
Brian dan Clarissa berjalan aga berjauhan, ketiga anaknya yang melihat kedua orang tuanya seperti menjaga jarak pun langsung terkejut.
"Apa rencana kita tak berhasil?" Tanya Jesselyn.
"Seperti nya tidak." Jawab Jerry.
Kemudian Jesselyn langsung menghampiri Mommy kesayangannya itu.
"Mommy." Panggil Jesselyn sambil merentangkan tangannya minta di peluk.
"Iya sayang." Jawab Clarissa sambil menggendong anaknya.
"Apa Mommy dan Daddy bersenang-senang? Maafkan Jesselyn yang malah pulang duluan dan ninggalin Mommy sama Daddy." Ucap Jesselyn dengan wajah sedih.
"Gak papa kok sayang, lagi pula ada anak buah Daddy yang jemput Mommy." Jawab Clarissa.
"Terus Mommy sama Daddy bersenang-senang?" Tanya Jesselyn.
Clarissa hanya tersenyum sambil menggeleng kan kepalanya. Kemudian Clarissa langsung menurunkan Jesselyn dan segera bergegas pergi ke kamar nya.
Ketiga anak Clarissa langsung menatap penasaran Kepada ibundanya.
"Ada apa dengan Mommy? Apa Mommy dan Daddy sedang ada masalah?" Tanya Jesselyn.
"Seperti nya begitu." Jawab Jerry.
Jeremy hanya diam karena dia tak tertarik dengan urusan kedua orang tuanya.
"Sudah lah kalian, jangan mencampuri urusan Mommy dan Daddy." Ucap Jeremy menasehati kedua adiknya.
"Gak bisa, kita adalah anak yang baik. Dan kita harus menyatukan kembali Daddy dan Mommy." Ucap Jesselyn.
Tanpa mereka sadari Clarissa dan Brian mendengar semua rencana ketiga anak kecilnya.
"Sudah ku bilang, kita harus memberi mereka pelajaran." Ucap Brian.
"Tapi niat mereka baik." Jawab Clarissa.
"Sudahlah, kau diam saja. Kita liat seberapa pintar anak-anak itu." Ucap Brian.
....
Tak terasa hari sudah menjelang malam, Brian dengan tampilan kasual nya pun segera berjalan menuju ke luar.
Entah kenapa tiba-tiba Ibundanya menelpon dirinya dan menyuruhnya untuk datang saat itu juga.
"Daddy mau kemana?" Tanya Jesselyn yang sudah memakai pakaian tidur.
"Daddy mau pergi ke rumah Oma dulu." Jawab Brian.
"Apakah Jesselyn boleh itu?" Tanya Jesselyn.
"Tapi Jesselyn pengen ketemu sama Oma.." Ucap Jesselyn.
"Besok saja, lagi pula sekarang Mommy juga tak akan mengizinkan mu untuk pergi." Jelas Brian.
"Daddy Janji?" Tanya Jesselyn.
"Iya Janji sayang, sekarang kau kembali ke kamar." Ucap Brian.
"Baik Daddy.." Jawab Jesselyn.
Setelah itu Brian langsung masuk ke dalam mobil dan segera pergi ke kediaman ibundanya.
Sesampainya di sana, Nyonya Rindi sudah menunggu kedatangan Brian.
"Ada apa Mama memanggil ku malam-malam seperti ini?" Tanya Brian.
"Tidak, hanya ada beberapa pertanyaan untuk mu." Jawab Nyonya Rindi.
"Pertanyaan apa lagi?" Tanya Brian sambil duduk di sofa.
"Pertanyaan tentang kejelasan hubungan mu dan juga Clarissa." Ucap Nyonya Rindi.
"Mama aku sudah menjelaskan waktu itu." Jawab Brian.
"Brian, Nona Clarissa itu seorang wanita. Dan aku juga wanita, setiap wanita menginginkan suatu hubungan yang pasti dengan pasangannya bukan hanya sekedar pemuas nafsu." Ucap Nyonya Rindi menceramahi Brian.
"Iya aku tahu, dan aku harus bagaimana. Karena aku tak pandai dalam hal ini." Ucap Brian.
"Kau harus segera menikahi Nona Clarissa." Ucap Nyonya Rindi.
"Tapi jika aku menikahi nya sekarang, musuh-musuh ku akan tahu. Dan mereka pasti akan menargetkan Clarissa." Jelas Brian.
"Kau tak perlu mengadakan pesta yang meriah, cukup status mu tertulis di KUA." Jawabnya.
"Aku harus tanya dulu kepada Clarissa." jawab Brian.
"Tak perlu kau tanya, kau tinggal mengurus nya saja dan hasilnya kau berikan kepada Clarissa." Jelas Nyonya Rindi.
"Tapi aku dan dia harus berfoto dan lain-lain." Jawab Brian.
"Itu hal gampang, anggap saja kartu nikah itu sebagai hadiah ulang tahun Nona Clarissa." Ucap Nyonya Rindi.
Dan Brian pun baru ingat jika sebentar lagi ulang tahun Clarissa, dia harus memberikan hadiah ulang tahun yang sangat spesial untuk Clarissa.
"Kau paham kan maksud Mama." Ucap Nyonya Rindi.
"Iya aku paham, kalau begitu. Apa Mama bisa bantu?" Tanya Brian.
"Tentu.." Jawab Nyonya Rindi.