
Nicolas berjalan santai menuju salah satu Vila, di belakangnya sudah ada Marco yang tengah membawa beberapa barang-barang penting untuk mereka gunakan nanti.
"Jadi di daerah ini pria itu tinggal?" Tanya Marco.
"Iya." Jawab Nicolas sambil membuka pintu Villa yang akan mereka tinggali untuk sementara waktu.
Lalu Marco langsung membawa beberapa koper berisi barang-barang mereka ke dalam Villa, dan Nicolas pun langsung duduk di atas sofa sambil menghela nafas panjang.
"Aku tak menyangka jika tempat tinggal pria itu sangat jauh." Ucap Marco.
"Iya sangat jauh." Jawab Nicolas.
Lalu Nicolas pun mengambil salah satu koper dan mengeluarkan sesuatu di dalam nya, dan rupanya itu adalah seekor burung hantu dan seekor burung merpati.
Tapi bukan burung sungguhan melainkan hanya robot.
Nampak Nicolas mulai menyeting robot tersebut hingga kamera dan perekaman suara di robot itu menyala.
Setelah kamera dan perekaman suara menyala, kini Nicolas membuka laptop milik nya untuk memastikan gambar dari kamera tersebut dan juga kejelasan dari suara yang akan dia dengar nanti.
"Bagaimana? Apa sudah siap?" Tanya Marco.
"Iya semuanya sudah siap." Jawab Nicola dengan wajah dingin.
"Lalu kita akan melakukan pengintaian nya kapan? Apa besok?" Tanya Marco yang mengingat jika mereka baru saja tiba.
"Tentu saja sekarang." Jawab Nicolas.
"Apa? Sekarang?" Tanya Marco tak habis pikir karena setidaknya mereka harus beristirahat terlebih dahulu.
"Iya karena kita tak bisa menyia-nyiakan waktu, karena bisa saja kedepannya tidak akan semulus yang kita kira." Jawab Nicolas.
Lalu Nicolas langsung menerbangkan burung merpati tersebut, burung itu di kendalikan oleh Nicolas menggunakan laptop miliknya, dan dengan begitu Nicolas secara mudah bisa mengarahkan robot burung tersebut ke kediaman Brian.
"Ketemu.." Ucap Nicolas sambil melihat layar laptop miliknya.
Marco yang mendengar ucapan Nicolas pun langsung bangkit dari tempat duduknya dan segera melihat ke arah laptop.
Nampak di layar laptop ada seorang pria tengah bersama dengan wanita hamil.
"Jadi dia?" Tanya Marco saat melihat pria kekar di layar laptop Nicolas.
Lalu Nicolas langsung mengarahkan burung merpati nya ke segala penjuru rumah agar dia tahu bagaimana penjagaan rumah Brian.
"Penjagaan tidak terlalu ketat." Jawab Nicolas saat melihat sistem penjagaan rumah Brian.
"Iya, jadi kita akan mulai dari mana?" Tanya Marco.
Tapi Nicolas belum bisa membuat rencana untuk saat ini karena dia harus bisa memahami sistem keamanan rumah Brian.
"Kita akan melakukan pengamatan selama 5 hari agar kita tahu bagaimana sistem keamanan rumah itu, apakah akan tetap lengah seperti ini atau berubah-ubah di waktu tertentu." Ucap Nicolas.
"Iya kau benar." Jawab Marco setuju dengan apa yang Nicolas katakan.
Sementara itu...
Roki yang tengah menyamar menjadi pengurus kebun pun melihat sebuah burung merpati yang aneh, tapi dia tetap profesional dan berjalan seperti kakek-kakek pada umumnya dan mengusir burung merpati tersebut.
"Hus.. Hus.. Hus... Khuk.. Khuk.. Khuk. Burung nakal, pergi sana nanti kau akan membuang kotoran mu di sini." Ucap Roki dengan nada lemah.
Lalu dia mengambil ranting dan segera memukul-mukul dahan pohon yang di hingapi oleh burung itu.
Nicolas yang melihat pengurus kebun tengah mengusir Robot nya pun dengan cepat langsung mengendalikan robot tersebut dan segera menerbangkan nya ke tempat lain.
Roki pun hanya diam sambil kembali menata bunga-bunga yang ada di kebun milik Brian.
Nampak dari kejauhan Brian melihat apa yang di lakukan oleh Roki, dan dia juga langsung melihat burung merpati yang kini mulai terbang menjauh.
Tapi Brian yakin jika itu bukanlah burung sungguhan karena meski gaya terbang dan bentuknya sama sekali pun, Brian bukanlah orang bodoh yang bisa di tipu dengan mainan anak-anak seperti itu.
"Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Clarissa heran saat melihat suaminya hanya diam sambil menatap ke suatu tempat.
"Tidak ada, aku hanya sedang melihat pekerjaan tukang kebun baru kita." Jawab Brian.
Mendengar hal itu, Clarissa hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Sebenarnya Clarissa tidak tahu rencana penyamaran yang Roki lakukan, dan hal itu karena Brian sengaja tidak memberitahukan istrinya itu.
Karena Brian tidak ingin terjadi kepanikan di hati Clarissa yang akan mengakibatkan efek buruk bagi kesehatan Clarissa dan juga bayi dalam kandungannya.