jadi Daddy, kita akan pindah?" Tanya Jesselyn.
"Iya sayang, kita akan tinggal di tempat yang sejuk dan damai." Ucap Brian.
"Hore... Kita akan tinggal di pedesaan." Ucap Jesselyn senang.
Clarissa yang melihat suami dan anak-anak terlibat sengat bahagia pun hanya bisa tersenyum, kini dia dan keluarganya akan pindah ke pedesaan yang ada di Bandung.
"Clarissa, kau duduk saja. Jangan banyak berjalan." Ucap Brian sambil memapah istri nya kembali ke tempat duduk.
"Tapi aku udah lancar jalan nya." Ucap Clarissa.
"Meski begitu, aku tetap khawatir kepada mu." Jawab Brian.
Clarissa pun langsung mencubit pipi Brian gemas, "Sudah.. Sudah..." Ucap Brian sambil tertawa.
Kemudian datang orang tua Clarissa berjalan menghampiri mereka bertiga.
"Kalian seriusan mau pindah ke pedesaan?" Tanya Qiqi.
"Iya Bu, ini udah keputusan aku sama Brian." Jawab Clarissa karena dari dulu memang dia ingin tinggal di pedesaan.
"Lalu ibu bakalan jauh sama kamu dong, sayang." Ucap Qiqi sambil mengelus rambut putri nya.
Clarissa hanya tersenyum canggung. "Meski jauh, Brian pasti akan tetap sering mengunjungi ibu dan ayah saat libur panjang.
"Ya sudah, lagi pula ini pilihan mereka bertiga. Dan lagi hidup di pedesaan lebih bagus untuk Clarissa yang sedang hamil, karena udara nya masih segar." Ucap Pak Salim.
"Tapi kalian sudah menemukan tempat tinggal nya?" Tanya Qiqi.
"Sudah, aku sudah membeli sebuah rumah yang lumayan besar dekat pemukiman warga meski begitu suasana dan udara nya masih sangat asli. dan lagi, ada sawah dan juga sungai yang berada tak jauh dari rumah yang ku beli." Ucap Brian.
"Lalu untuk para pelayan nya gimana?" Tanya Qiqi.
"aku akan membawa pelayan yang ada di kediaman ku, karena mereka lebih terlatih." Jawab Brian.
"Baguslah, kalau begitu. Aku tak ingin nanti jika Clarissa tinggal di desa, dia malah melakukan pekerjaan berat. Kan sekarang Clarissa sedang hamil." Ucap Qiqi.
"Tenang saja Bu, Clarissa tak akan melakukan pekerjaan seperti itu. Meski tinggal di kota atau di desa, Clarissa akan tetap di perlakukan layaknya seorang ratu." Jawab Brian.
"Syukur lah, aku punya menantu yang baik seperti mu. Dan sangat menyayangi Clarissa dengan sepenuh hatinya." Ucap Qiqi.
Brian pun tersenyum saat mendengar pujian dari ibu mertua nya, tiba-tiba Nyonya Rindi selaku orang tua Brian pun datang mengunjungi Brian karena dia mendengar jika anak dan menantunya akan pindah rumah.
"Ma?" Tanya Brian heran.
"Anak nakal, kau ingin pindah tanpa berpamitan kepada ku terlebih dahulu." Ucap Nyonya Rindi sambil menjewer telinga Brian hingga pria itu berteriak kesaksian.
"Aw.... Sakit, Ma..." Ucap Brian.
Nyonya Rindi pun langsung melepaskan tangan nya pada telinga Brian, kemudian wanita itu langsung memeluk putra nya.
Brian yang kaget saat ibunya memeluk nya langsung membalas pelukan ibunya itu sambil mengelus punggung ibunya.
"Aku tak menyangka kini kau sudah besar, dulu kau masih sekecil kacang kedelai. Tapi sekarang, anak ku sudah besar dan sudah memiliki keluarga." Ucap Nyonya Rindi sambil memandangi wajah putra nya yang sangat mirip dengan mendiang suami nya.
"Iya aku sudah besar, dan ini semua karena Mama yang sudah membesarkan ku dengan baik." Ucap Brian.
"Mama sangat menyayangi mu, jika saja ayah mu masih hidup. Dia pasti akan bangga memiliki putra seperti mu." Ucap Nyonya Rindi.
kemudian Nyonya Rindi langsung menyeka air matanya, lalu dia menghampiri menantu nya sambil memeluk Clarissa.
"Aku titipkan putra ku, yah. Tolong jaga dia dengan baik." Ucap Nyonya Rindi kepada Clarissa.
"Iya Ma, Clarissa akan menjaga Brian dengan baik." Jawab nya.
"Brian sangat beruntung memiliki istri seperti mu, Clarissa. Semoga rumah tangga kalian tetap harmonis." Ucap Nyonya Rindi.
"Semoga saja. Ma." Jawab Clarissa.
Kemudian Nyonya Rindi pun menghampiri ketiga cucu nya. "Kalian bertiga cucu Oma yang sangat-sangat tampan dan juga cantik, ingat kalian harus menjaga adik baru kalian yang nanti akan lahir." Ucap Nyonya Rindi.
"Baik, Oma. Kami akan menjaga adik bayi." Ucap Jeremy.
Setelah mengatakan hal itu, Nyonya Rindi pun hanya bisa tersenyum senang.
"Kalau begitu tolong masukannya barang-barang ku ke dalam mobil." Ucap Brian kepada para pelayan.
"Kalian akan berangkat sekarang?" Tanya Qiqi.
"Iya ibu..." Jawab Clarissa.
"Baiklah, hati-hati di jalan sayang." Ucap Qiqi sambil memeluk istrinya.
Setelah itu Brian dan keluarga nya langsung berjalan keluar kama, para pelayan dan pengawal yang nanti akan bekerja di kediaman baru Brian pun sudah bersiap.
"Apa kalian sudah menyiapkan barang-barang kalian?" Tanya Brian kepada para pelayan nya.
"Sudah Tuan." Jawab Mereka.
"Baguslah." Jawab Brian.
"Ayo anak-anak, salam dulu ke Oma Rindi, Oma Qiqi dan kakek." Ucap Clarissa.
Kemudian ketiga anak Clarissa langsung mencium punggung tangan kakek dan nenek mereka.
"Hati-hati di jalan sayang." Ucap Nyonya Rindi sambil menahan tangis.
"Kami pamit dulu Oma, kakek." Ucap Jesselyn, Jerry dan Jeremy.
"Hati-hati di jalan cucu-cucu ku, jangan lupa sering-sering hubungi Oma mu ini." Ucap Lily.
"Baik Oma." Ucap mereka serempak.
Kemudian Giliran Clarissa dan juga Brian yang berpamitan, Clarissa langsung memeluk kedua orang tuanya sambil menangis. Begitu juga dengan Brian, dia memeluk Nyonya Rindi dan mengucapkan selamat tinggal.
Setelah perpisahan itu, Clarissa dan keluarga nya pun langsung masuk ke dalam mobil.
"Dadah.. Oma Rindi, Oma qiqi dan Kakek.." Ucap Jesselyn, Jerry dan juga Jeremy.
Kini Brian, Clarissa dan ketiga anak nya akan menjalani kehidupan baru mereka di pedesaan. Dan kini Brian pun sudah tak akan lagi menjadi ketua Mafia, karena dia ingin memberikan kehidupan yang damai untuk keluarga nya tanpa adanya kekerasan seperti dulu.
"Terimakasih untuk semua nya, Brian." Ucap Clarissa.
"Sama-sama Clarissa, dan terimakasih telah menjadi matahari yang menyinari ku dari kegelapan dunia Mafia." Ucap Brian.
Clarissa pun tersenyum jika mengingat pertemuan tidak sengaja mereka, dari kesalahpahaman Clarissa yang mengganggap Brian seorang Gigolo.
"I Love U, Brian..."
"I Love U, Clarissa.."