Gigolo Ku Seorang Mafia

Gigolo Ku Seorang Mafia
Bab 106. S2 : Menikmati kehidupan baru


Suasana pedesaan yang asli sangatlah indah, nampak Clarissa duduk sambil mengelus perutnya yang sudah berusia 8 bulan lebih.


Kehidupan nya di pedesaan kini sangat damai dan menyenangkan, tapi meski begitu Clarissa belum terbiasa untuk bersosialisasi dengan orang-orang di tempat tinggalnya.


Tapi berbeda dengan Clarissa, ketiga anaknya sudah memiliki banyak teman.


"Ada apa?" Tanya Brian.


"Tidak ada, aku hanya sedang menikmati udara segar pedesaan." Ucap Clarissa.


"Iya, udara yang segar seperti ini sangat cocok untuk mu dan juga bayi kita." Ucap Brian yang kini tampil gagah dengan kacamata yang bertengger di hidung mancung nya.


"Apa matamu baik-baik saja?" Tanya Clarissa.


"Baik, hanya tidak jelas sedikit." Jawab Brian.


Lalu Brian pun duduk di samping Clarissa, nampak Brian membelai pipi Clarissa dengan lembut.


"Sekarang kau aga gendutan yah." Ucap Brian sambil mencubit pipi Clarissa.


"Emang iya? Aku gendutan?" Tanya Clarissa.


"Iya, tapi itu hal wajah karena kau sedang hamil." Ucap Brian sambil tersenyum melihat Clarissa.


"Iya sih, di tambah beberapa hari ini aku sering lapar. Tapi dulu saat mengandung Jerry, Jeremy dan Jesselyn. Aku tak terlalu banyak makan seperti ini." Ucap Clarissa mengingat kenangannya dulu saat mengandung ketiga anak kembar nya.


"Emm.. Mungkin sekarang berbeda. Tapi meski kau sekarang lebih gendut, aku tak masalah yang terpenting adalah kau dan anak kita sehat." Ucap Brian.


"Tapi bukankah kau lebih suka wanita yang seksi dengan pinggang ramping." Ucap Clarissa sambil memonyongkan bibirnya.


"Iya tentu, dan wanita seksi dengan pinggang ramping itu adalah kau. Dan wanita lain tak ada yang seseksi dirimu." Ucap Brian.


Mendengar ucapan Brian, Clarissa hanya tersenyum dengan wajah memerah.


"Apa kau lapar?" Tanya Brian kepada istrinya.


"Emmm.. Lumayan, tapi aku ingin buah-buahan deh buat mengganjal perut." Ucap Clarissa.


"Ya sudah, tunggu di sini sebentar." Jawab Brian.


Lalu Brian langsung berjalan pergi ke arah dapur, rumah yang di tinggali oleh Brian lumayan besar untuk ukuran rumah orang-orang di pedesaan.


Di dapur, terlihat Brian mengambil beberapa buah dari kulkas.


Lalu tangan kekarnya dengan telaten mengupas kulit buah mangga dan langsung memotong-motong nya menjadi kecil.


Setelah selesai memotong buah untuk Clarissa, Brian pun langsung menyimpan pisaunya dan mengambil mangkuk berisi buah-buahan yang sudah di potong tak lupa juga membawakan garpu untuk Clarissa.


"Terimakasih." Ucap Clarissa saat melihat Brian datang sambil membawa buah-buahan yang sudah di potong-potong.


Lalu Clarissa langsung membuka mulutnya dan Brian pun langsung menyuapi Clarissa.


"Emmm.. Buahnya manis, aku suka." Ucap Clarissa senang.


"Baguslah jika kau suka, aku sengaja membeli buah-buahan ini langsung dari pemilik kebunnya." Ucap Brian.


"Memangnya tak bisa kalau dari toko buah-buahan." Ucap Clarissa yang masih memakan buah mangga dengan lahap.


"Bisa, hanya saja aku ingin memberikan mu yang terbaik." Ucap Brian.


Mendengar ucapan Brian, Clarissa pun tersenyum. "Selama ini kau sudah memberikan ku yang terbaik, kau telah memberi ku kehidupan paling bahagia." Ucap Clarissa.


"Setidaknya kali ini aku ingin menebus kesalahanku di masa lalu, yang tak ada di samping mu di saat kau hamil." Ucap Brian.


"Tidak.. Tidak, lagi pula itu bukan salah mu jika kau tak ada di samping ku saat aku hamil Jerry, Jeremy dan juga Jesselyn. Tapi itu salah ku karena aku kabur dari mu waktu itu." Ucap Clarissa sambil kembali memakan buah mangga.


"Ow.. Lalu kenapa tuan Putri ku malah kabur?" Tanya Brian sambil mengangkat sebelah alis nya.


"Iya wajar dong aku kabur, lagi pula wanita mana yang tak takut jika mengetahui pria yang dia tiduri adalah mafia." Ucap Clarissa polos.


"Oww.. Jadi menurut mu, aku se menakutkan itu?" Tanya Brian.


"Iya kau sangat menakutkan, tapi kau juga sangat tampan dan seksi itu nilai plus nya." Jawab Clarissa.


Mendengar jawaban Clarissa, Brian hanya bisa tertawa ringan.


"Dimana anak-anak?" Tanya Brian saat sadar jika dia dari pagi belum melihat ketiga anak nya.


"Emm.. Anak-anak lagi main sama anak-anak tetangga, biasa anak-anak." Jawab Clarissa.


"Baguslah, jika mereka bertiga bisa dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar." Jawab Brian senang.


"Iya, tapi aku masih malu untuk pergi keluar rumah dan menyapa orang-orang." Jawab Clarissa.


"Tak apa, lagi pula kau sedang hamil. Kau harus banyak istirahat, tak perlu banyak bergerak apalagi berkeliling kampung." Ucap Brian.


"Iya yah. Tapi apa orang-orang tak akan menganggap ku sombong karena tak ingin bersosialisasi?" Tanya Clarissa.


"Tentu saja tidak, lagi pula mereka pasti akan mengerti karena kau sedang hamil." Jawab Brian.


"Lalu bagaimana dengan mu? apa kau tak pernah berkeliling kampung?" Tanya Clarissa.


"Tentu saja tidak, aku malas melakukan hal seperti itu." Ucap Brian karena dia lebih menyukai berdiam diri di rumah.


"Oke." Jawab Clarissa sambil menganggukkan kepalanya.


Lalu Brian pun langsung mengajak Clarissa untuk masuk ke dalam kamar agar Clarissa bisa beristirahat.