Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 101 : Membersihkan gigi.


Clarissa kini berada di depan meja makan dengan makanan yang dia inginkan, Brian yang melihat hal itu hanya duduk sambil menatap datar.


"Umm... Enak banget, kamu mau?" Tanya Clarissa kepada Brian.


"Tidak, kau saja yang makan." Jawab Brian.


Kemudian Clarissa kembali melanjutkan acara makan nya, Brian yang melihat Clarissa memakan jengkol, sate domba dan daun singkong merasa mual dan ingin muntah.


"Kamu kenapa?" Tanya Clarissa yang heran melihat gelagat Brian.


"Gak papa, kau makan saja. Tak usah pedulikan aku." Jawab Brian.


"Oke.." Jawab Clarissa.


Kemudian Clarissa langsung melanjutkan kembali acara makan nya, Brian yang melihat hal itu pun tak sanggup.


Dengan wajah kesal, Brian langsung bergegas pergi ke kamar mandi. Melihat Clarissa yang terus memakan makanan menjijikkan itu membuat isi perut Brian seperti ingin kembali keluar dari tempat nya.


Clarissa yang melihat suaminya seperti itu hanya mengangkat bahu nya acuh.


Tak beberapa lama, Clarissa pun selesai makan. Brian yang melihat Clarissa selesai makan pun langsung menyuruh Clarissa untuk gosok gigi.


"Kalian buang piring-piring bekas makanan itu, aku tak ingin melihat piring bekas makanan tadi masih tersimpan di sini." Ucap Brian kepada para pelayan.


"Baik Tuan.." Jawab mereka.


Kemudian Brian langsung membawa Clarissa ke dalam kamar mandi dan segera menyuruh wanita itu untuk menggosok Gigi nya, setelah itu Clarissa langsung memanggil Brian dan menyuruhnya membawanya kembali ke dalam kamar.


"Berapa kali kau gosok gigi?" Tanya Brian.


"Satu kali." Jawab nya.


"Lagi.." Ucap Brian.


"Hah? Apa?" Tanya Clarissa tak mengerti.


"Gosok lagi gigi ku, setidaknya nya 5 kali." Ucap Brian.


"Apaan sih? Emang mulut ku bau?" Ucap Clarissa sambil mencium bau mulut nya.


"Mulut mu sangat bau, dan banyak bakteri. cepat gosok gigi lagi." Ucap Brian sambil kembali menggendong tubuh Clarissa ke kamar mandi.


Clarissa hanya bisa memasang wajah kesal, "Yang benar gosok nya, ke sela-sela nya gosok sekalian." Ucap Brian sambil melihat istrinya menggosok gigi.


"Iya-iya bawel.." Jawab Clarissa kesal.


"Bukan nya bawel, aku tak ingin barang ku nanti di jilat oleh bibir dan mulut mu yang sudah terkontaminasi oleh bakteri dari makanan itu." Ucap Brian.


"Apaan sih, ngomong tuh ngaco." Jawab Clarissa.


"Pokoknya sikat yang bersih sampe bakteri-bakteri nya hilang." Ucap Brian.


"Iya-iya." Jawab Clarissa kesal karena ucapan Brian yang terus mengatakan jika mulut nya penuh dengan bakteri.


Tak beberapa lama, Clarissa pun selesai gosok gigi. Brian dengan pelan menggendong tubuh Clarissa ke kamar tidur.


"Oke, sekarang jangan makan makanan seperti itu lagi. Ingat.." Ucap Brian.


"Tapi enak loh... Nanti kamu coba, biar ngerasain." Ucap Clarissa.


"Aku tak ingin, dan sebaiknya sekarang kau istirahat. Oke." Ucap Brian.


"Tapi ini masih siang." Ucap Clarissa.


"Iya tahu, tapi aku sedang ada urusan yang penting. Jadi aku harus pergi dulu." Ucap Brian.


"Urusan penting apa lagi, setiap kali sering aja pergi keluar dengan alasan ada urusan." Ucap Clarissa kesal.


"Ini beneran ada urusan, nanti setelah urusan ku beres, aku akan langsung pulang." Ucap Brian.


"Seriusan ada urusan penting?" Tanya Clarissa.


"Seriusan lah." Jawab Brian.


"Yakin ada urusan?" Tanya Clarissa lagi.


"Yakin lah.." Jawab Brian.


Kemudian Clarissa terlihat tersenyum dan hendak mengatakan sesuatu tapi Brian langsung memotong ucapan dari istri nya itu.


"Apa? Kamu mau ikut-ikutan ucapan yang di film layangan putus? Yakin mas? yakin. Lalu ini apa? Kamu bla bla bla.. It's my dream mas. Not her my dream... Apa? Mau kaya gitu?" Tanya Brian.


Clarissa hanya tersenyum. "Apaan sih? So tahu banget aku mau ngomong apa juga." Ucap Clarissa.


"Iya pasti gak jauh bakal ngomong kaya gitu." Ucap Brian.


"Enggak aku gak akan ngomong kaya gitu." Ucap Clarissa.


"Ya udah, aku pergi dulu yah. Kalau kamu butuh apa-apa kamu bisa Panggil pelayan." Ucap Brian.


"Ya udah iya.." Jawab Clarissa kesal.


"Jangan kesel gitu dong." Ucap Brian sambil membelai wajah istri nya.


"Siapa juga yang kesal B aja." Jawab nya.


"Aku serius ini urusan penting, setelah urusan ku beres aku langsung pulang." Jawab Brian sambil mencium kening Clarissa.


"Love u sayang.." Ucap Brian sebelum pergi.


"Love u to..."


Sementara itu...


Terlihat seorang dokter tengah berjalan masuk ke ruang rawat Sofia, dokter itu nampak melihat Sofia dengan tatapan datar.


Kemudian dia langsung menyuntikkan sebuah cairan ke selang infus Sofia, dan setelah melakukan itu dokter tersebut pun langsung bergegas pergi meninggalkan ruang rawat Sofia.