Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 50 : Penyerangan.


Saat di tengah perjalanan tak henti-hentinya Brian terus menggoda Clarissa, Roki dan Erwin yang berada di kursi depan pun hanya bisa menjadi obat nyamuk.


"Hentikan.. Ada anak buah mu, apa kau tak malu." Ucap Clarissa.


"Kenapa harus malu.." Jawab Brian.


"Urat malu mu memang sudah putus." Ucap Clarissa kesal.


"Kenapa? bukannya dulu kau sangat suka dengan setiap belaian ku." Ucap Brian.


"Itu dulu, bukan sekarang." Jawab Clarissa.


Brak...


Clarissa langsung memeluk Brian kaget, tiba-tiba mobilnya di senggol oleh mobil hitam di sebelah nya.


"Ada apa ini?" Tanya Clarissa panik.


Brian memeluk Clarissa sambil melihat ke sekeliling, kemudian dia langsung mengambil senjata nya yang berada di saku jas milik nya.


"Telpon anak buah kita.." Ucap Brian.


Dia tak menyangka jika musuhnya akan menyerang di saat dirinya akan pergi ke rumah Clarissa.


Brak...


Mobil yang berada di samping kanan dan kiri Brian terus saja menyenggol mobil yang di tumpangi Brian, Erwin pun langsung mengeluarkan senjata dan menembak mobil-mobil yang menganggu perjalanan mereka.


Kemudian Mobil di samping kiri Brian melambatkan laju nya, dan tanpa aba-aba mobil di samping kanan Brian langsung menabrak mobil Brian hingga mobil milik Brian menabrak penghalang jalan.


Terlihat Brian terluka begitu juga dengan Roki dan juga Erwin, tapi Clarissa tak terluka karena Brian melindungi nya dengan cara memeluk tubuh Clarissa.


"Darah? Kau terluka.." Ucap Clarissa.


"Tenang saja ini hanya luka kecil.." Jawab Brian.


Clarissa hanya diam saat mendengar jawaban dari Brian, luka kecil? Bagaimana bisa darah sebanyak itu bisa di sebut luka kecil.


"Siap-siap.." Ucap Brian kepada Roki dan juga Erwin.


Dan kedua anak buahnya itu hanya menganggukkan kepalanya, "Kau tunggu di mobil, jangan keluar." Ucap Brian kepada Clarissa.


Clarissa pun mengangguk kan kepalanya, kemudian Brian dan kedua anak buahnya keluar dari mobil.


Di sekitar tempat nya berapa sekarang hanya ada jalanan tanpa ada pemukiman.


Brian pun langsung mengeluarkan senjata milik nya, sementara Roki langsung mengambil senjata AWM yang berada di jok mobil depan.


Sementara Brian dan Erwin hanya menggunakan sebuah pistol, "Kau jaga aku dan Erwin dari jauh. Aku dan Erwin akan maju ke depan." Jawab Brian.


"Kapan anak buah kita yang lain datang?" Tanya Brian.


"Sebentar lagi.." Jawab Roki.


Brian pun terdiam dengan wajah serius, Clarissa tak pernah melihat pria itu dengan tatapan seserius itu jika sedang bersama nya.


Brian dengan perlahan berjalan ke arah musuh dan menembakki mereka satu persatu tepat di titik vital mereka. Begitu juga dengan Roki yang menjaga bos nya dari jarak jauh sambil menjaga Clarissa.


Tak jauh dari mereka terlihat Vino berada di belakang Roki, dia bersembunyi di sekitar semak-semak bersama dengan anak buah nya.


Sementara Brian tengah fokus menghajar orang-orang yang tadi menyerangnya.


Dor..


Sebuah tembakan terdengar, Roki seketika langsung terdiam. Clarissa yang melihat hal itu langsung menjerit.


Brug...


"Roki..." Teriak Clarissa yang melihat Roki terjatuh ke tanah.


Kemudian Clarissa langsung keluar dari mobil tapi tiba-tiba sebuah tangan besar langsung menarik Clarissa dan membekap mulutnya.


"Brian...." Panggil Vino dengan nada sombong.


Brian pun langsung menoleh betapa terkejutnya dia saat melihat Clarissa berada di tangan mereka dan juga melihat Roki yang sudah terkapar di tanah.


Dengan cepat Brian langsung berlari, kemudian Vino pun menyuruh anak buahnya untuk menembakki Brian.


Brian pun seketika langsung bersembunyi di balik mobil musuhnya, dia tak mungkin langsung menerobos di saat musuh terus menembakki.


"Ayo.." Ucap Vino kepada anak buahnya, kemudian mereka langsung membawa Clarissa ke sebuah mobil yang terparkir di dalam hutan.


Dor.. Dor.. Dor...


"Argh..." Terdengar suara erangan kesakitan dari Erwin, rupanya dia tertembak tepat kaki nya.


Brian yang melihat hal itu semakin marah, dia berjanji akan membalas apa yang telah di lakukan Vino saat ini.


"Dasar pecundang, beraninya kau menyerang ku di saat aku tak bersama dengan anak buah ku, beraninya main keroyok kan." Ucap Brian kesal.


Kemudian tak beberapa lama anak buah Brian pun datang, begitu juga dengan Maria dia langsung menembak ki musuh yang masih tersisa. Mereka yang melihat bala bantuan pun langsung kocar-kacir kembali ke hutan untuk melarikan diri.


"Kejar mereka jangan sampai ada yang lolos satu pun.." Perintah Maria.


Kemudian Maria langsung menghampiri Erwin yang tengah terluka. Begitu juga dengan Brian dia langsung melihat Roki, dan untungnya Roki masih bernafas.


Kini Brian tahu bahwa incaran Vino adalah Clarissa bukannya dirinya.